Bayi Meninggal Saat Sleep Training, Jangan Tinggalkan Bayi Menangis Terlalu Lama

Rabu, 13 Mei 2026 15:03 WIB

Bayi menangis di crib

Informasi artikel ditinjau oleh

dr Retma Rosela Nurkayanty

Mums, belum lama ini, media sosial dihebohkan oleh sebuah video tragis tentang bayi berusia empat bulan yang meninggal dunia setelah dibiarkan menangis selama dua jam di crib bayi. Kejadian ini terjadi karena orang tua bayi ingin menerapkan metode sleep training dan hanya memantau bayi melalui CCTV dari kamar bayi. Sang ibu mengira bayinya sudah tertidur karena tangisannya berhenti, tetapi kenyataannya bayi tersebut sudah tidak bernyawa saat diperiksa.

Kematian bayi yang mendadak ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena dikaitkan dengan sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS, yang juga disebut crib death, adalah kematian mendadak dan tidak terduga pada bayi sehat di bawah usia satu tahun yang tidak dapat dijelaskan meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Kejadian ini sering terjadi saat bayi sedang tidur.

Tapi sebelum panik, penting untuk memahami satu hal bahwa bukan “sleep training”-nya yang berbahaya, melainkan cara penerapannya yang tidak tepat.


Kasus-kasus yang dikaitkan dengan sleep training umumnya bukan karena metodenya, tetapi karena faktor lain seperti posisi tidur yang tidak aman, lingkungan tidur yang berisiko, ssia bayi yang belum siap untuk dilatih, dan seperti kasus di atas karena bayi ditinggalkan terlalu lama tanpa pemantauan. Hal-hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga kematian mendadak pada bayi.

Artikel ini akan mengupas tentang SIDS, penyebab dan cara mencegahnya. 

Mengenal Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

Studi di NCBI (2026) Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) didefinisikan sebagai kematian mendadak dan tak terduga pada bayi berusia kurang dari 1 tahun yang tetap tidak dapat dijelaskan setelah penyelidikan menyeluruh, termasuk peninjauan riwayat klinis, pemeriksaan tempat kejadian kematian, dan otopsi lengkap. SIDS merupakan penyebab utama kematian di antara bayi berusia 1 hingga 12 bulan di Amerika Serikat.

Penyebab SIDS yang Perlu Diwaspadai

Menurut Mayoclinic (2025), penyebab SIDS dibedakan menjadi dua, yaitu faktor fisik dan faktor tidur. Namun faktor-faktor penyebab ini bervariasi dari satu anak ke anak lainnya.


Faktor fisik

Faktor fisik yang terkait dengan SIDS meliputi:

1. Cacat otak

Beberapa bayi lahir dengan masalah yang membuat mereka lebih mungkin meninggal karena SIDS. Pada banyak bayi ini, bagian otak yang mengontrol pernapasan dan bangun dari tidur belum cukup berkembang untuk berfungsi dengan baik.

2. Berat badan lahir rendah

Lahir prematur atau menjadi bagian dari kelahiran kembar meningkatkan kemungkinan bahwa otak bayi belum sepenuhnya berkembang saat lahir. Bayi mungkin memiliki kontrol yang lebih sedikit atas proses otomatis seperti pernapasan dan detak jantung.

3. Infeksi pernapasan

Banyak bayi yang meninggal karena SIDS baru saja menderita flu. Flu dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Faktor tidur

Faktor yang terkait dengan SIDS adalah faktor tidur yang meliputi:

  • Posisi tidur bayi. Bayi yang ditempatkan dalam posisi ini untuk tidur mungkin mengalami lebih banyak kesulitan bernapas daripada bayi yang ditempatkan telentang.

  • Barang-barang di tempat tidur bayi, dan kondisi lainnya dapat meningkatkan risiko SIDS. Contohnya meliputi:

  • Tidur di permukaan yang empuk. Berbaring telungkup di atas selimut tebal, kasur empuk, atau kasur air dapat menghalangi jalan napas bayi.

  • Tidur sekamar. Risiko SIDS meningkat jika bayi tidur di ranjang yang sama dengan orang tua, saudara kandung, atau hewan peliharaan. Namun, mungkin akan membantu jika bayi tidur di ranjang terpisah di ruangan yang sama dengan orang tua. Hal itu tampaknya menurunkan risiko SIDS.

  • Kepanasan. Suhu tubuh yang terlalu tinggi saat tidur dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi.


Apakah Ada Kaitannya dengan Sleep Training yang Salah?

Dalam kasus yang viral, penyebab bayi meninggal adalah karena bayi menangis terlalu lama. Bayi usia 4 bulan meninggal dunia setelah dibiarkan menangis selama 2 jam saat menerapkan metode sleep training. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan diskusi penting mengenai keamanan metode sleep training


Menerapkan metode sleep training yang tidak tepat, dengan membiarkan bayi menangis terlalu lama tanpa respon (terutama pada usia yang terlalu dini) dapat menyebabkan stres tinggi pada bayi. 

Saat melakukan sleep training, hindari melakukan kesalahan yang berisiko berikut ini:

1. Posisi Tidur Tidak Aman

Bayi tidur tengkurap atau miring bisa meningkatkan risiko sesak napas. Mums harus memastikan untuk selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang.


2. Lingkungan Tidur Berbahaya

Bantal, guling, selimut tebal, atau boneka di tempat tidur bayi bisa menutup saluran napas. Tempat tidur bayi seharusnya hanya asur datar dan permukaannya rata dan tidak empuk, tanpa benda tambahan.


3. Sleep Training Terlalu Dini

Bayi di bawah 4 bulan belum siap secara fisiologis untuk sleep training. Di usia ini, bayi masih butuh respons cepat dari orang tua sehingga sebaiknya tidur satu kamar denagn orang tua, di crib. 


4. Metode yang Terlalu Ekstrem

Membiarkan bayi menangis terlalu lama tanpa pengecekan bisa berisiko, terutama jika ada kondisi tertentu.


5. Kurangnya Pemantauan

Bayi tetap perlu dipantau, meskipun sedang dilatih tidur mandiri. Jadi, jika diterapkan dengan tepat, sleep training amat. Sleep training tidak sama dengan “membiarkan bayi begitu saja”. Metode yang aman tetap melibatkan pemantauan berkala , pendekatan bertahap, dan feksibel sesuai dengan kondisi bayi.

Pencegahan SIDS 

Tidak ada cara pasti untuk mencegah SIDS. Tetapi Mums dapat membantu bayi  tidur lebih aman dengan mengikuti tips berikut:


1. Tidur telentang

Pastikan untuk selalu menggunakan posisi telentang setiap kali Anda atau orang lain menidurkan bayi selama tahun pertama kehidupannya. Posisi ini tidak akan diperlukan lagi setelah bayi  dapat berguling ke kedua arah tanpa bantuan.

Jangan menidurkan bayi dalam posisi tengkurap atau miring. Beri tahu pengasuh untuk hanya menggunakan posisi tengkurap ketika bayi dan pengasuh berada di ruangan yang sama dan keduanya terjaga. Periode singkat "tummy time" membantu bayi membangun kekuatan otot. Tetapi bayi tidak boleh ditinggalkan sendirian selama tummy time.

2. Gunakan kasur yang kokoh dan rata

Pastikan kasur tidak miring lebih dari 10 derajat. Hindari meletakkan bayi di atas bantalan tebal dan empuk, seperti kulit domba atau selimut tebal. Jangan tinggalkan bantal, mainan empuk, atau boneka di dalam boks bayi. Benda-benda tersebut dapat menyebabkan masalah pernapasan jika wajah bayi menempel pada benda-benda tersebut.

3. Jangan membuat bayi kepanasan

Untuk menjaga bayi tetap hangat, cobalah menggunakan kantung tidur. Atau pakaikan bayi pakaian berlapis-lapis daripada menggunakan selimut. Jangan menutupi kepala bayi dengan apapun.

4. Biarkan bayi tidur di kamar Mums

Jika memungkinkan, bayi  sebaiknya tidur di kamar Mumda, tetapi tidak di ranjang yang sama. Biarkan bayi tidur sendiri di boks bayi atau keranjang bayi dengan kasur yang dirancang untuk tempat tidur bayi. Bayi sebaiknya tidur di kamar yang sama dengan orang tuanya setidaknya selama enam bulan.

5. Ranjang dewasa tidak aman untuk bayi

Bayi dapat terjebak dan mati lemas di antara bilah sandaran kepala. Itu adalah ruang antara kasur dan rangka tempat tidur. Bayi juga dapat terjebak di ruang antara kasur dan dinding. Dan bayi dapat mati lemas jika orang tua yang sedang tidur secara tidak sengaja berguling dan menutupi hidung dan mulut bayi.

Kesimpulan

Kematian bayi mendadak atai SIDS disebabkan banyak faktor, bukan karena penerapan sleep training yang salah. Meskipun sleep training itu bagus, namun orang tua tetap wajib mengawasi dan responsif. Menerapkan metode sleep training yang tidak tepat, dengan membiarkan bayi menangis terlalu lama tanpa respon (terutama pada usia yang terlalu dini) dapat menyebabkan stres tinggi pada bayi. 


Referensi

NCBI. 2026. Sudden Infant Death Syndrome

Mayoclinic. 2025. Sudden Infant Death Syndrome https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-infant-death-syndrome/symptoms-causes/syc-20352800


Kasih Saran, Yuk!