Menghadapi pasangan yang sering marah membutuhkan ketenangan tingkat tinggi. Kalau keduanya punya batas kesabaran pendek, bencana yang akan terjadi. Namun, harus keselamatan adalah yang utama. Jika kemarahan pasangan sudah bersifat agresif, saatnya bersikap tegas dan memprioritaskan keamanan.
Ada banyak sebab mengapa seseorang punya sumbu pendek alias mudah meledak dan marah. Beberapa penyebabnya antara lain karena cara didik atau pola asuh saat ia kecil. Anak akan mempelajari apa yang ia lihat dari orang tuanya. Selain itu ada faktor kepribadian yang bersangkutan, alias memang sudah bawaan dari lahir.
Nah, yang penting adalah menghadapi pasangan yang sering marah. Apakah harus tetap tenang? Atau kita lawan dengan cara khusus? Simak artikel lengkapnya ya biar Mums atau Dads punya startegi menghadapi pasangan yang suka marah-marah!
Apakah Marah itu Normal?
Penelitian yang dipublikasikan di PubMed (2017) menyatakan bahwa kemarahan adalah reaksi


