Memulai pagi hari biasa sangat menantang bagi orang tua yang punya anak usia sekolah, terutama TK atau SD kelas bawah (kelas 1-3). Ada anak yang sudah tidak sabar bertemu teman-temannya, sehingga mudah saja dibangunkan untuk berangkat ke sekolah, termasuk menjalani rutinitas pagi: mandi, ganti baju, dan sarapan.
Sebaliknya ada sebagian anak yang tidak selalu siap menjelang pergi ke sekolah. Susah bangun, mandi harus nangis dulu, sementara waktu cepat berlalu. Mums kadang hilang kesabaran dan anak pergi ke sekolah dalam kondisi belum siap. Apakah Mums mengalaminya?
Ada tips bagaimana setidaknya mengurangi keruwetan di pagi hari, dan membuat anak siap ke sekolah tanpa drama.
Anak Siap Sekolah, Orang Tua Juga Harus Siap
Pergi ke sekolah bukan hanya memerlukan kesiapan dari si anak. Orang tua juga harus siap menghadapi rutinitas seperti menyiapkan sarapan, bekal, seragam, perlengkapan sekolah, hingga mengatur jadwal anak.
Karena itu, tidak perlu menuntut semuanya berjalan sempurna sejak hari pertama. Yang terpenting, bantu anak kembali membangun rutinitas secara bertahap. Pastikan ia cukup tidur, makan dengan baik, memahami rutinitas pagi, dan merasa didukung oleh orang tua.
Dengan persiapan yang tepat, anak dapat menjalani hari-hari sekolah dengan lebih percaya diri, nyaman, dan siap belajar.
Tips Agar Anak Selalu Siap Pergi Sekolah Setiap Hari
Lakukan tips berikut agar pagi hari Mums lebih ringan dan tidak penuh tekanan:
1. Perbaiki pola tidur anak
Di akhir pekan, atau selama libur, waktu tidur dan bangun anak biasanya menjadi lebih larut. Jangan menunggu malam sebelum sekolah dimulai untuk mengembalikan jadwal tidur seperti semula.
Tidur yang cukup penting untuk kesehatan sekaligus kemampuan anak dalam belajar. Anak yang cukup tidur cenderung lebih mampu berkonsentrasi, menyerap informasi baru, dan mengikuti kegiatan di kelas dengan baik.
Anak usia 5–12 tahun umumnya membutuhkan sekitar 9–12 jam tidur setiap malam, sedangkan remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam. Jika jadwal tidur selama liburan jauh berbeda dari rutinitas sekolah, mulailah mengaturnya setidaknya seminggu sebelum sekolah dimulai. Perubahan yang cukup besar sebaiknya dilakukan secara bertahap, misalnya dengan memajukan waktu tidur sekitar 15 menit setiap dua atau tiga hari.
2. Latih rutinitas pagi sebelum sekolah
Pagi hari bisa menjadi waktu yang cukup sibuk. Apalagi jika anak dan orang tua belum terbiasa kembali dengan rutinitas sekolah. Seminggu sebelum sekolah dimulai, cobalah berlatih menjalani rutinitas pagi seperti hari sekolah. Misalnya:
Bangun menggunakan alarm
Bangun tepat waktu
Mandi dan berpakaian
Sarapan
Menyiapkan tas sekolah
Menyikat gigi dan melakukan kebersihan diri
Memastikan semua perlengkapan sekolah sudah siap
Ajak anak memahami apa saja yang harus dilakukan dan kapan waktunya. Latihan sederhana ini dapat membuat anak lebih terbiasa sehingga pagi hari terasa tidak terlalu terburu-buru.
3. Pahami kekhawatiran anak
Tidak semua anak yang terlihat bersemangat sebenarnya bebas dari rasa khawatir. Anak mungkin merasa cemas karena akan masuk kelas baru, bertemu guru baru, mencari teman baru, atau berada di lingkungan sekolah yang berbeda. Bahkan, pengalaman kurang menyenangkan di tahun sebelumnya bisa membuat anak membawa kekhawatiran ketika kembali ke sekolah.
Luangkan waktu untuk mengobrol dengan anak. Tanyakan apa yang paling ia nantikan dan apa yang membuatnya merasa khawatir. Dengarkan ceritanya tanpa langsung menghakimi atau menganggap kekhawatirannya sebagai sesuatu yang sepele.
Dengan mengetahui apa yang dirasakan anak, orang tua akan lebih mudah memberikan dukungan yang sesuai.
4. Buat lingkungan sekolah terasa familiar
Jika sekolah mengadakan kegiatan seperti masa orientasi, pertemuan orang tua dan guru, atau acara untuk mengenalkan lingkungan sekolah, usahakan anak mengikutinya.
Mengenal lingkungan sebelum hari pertama dapat membantu mengurangi rasa cemas.
Untuk anak yang lebih kecil, orang tua bisa mengajak anak melihat ruang kelas, mengenal guru, dan mengetahui siapa saja teman sekelasnya. Sementara untuk anak yang lebih besar, mengenal lokasi kelas, ruang tertentu, hingga memahami jadwal pelajaran dapat membuat mereka lebih percaya diri ketika sekolah dimulai.
5. Ajak anak lebih sering ke “mode belajar”
Ketika beraktivitas di rumah, salah satu cara sederhana untuk menjaga kemampuan belajar anak adalah membaca. Dorong anak memilih buku yang benar-benar menarik minatnya. Jika ada mata pelajaran yang sebelumnya cukup sulit, orang tua juga bisa mengajak anak mengulas kembali materi yang akan dipelajari hari itu.
Coba lima cara tersebut Mums, intinya semua kembali ke kebiasaan dan rutinitas. Jika Mums sudah membiasakan anak untuk siap pergi ke sekolah bahkan sejak sekolah belum dimulai, maka akan tercipta rutinitas yang kemungkinan akan terekam dalam pikiran anak. Selamat mencoba!
Referensi:
Clevelandclinic. How to Prepare kids for school.


