Ternyata baby blues tidak hanya dialami oleh para ibu, melainkan bisa pula dialami oleh para ayah di luar sana. Selama ini, problem baby blues hanya terfokus pada ibu yang melahirkan dan mengabaikan bahwa ayah pun memiliki risiko mengalaminya pula.
Baby blues atau depresi pasca persalinan yang terjadi pada ayah memang tampak tidak lazim. Namun, bukan berarti tidak bisa terjadi sama sekali pada ayah.
Ayah dapat mengalami depresi sama mudahnya dengan ibu yang baru saja melahirkan. Memerhatikan gejala baby blues pada ayah sejak dini merupakan kunci utama dalam penanganan yang tepat, sehingga ciri-ciri di bawah ini tidak boleh diabaikan.
Gejala baby blues pada ayah
Baby blues atau depresi pasca melahirkan merupakan kondisi cukup serius yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih. Fakta bahwa seorang ayah bisa mengalami baby blues diperkuat oleh penelitian dalam jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health (2023) yang menemukan bahwa sekitar 17,5% ayah mengalami postpartum blues setelah kelahiran bayinya.
Kondisi ini terjadi pada hari-hari awal setelah kelahiran, sekitar 10 hari pertama. Gejala baby blues pada ayah ini berkaitan dengan beberapa hal, seperti stres dengan peran baru, keterlibatan tinggi saat kehamilan dan persalinan, juga pengalaman di fasilitas kesehatan.
Ini artinya baby blues bukan hanya dialami ibu, ayah pun rentan secara psikologis mengalaminya. Berikut ini gejala baby blues pada ayah:
1. Frustrasi dan putus asa
Baby blues pada ayah ditandai dengan perasaan sedih, khawatir, cemas berlebihan, frustrasi dan putus asa.
2. Kehilangan minat
Ayah yang mengalami baby blues cenderung kehilangan minat pada sesuatu yang selama ini menjadi hobi, aktivitas favorit, maupun kebiasaan rutin yang dilakukan. Termasuk pada pekerjaan dan tanggung jawab utamanya.
3. Bekerja berlebihan
Kebalikan dari kehilangan minat, gejala baby blues pada ayah juga bisa berupa bekerja berlebihan atau mendadak workaholic. Hal ini merupakan cara melampiaskan kondisi psikologisnya yang terganggu akibat mengalami baby blues.
4. Menarik diri
Ayah dengan baby blues cenderung menjauhkan diri atau menarik diri dari interaksi dengan keluarga, teman, maupun orang lain. Menyendiri dan menjauh dari keramaian yang selama ini dinikmatinya adalah ciri ayah yang sedang mengalami baby blues.
5. Kewalahan dengan emosinya
Perasaan sedih, putus asa tanpa sebab yang jelas, dan tidak mampu mendeskripsikan perasaan itu oleh dirinya sendiri adalah gejala baby blues yang ayah alami. Hal itu membuat dirinya sendiri kewalahan dengan apa yang terjadi.
6. Mudah lelah dan tak bertenaga
Baby blues pada ayah ditandai dengan betapa tidak berdayanya ayah karena merasa energinya terkuras, tak bertenaga, dan sulit berkonsentrasi.
7. Perubahan mood
Perubahan suasana hati yang cepat, dengan atau tanpa tangisan yang tiba-tiba, menjadi salah satu gejala baby blues yang umum pada ayah. Selain itu, ayah jadi lebih sensitif dan mudah marah.
8. Gangguan tidur dan pola makan
Ayah dengan baby blues akan mengalami gangguan tidur, baik kesulitan tidur maupun tidur terus menerus. Termasuk juga gangguan pola makan, tidak mau makan atau makan berlebihan.
9. Sulit berinteraksi dengan bayi
Baby blues identik dengan kesulitan menjalin ikatan dengan bayi yang baru saja lahir. Alih-alih membangun bonding atau kelekatan antara orang tua dan anak, yang terjadi justru semakin berjarak dan tidak mau menyentuhnya sekalipun.
Cara mengatasi baby blues pada ayah
Mums dan Dads, mengingat gejala baby blues pada ayah dapat cukup mengkhawatirkan, maka mengatasinya adalah sebuah keharusan yang perlu dilakukan segera.
Berikut ini cara efektif mengatasi baby blues pada ayah berikut ini:
1. Sadari dan akui
Langkah pertama yang paling penting dalam mengatasi baby blues pada ayah adalah dengan mengakui dan menyadari bahwa kondisi ini memang benar-benar dialami. Sebab sikap denial atau tidak mengakui gejala ini cenderung menekan emosi dan makin memperburuk kondisi.
2. Istirahat yang cukup
Ayah dengan baby blues perlu istirahat atau tidur yang cukup untuk memulihkan kondisinya. Karena itu, bergantianlah dengan pasangan dalam menjaga bayi. Minta bantuan keluarga untuk menjaga bayi agar ayah punya waktu untuk beristirahat.
3. Berkomunikasi dengan pasangan
Diskusikan secara terbuka tentang kondisi dan perasaan yang dialami. Jujurlah bahwa ayah sedang tidak baik-baik saja dan butuh dukungan pasangan maupun keluarga. Tidak perlu menutupi, apalagi mengingkari kondisi baby blues ini. Saling mendukung terbukti efektif menurunkan risiko depresi pada ayah dengan baby blues.
4. Fokus pada hal-hal dasar
Selain istirahat yang cukup, cara mengatasi baby blues pada ayah adalah dengan berfokus pada hal-hal dasar lainnya seperti pola makan yang baik, olahraga teratur, serta melakukan hobi yang selama ini diminati. Dengan memenuhi kebutuhan dasar sebagai individu, diharapkan ayah perlahan pulih dari ketidakberdayaan karena baby blues ini.
5. Bantuan professional
Jika gejala berlangsung lebih dari 2 minggu atau semakin berat, misalnya merasa putus asa terus-menerus, tidak tertarik pada bayi, hubungan dengan pasangan memburuk drastis, atau bahkan muncul pikiran negatif ekstrem, segera cari bantuan profesional. Dads perlu berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater agar mendapatkan penanganan dan terapi yang tepat sebelum semuanya bertambah parah.
Mums dan Dads, itulah cara mengatasi baby blues pada ayah yang bisa dilakukan segera. Satu hal yang pasti bahwa baby blues pada ayah adalah hal nyata dan sudah terbukti secara ilmiah. Sayangnya, hal ini sering kali tidak disadari walaupun dampaknya besar pada keluarga.
Karena itu ayah dengan baby blues sangat butuh dukungan emosional setelah bayi lahir, bukan hanya sebagai support system, tapi sebagai individu. Penanganan terbaik baby blues pada ayah berupa dukungan, komunikasi, istirahat, dan bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater jika dibutuhkan.
Dalam website Teman Bumil dan Parenting juga tersedia fitur Psikolog Corner, di mana Mums dan Dads bisa berkonsultasi dengan psikolog profesional. Pada fitur tersebut, Mums dan Dads akan mendapatkan bimbingan dalam hal perilaku anak, parenting, hingga kesehatan mental.
Referensi
International Journal of Environmental Research and Public Health. 2023."Postpartum Blues in Fathers: Prevalence, Associated Factors, and Impact on Father-to-Infant Bond"


