Kejang demam bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini memang terbilang lumrah. Ada anak-anak yang memang rentan mengalami kejang demam. Ketika kondisi ini terjadi, Mums pasti panik menghadapinya. Menurut Journal of the American College of Emergency Physicians (JACEP), kejang demam adalah hal yang umum terjadi, jumlah anak yang mengalaminya mencapai hingga 5% di Amerika Serikat.
Kejang demam seringkali dianggap oleh orang tua sebagai peristiwa yang mengancam jiwa, sehingga kejang demam menjadi alasan umum kunjungan ke unit gawat darurat. Ada kekhawatiran kejang demam akan menyebabkan kerusakan saraf permanen atau epilepsi di masa depan.
Dikutip dari Jurnal Pediatric Neurology, kejang demam terjadi karena hasil interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan. Menghadapi anak kejang demam adalah salah satu pengalaman paling menakutkan dan traumatik bagi orang tua. Tubuh si Kecil yang tiba-tiba kaku, tersentak, atau tidak sadarkan diri, pasti bikin panik siapa pun yang melihatnya. Menangani kejang demam harus tepat, minimal penanganan pertama di rumah sebelum anak dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: Pilihan Obat Demam yang Aman untuk Anak
Tanda-tanda Kejang Demam pada Anak
Mums, kejang demam itu tidak sama dengan epilepsi, umumnya anak akan pulih dari kejang demam sepenuhnya, tanpa efek jangka panjang. Beberapa anak mungkin tampak mengantuk setelah kejang, sementara yang lain kembali terlihat normal dalam beberapa menit.
Kejadian kejang demam ini paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Terutama anak usia 12-18 bulan. Namun risiko akan meningkat jika ada riwayat keluarga, anak pernah mengalami kejang demam sebelumnya, 1 dari 3 anak akan mengalami kejang demam berulang. Maupun anak yang mengalami kejang demam sebelum usia 15 bulan. Memasuki usia 5 tahun, kejang demam akan berhenti.
Cara Menghadapi Anak Kejang Demam
Di tengah kepanikan, satu hal yang mesti dipahami bahwa kejang demam pada umumnya tidak berbahaya, sering kali akan berhenti dengan sendirinya. Juga tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.
Kejang demam terjadi pada anak-anak mengalami demam di atas 380C (100,40F). Durasi kejang biasanya berlangsung hanya beberapa menit dan akan berhenti dengan sendirinya, meskipun demamnya mungkin tetap berlanjut.
Berikut ini cara menghadapi anak kejang demam :
1. Tetap tenang
Walaupun kejang demam bikin panik, tapi sebisa mungkin hadapi dengan tenang. Panik hanya akan membuat Mums melakukan sesuatu yang tidak penting bahkan membahayakan anak. Ingat, kejang demam akan hilang dengan sendirinya.
2. Baringkan anak di permukaan yang aman
Letakkan atau baringkan anak dengan lembut di area yang datar seperti di lantai atau tempat tidur, jauhkan dari benda keras atau tajam yang bisa melukainya.
3. Miringkan tubuh anak
Putar tubur anak ke satu sisi untuk mencegah muntah atau air liur masuk ke saluran napas.
4. Longgarkan pakaian
Longgarkan pakaian anak terutama di area leher dan dada agar si Kecil bisa bernapas dengan lega. Pastikan area leher dan dada tidak tertekan pakaian ketat.
5. Amati pernapasan anak
Sepanjang kejang demam, perhatikan apakah anak tampak kesulitan dalam bernapas atau wajahnya berubah menjadi kebiruan.
6. Catat durasi kejang
Durasi kejang demam sangat penting bagi dokter dalam menegakkan diagnosa. Catat atau ingat-ingat durasinya, jika memungkinkan gunakan stopwatch atau perkirakan lamanya.
7. Tetap tenang dan dampingi anak
Kejang demam pada anak biasanya akan berhenti dalam 1-3 menit. Meski dapat berlangsung sampai 5 menit. Dampingi anak selama kejang tersebut, untuk memantau perkembangannya sambil menunggu pemeriksaan medis.
8. Berikan obat penurun panas
Setelah kejang berhenti, tenangkan anak, biasanya mereka akan mengantuk. Lalu ukur suhu tubuhnya. Berikan obat penurun panas bila anak sudah sadar.
9. Hubungi dokter
Untuk evaluasi penyebab kejang demam pada anak, segera hubungi dokter.
Jangan Lakukan ini Saat Anak Kejang Demam
Tidak bisa dipungkiri, saat panik mendapati anaknya kejang demam, sering kali Mums melakukan hal-hal yang justru berbahaya. Mums, saat anak kejang demam, jangan lakukan ini :
1. Menahan gerakan anak secara paksa
Sebab saat kejang, tubuh anak akan bergerak tidak terkontrol. Menahan gerakannya hanya akan membuat cedera pada otot atau tulang. Biarkan kejang berhenti dengan sendirinya sambil memastikan area sekitar aman.
2. Memasukkan benda ke mulut anak
Biasanya saat anak kejang orang tua akan memasukkan endok, jari, atau benda lain ke mulut anak. Anak tidak akan menelan lidahnya. Memasukkan benda ke mulutnya justru dapat menyebabkan anak tersedak atau melukai mulutnya.
3. Memberikan obat penurun panas ketika kejang sedang berlangsung
Jika harus memberikan obat panas, tunggu kejangnya berhenti, agar anak tidak tersedak. Selain pemberian obat penurun panas, bisa juga kompres dengan air dingin agar suhu tubuhnya turun. Tapi lakukan ini setelah kejangnya reda.
4. Menyiram atau memandikan anak dengan air dingin
Kondisi ini tidak akan membantu, justru kemungkinan membahayakan anak saat kejangnya masih berlangsung.
Mums, kejang demam pada anak memang tampak menakutkan, namun sebenarnya merupakan hal umum yang biasa terjadi pada anak dan tidak ada efek jangka panjang. Dengan mengetahui langkah-langkah yang tepat, orang tua daoat membantu anak melewati kejang demam dengan aman dan mencegah dampak buruk yang tidak diingikan.
Sekali lagi, tetap tenang saat anak kejang demam. Lindungi dari cedera dan segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebab dan perawatan yang tepat. Mums bisa berkonsultasi secara online di aplikasi Teman Bumil.
Baca juga: Cara Mengukur Suhu Anak saat Demam
Referensi :
Pediatric Neurology. Febrile Seizures: A Systematic Review of Different Guidelines
Journal of the American College of Emergency Physicians (JACEP). Febrile seizures: A review


