Seiring bertambahnya usia kehamilan, kondisi fisik bumil ikut berubah. Rahim yang makin membesar, kelelahan yang makin berat. Belum lagi urusan emosi, mulai dari makin sensitive, baper, hingga overthingking.
Ya, hamil dan overthinking sering kali jadi makanan sehari-hari sepanjang 9 bulan kehamilan. Ibu hamil selalu memikirkan banyak hal yang sebenarnya belum tentu terjadi demikian. Padahal sikap overthinking selama kehamilan ini, jika berlebihan bisa membahayakan.
Alasan ibu hamil selalu overthinking
Di balik suka cita dan kebahagiaan menjalani kehamilan, di sisi lain yang tidak terlihat ibu hamil sering mengalami overthinking. Begitu Mums dinyatakan hamil, sesaat setelah merayakan kabar bahagia itu, terbersit kekhawatiran dengan munculnya banyak pertanyaan, bagiaman kalau terjadi sesuatu pada kehamilan tersebut.
Dalam jurnal BMC Psychology (2025) disebutkan bahwa hamil dan overthinking atau prenatal anxiety didefinisikan sebagai kekhawatiran berlebihan tentang kehamilan, takut kondisi janin, takut melahirkan, khawatir tidak bisa jadi ibu yang baik, bahkan overthinking tentang masa depan anak.
Berpikir berlebihan, terutama selama kehamilan, adalah respons alami terhadap perubahan besar dalam hidup. Berikut beberapa alasan mengapa hamil dan overthinking merupakan hal biasa terjadi :
1. Perubahan hormonal
Kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang signifikan, terutama pada trimester pertama dan ketiga. Ini dapat memengaruhi suasana hati bumil, yang menyebabkan peningkatan kecemasan dan kekhawatiran.
2. Tanggung jawab baru
Dengan kehadiran bayi, bumil mesti bersiap untuk bertanggung jawab merawat kehidupan baru. Secara alami, Mums ingin memastikan semuanya sempurna, inilah yang menyebabkan Mums terlalu banyak berpikir bahkan tentang detail terkecil.
3. Kelebihan informasi
Berkat internet, medsos, teman serta keluarga yang bermaksud baik, bumil menerima banyak nasihat dan informasi. Terkadang, terlalu banyak informasi justru dapat meningkatkan stres, sehingga sulit untuk fokus pada hal yang benar-benar penting.
4. Ketakutan akan hal yang tidak diketahui
Jika ini kehamilan pertama Mums, wajar jika merasa tidak yakin tentang apa yang akan terjadi. Bahkan orang tua yang berpengalaman pun merasa terlalu banyak berpikir karena setiap kehamilan dan bayi berbeda.
Bagaimana overthinking berpengaruh pada kehamilan?
Meskipun sejumlah kekhawatiran adalah hal yang wajar, namun overthingking berlebihan secara kronis dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik ibu hamil. Mempersulit relaksasi, yang dapat memengaruhi tidur dan tingkat energi bumil secara keseluruhan.
Hal ini, pada gilirannya, dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan bahkan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Kondisi ini juga dapat mengganggu ikatan dengan bayi dalam kanduangan. Karena overthinking yang berlebihan pada akhirnya menutupi kegembiraan dan kebahagiaan kehamilan.
Tips agar tidak overthinking berlebihan selama hamil
Menikmati kehamilan memang tampak ideal, sayangnya tidak semua ibu hamil bisa melakukan itu. Sebagian besar justru mengalami hal sebaliknya, dihantui kekhawatiran berlebihan yang serusnya tidak perlu.
Nah, untuk bumil yang ingin mengurangi bahkan menghilangkan overtinking selama kehamilan, berikut ini tips yang layak dicoba :
1. Latih kesadaran diri
Kesadaran diri adalah cara yang efektif dalam mengelola overthinking berlebihan selama hamil. Caranya dengan mengambil pernapasan dalam, meditasi, atau yoga dapat membantu ibu hamil fokus pada saat ini.
2. Batasi asupan informasi
Banjir informasi membuat bumil jadi overthinking, karena itu batasi asupan informasi yang penting-penting saja. Caranya pilih sumber informasi yang dipercaya, kredibel dan akurat. Fokus saja menerima informasi dari pihak tersebut. Abaikan informasi yang tidak kredibel apalagi dari sumber yang tidak jelas.
3. Ungkapkan perasaan
Bicaralah dengan pasangan, teman, atau komunitas. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, sering kali membantu bumil memprosesnya, membuatnya terasa lebih mudah dikelola. Menulis jurnal juga merupakan cara yang efektif untuk melepaskan kekhawatiran berlebihan.
4. Fokus pada hal yang dapat dikendalikan
Kehamilan memiliki momen-momen yang tidak terduga, tetapi fokus pada hal-hal yang dapat bumil kendalikan akan mengurangi kecemasan. Buatlah daftar hal-hal yang ingin bumil capai sebelum bayi lahir, dan lakukan satu demi satu langkah tersebut.
5. Cari dukungan
Jika overthinking terlalu berlebihan dan bumil sulit mengatasi kecemasan, jangan ragu untuk mencari dukungan professional. Agar overthinking bisa segera diatasi sebelum berdampak buruk pada kehamilan.
Mums, itulah cara mengatasi overthinking selama kehamilan. Jangan anggap remeh overthinking berlebihan saat hamil karena berkaitan dengan gangguan tidur, meningkatnya hormon stres, dan risiko depresi prenatal maupun postpartum.
Walaupun overthinking saat hamil adalah hal yang normal, namun perlu dipahami bahwa overthinking yang berlebihan selama kehamilan bukan sekadar pikiran biasa, melainkan perlu dikelola dan diatasi dengan tepat. Kuncinya ada tiga, tenangkan tubuh dengan napas dala, tidur cukup, dan bergerak.
Tenangkan pikiran dengan mengubah pola pikir, maupun menulis atau journaling. Dan ketiga dapakan dukungan dari pasangan, keluarga, teman, maupun komunitas. Dengan begitu bumil akan menikmati kehamilan yang dijalani hingga saat melahirkan tiba.
Referensi :
BMC Psychology. 2025. Relationship between prenatal anxiety, depression, pregnancy stress and their social determinants


