Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu, termasuk suhu udara yang lebih tinggi, berpotensi meningkatkan risiko penyebaran infeksi dengue atau lebih dikenal masyarakat dengan DBD. Infeksi virus dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan rata-rata kasus DBD dalam lima tahun terakhir meningkat hampir tiga kali lipat pada 20 tahun terakhir, dengan siklus puncak kasus yang kini terjadi lebih cepat, dari sekitar 10 tahun menjadi 3 tahun atau kurang.
Dikutip dari Dengue (2026), penyakit ini tidak lagi bersifat musiman, melainkan ada sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Mengenali gejala dengue penting untuk mencegah kefatalan dan diimbangin dengan melakukan pencegahan.
Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengendalian lingkungan, peningkatan kesadaran, hingga pemanfaatan inovasi kesehatan sebagai bagian dari perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap DBD.
Gejala Infeksi Dengue pada Anak
Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menekankan bahwa DBD


