Kehamilan di usia 40 tahun ke atas semakin sering terjadi, terutama di kalangan perempuan modern yang menunda kehamilan karena pendidikan, karier, atau alasan pribadi.
Public figure seperti Annisa Pohan juga menjadi salah satu contoh ibu yang merasakan pengalaman hamil kembali di usia matang (44 tahun), menunjukkan bahwa kehamilan pada usia ini bukan hal yang mustahil.
Namun secara medis, tubuh perempuan mengalami banyak perubahan setelah usia 35–40 tahun, sehingga kehamilan harus direncanakan dengan ekstra cermat. Kalau Mums menjalani kehamilan di usia di atas 40 tahun, apa yang perlu dipersiapkan untuk menghindari risiko yang harus diwaspadai?
Mengapa Kehamilan Usia 40+ Perlu Perhatian Khusus?
Secara biologis, usia 40 tahun adalah fase ketika cadangan sel telur menurun sangat signifikan. Wanita terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas, dan angka ini terus turun seiring bertambahnya usia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology


