Sama seperti organ lainnya, mata bayi baru lahir berkembang secara bertahap hingga akhirnya ia bisa melihat dan mengenali wajah keluarga dekat dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Secara naluriah bayi mulai mengenali wajah yang paling sering dilihat, tentu saja dimulai dari wajah ibunya. Hanya dalam beberapa minggu, bayi mungkin sudah melakukan kontak mata dengan Mums. Dan pada usia 3 bulan, kemungkinan besar lebih menyukai wajah Mums daripada wajah orang asing.
Yuk, cari tahu tahapan pertumbuhan dan perkembangan bayi yang berkaitan dengan penglihatan di artikel berikut!
Kapan bayi baru lahir bisa melihat dan mengenali wajah?
Bukan hanya wajah-wajah yang familiar yang berusaha dikenali oleh bayi, melainkan juga wajahnya sendiri. Dengan kemampuan yang terbatas, sebenarnya bayi baru lahir sudah biisa melihat dan mengenali wajah.
Saat lahir, penglihatan bayi masih buram (blur) dengan jarak fokus yang sangat pendek. Biasanya ia hanya dapat melihat dengan jelas pada jarak sekitar 20–30 cm (8–12 inci) dari wajahnya. Jarak ini kira-kira sama dengan jarak antara wajah bayi dan wajah orang tua saat menyusui atau menggendong bayi. Itulah sebabnya bayi sering menatap wajah ibunya saat disusui atau digendong.
Selain itu, penelitian Science Daily (2020) menunjukkan bahwa dalam beberapa jam setelah lahir bayi sudah tertarik pada wajah manusia. Bahkan pemindaian otak menunjukkan bahwa pada usia sekitar 6 hari, bagian otak bayi yang khusus memproses wajah sudah aktif.
Berikut ini tahapan perkembangan kemampuan melihat dan mengenali wajah pada bayi baru lahir :
1. Usia 2-3 bulan
Merujuk penelitian sebelumnya di atas, hal ini menunjukkan bahwa otak bayi memang dirancang untuk memperhatikan wajah sejak awal kehidupan. Sekitar usia 2 hingga 3 bulan, bayi mungkin menunjukkan tanda-tanda kuat bahwa ia mulai mengenali ibunya.
Perhatikan saat bayi merespons suara ibunya, tersenyum saat melihat ibunya, atau menatap wajah ibunya lebih lama daripada orang lain. Ini salah satu milestone bayi usia 2-3 bulan, menunjukkan bahwa bayi merasa nyaman dengan kehadiran ibunya dan sedang membentuk ikatan yang lebih dalam dengannya.
2. Usia 4-7 bulan
Antara usia 4 dan 7 bulan, bayi akan mulai mengembangkan sesuatu yang disebut permanensi objek. Ini berarti bayi mulai memahami bahwa orang dan benda masih ada meskipun ia tidak dapat melihatnya. Setelah si Kecil memahami konsep ini, ia akan mulai menyadari bahwa Mums akan selalu ada untuknya, bahkan ketika Mums tidak terlihat.
3. Usia 6-9 bulan
Di rentang usia ini, bayi mungkin mulai tersenyum pada bayangannya sendiri, berseri-seri ketika melihat orang yang familiar, bahkan menunjukkan sedikit kecemasan terhadap orang asing.
Karena itulah jika di usia 6-9 bulan ini bayi kurang melakukan kontak mata, senyum, atau reaksi terhadap wajah-wajah yang familiar, perlu dikonsultasikan pada dokter anak. Kendati setiap bayi memiliki kemampuan berbeda, namun tetap perlu diwaspadai jika hal ini tidak muncul di rentang usia 6-9 bulan.
Tips stimulasi penglihatan bayi
Mums, kemampuan bayi baru lahir dalam mengenali wajah orang tua maupun orang-orang yang familiar dengannya, bisa dilatih dengan cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari. Sebab mereka belajar melalui interaksi.
Berikut ini tips mendorong bayi mengenali wajah orang-orang terdekatnya :
1. Lakukan kontak mata
Bayi suka melihat wajah, jadi pastikan untuk sering melakukan kontak mata dengan si kecil. Hal ini akan membantu bayi belajar untuk fokus dan mengingat wajah ibunya.
2. Tersenyum dan bereaksi
Bayi sangat tertarik pada ekspresi wajah, jadi tunjukkan ekspresi kegembiraan, kejutan, atau bahkan membuat wajah-wajah lucu akan membantu mereka terhubung dengan Mums.
3. Berbicara
Walaupun belum bisa bicara, tetap lakukan pembicaraan dengan si Kecil. Ajak ia mengobrol, suara Mums adalah salah satu hal pertama yang akan dikenali olehnya. Karena itu seringlah berbicara dengan bayi meskipun hanya untuk menceritakan hari Mums bersamanya. Bayi akan mulai mengaitkan suara Mums dengan wajah Mums, jadi perkuatlah ingatannya dan mudahkan proses pengenalan yang sedang berjalan itu.
4. Libatkan orang lain
Setelah si Kecil mengenali suara dan wajah Mums, ajak anggota keluarga lainnya untuk melakukan hal yang sama. Agar bayi juga terbiasa dengan wajah dan suara mereka. Hal ini membantu si Kecil belajar membedakan orang-orang terdekat yang dikenalnya.
5. Gunakan cermin
Pegang atau gendong bayi di depan cermin, lalu tunjuk wajah Mums. Latihan ini dapat membantu si Kecil mulai mengaitkan wajah dan suara Mums dengan gambar yang dilihatnya di cermin itu.
6. Bermain cilukba
Permainan cilukba ini membantu bayi memahami konsep wajah dan objek. Walaupun interaksi ini terbilang sangat sederhana, namun sangat penting manfaatnay untuk perkembangan si Kecil juga menguatkan ikatan emosional atau bonding antara orang tua dan anak.
Mums, itulah cara untuk mendorong bayi mengenali wajah orang-orang terdekatnya. Kemampuan ini mesti dilatih setiap hari melalui interaksi, berbicara, dan bermain dengannya. Luangkan waktu dan berikan kesempatan pada si Kecil untuk fokus dan mengenali wajah orang-orang yang ada dalam kesehariannya.
Interaksi face-to-face atau wajah ke wajah antara bayi dan orang tua, sangat berperan penting dalam perkembangan visual, sosial, dan emosional si Kecil.
Referensi :
Sciencedaily. 2020. Earliest look at newborns' visual cortex reveals the minds babies start with


