Saat hamil muda, tiba-tiba muncul keinginan untuk makan makanan yang aneh atau tidak biasa? Bahkan buah atau makanan yang tidak sedang musimnya. Itulah definisi ngidam saat hamil. Ngidam merupakan hal yang cukup umum selama kehamilan. Walaupun kadang cukup merepotkan.
Biasanya ngidam muncul sejak trimester pertama, dan pada banyak ibu hamil mulai terasa menjelang akhir trimester pertama. Namun demikian, tidak ada patokan pasti kapan ngidam dimulai maupun berapa lama durasinya berlangsung.
Kenapa Ibu Hamil Bisa Ngidam?
Hingga saat ini sebenarnya belum ada penyebab pasti kenapa ibu hamil bisa ngidam. Para peneliti menduga bahwa ngidam dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature Reviews Endocrinology (2023) menunjukkan bahwa perubahan pola makan selama kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan hormon, perubahan indra penciuman dan pengecap, kebutuhan energi, serta faktor psikologis dan budaya.
Ngidam ternyata tidak selalu makanan “aneh”. Buah, cokelat, cake, dan es krim justru termasuk yang paling sering dilaporkan. Penelitian dengan 659 ibu hamil dalam jurnal Ultrasound in Obstetrics & Gynecology (2024) menemukan bahwa 53,4% mengalami food craving selama kehamilan. Makanan yang paling sering diidamkan antara lain buah sebanyak 31,6%, cokelat sebanyak 18,6%, cake sebanyak 10%, dan es krim sebanyak 9,4%
Menariknya, perempuan yang mengalami craving juga memiliki kenaikan berat badan selama kehamilan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tanpa craving.
Namun demikian, belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan semua jenis ngidam. Berikut ini beberapa faktor yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu kenapa ibu hamil bisa ngidam:
1. Perubahan hormon
Melonjaknya hormon kehamilan seperti hCG, estrogen, dan progesteron ikut berpengaruh pada nafsu makan, rasa, penciuman, dan preferensi terhadap makanan. Inilah salah satu alasan mengapa makanan yang biasanya biasa saja tiba-tiba terasa sangat menggoda. Tidak heran bila ibu hamil cenderung ingin makanan dengan rasa yang cukup, seperti makanan pedas maupun makanan asam.
2. Sensitifnya indera penciuman dan pengecapan
Saat hamil indera penciuman dan pengecapan lebih sensitive sehingga bau dan rasa makanan tertentu bisa terasa jauh lebih kuat akibatnya, makanan yang sebelumnya biasa saja, tiba-tiba terasa sangat menggoda. Sementara makanan favorit bikin mual.
3. Faktor psikologis dan kebiasaan makan
Keinginan yang begitu kuat atau ngidam makanan tertentu juga dapat dipengaruhi oleh suasana hati, lingkungan, juga pengalaman makan, termasuk budaya makan yang ikut andil.
4. Bukan soal kekurangan nutrisi
Tidak ada kaitan antara ngidam dan kekurangan nutrisi. Hanya mitos belaka yang mengatakan setiap ngidam menunjukkan tubuh kekurangan zat tertentu. Faktanya, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang membenarkan hal tersebut.
Durasi Ngidam Berbeda-beda
Mums, tidak ada durasi yang pasti terkait durasi atau berapa lama ngidam dialami oleh seorang ibu hamil. Secara umum, ngidam atau craving ini dapat muncul pada trimester pertama dan akan lebih kuat pada trimester kedua, kemudian cenderung menurun ketika memasuki trimester ketiga dan menjelang persalinan.
Itu sebabnya setelah melahirkan, keinginan terhadap makanan tertentu atau ngidam, biasanya akan hilang dengan sendirinya. Saat itulah seorang ibu merasa heran, mengapa sebelumnya ia begitu menggebu-gebu saat menginginkan suatu makanan tertentu yang membuatnya ngidam saat hamil.
Pertanyaan berikutnya terkait ngidam adalah, haruskah dituruti semua keinginan makanan tertentu?
Jawabannya, boleh saja asal tetap bijak dan memperhatikan kandungan nutrisi dan manfaat dari makanan itu sendiri terhadap ibu hamil dan janin yang ada dalam kandungannya. Jika makanan tersebut terlalu ekstrem, misalnya terlalu pedas atau asam, sebaiknya dihindari karena dapat berdampak buruk pada ibu dan kehamilannya.
Intinya, selama tubuh nyaman, silakan saja ngidam makanan tertentu. Namun, perhatikan nutrisi, dampaknya, dan porsinya. Selama aman untuk ibu hamil, silakan saja,
Mums, yang perlu diingat terkait ngidam ini adalah jangan sampai hanya karena ngidam makanan tertentu membuat pola makan bergizi seimbang ibu hamil menjadi terabaikan.
Pada akhirnya, ngidam bukan sekadar keinginan bayi untuk makan makanan tertentu, melainkan merupakan kombinasi perubahan hormon, indera pengecap dan penciuman, serta faktor psikologis selama kehamilan. Yang penting, jangan sampai ngidam membuat pola makan bergizi selama kehamilan terabaikan, dan tidak terlepas dari kebiasaan atau budaya makan yang selama ini dijalani.
Referensi :
1. Nature Reviews Endocrinology. 2023. Metabolic and feeding adjustments during pregnancy.
2. Ultrasound in Obstetrics & Gynecology. 2024. Food cravings and their nutritional and clinical aspects during pregnancy.


