Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang Benar dan Aman

Dipublish: Senin, 15 Juni 2026 16:01 WIB

Diperbarui: Minggu, 14 Juni 2026 20:17 WIB

Ibu menggendong bayinya
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr Retma Rosela Nurkayanty

Menggendong bayi baru lahir tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada tata cara menggendong bayi yang benar dan aman untuk si Kecil. Itu sebabnya, bagi mereka yang belum tahu cara menggendong bayi yang benar, sebaiknya tidak memaksakan diri daripada terjadi kesalahan. 


Selain ukuran tubuhnya yang sangat kecil, leher bayi baru lahir belum kuat untuk menopang kepalanya sendiri. Tidak hanya tubuhnya, leher dan kepala bayi juga jadi perhatian penting dalam menggendongnya. 



Mengapa Teknik Menggendong yang Benar Sangat Penting?

Karena memahami teknik menggendong yang benar begitu penting, tim medis memberikan materi khusus cara menggendong bayi kepada para calon orang tua jelang kelahiran anaknya. 


Studi dalam Frontiers in Pediatrics (2024) menemukan bahwa kontak skin-to-skin dan posisi menggendong yang stabil aman dilakukan bahkan pada bayi yang membutuhkan perawatan neonatal, selama kepala, leher, dan jalan napas bayi ditopang dengan baik. 


Penelitian ini menunjukkan bahwa posisi menggendong yang tepat membantu menjaga kestabilan denyut jantung, suhu tubuh, dan kadar oksigen bayi. 


Berikut ini beberapa alasan mengapa cara menggendong bayi yang benar sangat dibutuhkan: 


1. Menjaga keamanan leher dan kepala bayi 

Bayi baru lahir belum mampu mengontrol gerakan kepala. Jika tidak ditopang dengan baik, leher bayi bisa mengalami tekanan berlebihan yang akan sangat membahayakan si Kecil. 


2. Aman dan nyaman untuk bayi 

Bayi merasa nyaman ketika digendong dengan penuh kehangatan, ketenangan, dan rasa aman. Detak jantung serta suara napas orang tua yang didengarkan si Kecil memberikan ketenangan yang dibutuhkan. 


3. Mendukung bonding orang tua dan anak  

Bonding terjadi saat menggendong bayi. Inilah momen penting yang dapat memperkuat ikatan emosional orang tua dan anak. Sentuhan fisik memberikan kehangatan, kasih sayang, dan kedekatan yang tiada gantinya. 


4. Mengurangi tangisan bayi 

Menggendong adalah salah satu cara untuk meredakan tangisan bayi. Saat ada dalam gendongan, seketika tangisnya berhenti. Ini bukti bahwa bayi merasa nyaman dan terlindungi dalam gendongan. 


5. Membantu perkembangan emosi bayi 

Bayi yang sering mendapatkan respons melalui sentuhan, pelukan dalam gendongan, cenderung merasa lebih aman secara emosional. 


Posisi Menggendong yang Aman untuk Bayi 0–3 Bulan

Ketika menggendong bayi baru lahir, fokus utamanya bukan hanya pada badan, melainkan pada menopang kepala dan leher bayi yang masih belum stabil. 


Berikut ini posisi menggendong yang aman untuk bayi usia 0-3 bulan: 


1. Gendongan pelukan

Atau disebut dengan Cradle Hold sebagai bentuk menggendong paling umum, yaitu memeluk bayi. Caranya letakkan kepala bayi di lekukan siku, gunakan lengan untuk menopang punggung dan bokong bayi. Pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuhnya lalu dekatkan tubuh bayi ke dada orang tua. Cocok untuk menenangkan bayi yang rewel, saat menyusui, maupun ketika akan menidurkan bayi. 


2. Menggendong di bahu 

Posisi menggendong di bahu ini akan membantu bayi bersendawa setelah menyusu. Caranya, tempelkan tubuh bayi ke dada atau bahu, topang kepala dan leher bayi dengan satu tangan. Lalu gunakan tangan lain menopang bokong bayi. Pastikan wajah bayi tidak tertutup bahu atau pakaian agar jalan napas tetap terbuka.


3. Football Hold

Posisi ini sering digunakan saat menyusui, terutama pasca operasi caesar. Cara melakukannya: tubuh bayi berada di samping tubuh orang tua seperti memegang bola, kepala bayi ditopang oleh telapak tangan, dan tubuh bayi berada di atas lengan.


4. Upright hold

Bayi digendong dalam posisi tegak menghadap dada orang tua. Manfaat besar sekali, mulai dari membantu bayi lebih nyaman setelah menyusu, mengurangi gumoh ringan, juga membantu bayi melihat lingkungan sekitar. 


Langkah Menggendong Bayi dengan Tangan Kosong

Menggendong tidak selalu dengan alat bantu berupa kain atau gendongan khusus bayi. Menggendong tetap bisa dilakukan, sekalipun dengan tangan kosong. Berikut ini caranya: 

1. Cuci tangan terlebih dahulu

Biasakan sebelum menyentuh bayi, selalu cuci tangan terlebih dulu. Pastikan tangan bersih untuk mengurangi risiko penularan kuman dan bakteri. 


2. Perlahan dekati bayi

Dekati bayi secara perlahan karena gerakan mendadak dapat membuatnya kaget. 


3. Selalu topang kepala dan leher

Ingat, selalu topang kepala dan leher. Caranya adalah dengan menyelipkan satu tangan di bawah kepala dan leher bayi, lalu tangan lainnya menopang bokong dan punggungnya.


4. Angkat bayi perlahan

Angkat tubuh mungil si Kecil secara perlahan dan dekatkan ke dada agar lebih stabil.


5. Jaga posisi wajah bayi

Pastikan hidung dan mulut bayi tidak tertutup oleh tangan, pakaian, atau dada orang tua agar bayi dapat bernapas dengan bebas.


6. Gunakan posisi tubuh yang nyaman

Saat menggendong berdirilah dengan stabil, hindari membungkuk terlalu lama, gunakan kedua tangan bila perlu. 


7. Posisi duduk 

Jika belum percaya diri, cobalah menggendong sambil duduk terlebih dahulu.


Kesalahan Umum Saat Menggendong Bayi yang Harus Dihindari


Ada sejumlah kesalahan saat menggendong bayi yang perlu dihindari, di antaranya: 


1. Tidak menopang kepala bayi

Ini merupakan kesalahan paling umum dan berisiko pada bayi baru lahir. Terutama oleh mereka yang sebelumnya tidak pernah menggendong bayi.


2. Terlalu longgar

Menggendong terlalu longgar sangat berbahaya karena bisa membuat bayi tergelincir. 


3. Menutup wajah bayi

Posisi wajah yang tertutup kain, baju, atau dada dapat mengganggu pernapasan si Kecil.


4. Sambil beraktivitas 

Hindari menggendong sambil melakukan aktivitas lain yang cukup berbahaya, seperti memasak, membawa minuman panas, naik kendaraan tanpa pengaman, maupun berlari atau bergerak terlalu cepat. 


5. Mengguncang bayi terlalu keras 

Mengayun terlalu kuat dapat berbahaya bagi otak bayi. Selalu lakukan gerakan lembut dan perlahan.


6. Membungkuk saat mengangkat bayi

Gunakan lutut untuk membantu mengangkat, bukan hanya membungkukkan pinggang agar tubuh tetap stabil.


Mums, menggendong bayi baru lahir dengan benar dan aman sangat penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus melindungi tubuh bayi yang masih sangat ringkih. Kunci utamanya, selalu topang kepala dan leher bayi, jalan napas tetap terbuka, pastikan posisi tubuh bayi stabil. 


Selain memberikan rasa aman, momen menggendong menjadi cara mempererat bonding antara orang tua dan bayi. Mums juga dapat melihat informasi panduan merawat bayi baru lahir di website Teman Bumil dan Parenting.



Referensi : 

Frontiers in Pediatrics. 2024.Skin-to-skin transfer from the delivery room to the neonatal unit for neonates of 1,500g or above: a feasibility and safety study. 


Kasih Saran, Yuk!