Saat anak sakit gigi bisa sangat merepotkan karena rasa sakit yang tidak tertahankan dan mereka menangis dan merengek.
Sakit gigi pada anak umumnya disebabkan oleh gigi berlubang atau karies gigi, atau pada balita karena tumbuh gigi.
Pengobatan tradisional bisa menjadi pertolongan saat anak sakit gigi sembari menunggu jadwal ke dokter. Tujuannya membantu meredakan sakit gigi yang dirasakan Si Kecil. Ada beberapa obat sakit gigi tradisional yang sudah terbukti turun temurun cukup efektif membantu meredakan rasa sakit gigi yang tak tertahankan. Salah satunya kumur air garam hangat.
Pilihan Obat Sakit Gigi Tradisional
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit gigi pada anak. Selain dengan pengobatan medis atau ke dokter gigi, Mums dapat melakukan pertolongan pertama mengatasi sakit gigi pada anak dengan menggunakan obat atau cara tradisional yang cukup efektif.
Penggunaan bahan herbal atau tradisional dalam pengobatan sakit gigi memang bukan hal baru. Bahkan sebuah systematic review yang dimuat dalam International Journal of Dentistry (2025) menemukan 21 studi mengenai agen fitoterapi untuk nyeri dalam bidang kedokteran gigi. Dalam hal ini cengkeh atau minyak cengkeh yang mengandung eugenol termasuk bahan dengan bukti efek analgesik yang cukup menjanjikan.
Namun, peneliti juga menekankan bahwa masih diperlukan uji klinis yang lebih besar, standardisasi sediaan, dosis yang jelas, dan data keamanan jangka panjang. Jadi, hasil ini belum cukup untuk menyatakan minyak cengkeh sebagai obat sakit gigi rumahan yang aman untuk semua anak.
Selain cengkeh atau minyak cengkeh yang masih dalam proses penelitian, berikut ini beberapa obat sakit gigi tradisional yang dapat membantu meredakan nyeri pada anak :
1. Kumur air garam hangat
Untuk anak yang sudah cukup besar dan bisa berkumur tanpa menelan, air garam hangat dapat menjadi pilihan sederhana. Caranya mudah, campurkan sedikit garam ke dalam segelas air hangat, kemudian minta anak berkumur dan membuangnya.
Cara ini dapat membantu membersihkan area mulut dan memberikan rasa nyaman pada gusi yang sedang teriritasi. American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) juga menyarankan berkumur dengan air garam hangat sebagai pertolongan awal pada anak yang mengalami sakit gigi. Ingat, jangan diberikan pada bayi atau anak yang belum mampu berkumur dan membuang air dengan baik.
2. Kompres dingin dari luar pipi
Jika sakit gigi disertai bengkak ringan, kompres dingin pada bagian luar pipi dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Gunakan es yang dibungkus kain, bukan es yang ditempelkan langsung ke kulit. Kompres selama beberapa menit, lalu beri jeda.
3. Teh pepermint
Mums, teh pepermint dapat digunakan untuk mematikan rasa nyeri dan menenangkan gusi yang sensitif. Biarkan teh celup peppermint yang bekas digunakan agak hangat, lalu tempelkan pada area gigi yang sakit.
Sebaliknya, dapat digunakan pula untuk mendinginkan area tersebut, caranya masukkan kantong teh bekas ke dalam freezer selama beberapa menit hingga dingin, lalu tempelkan kantong tersebut pada gigi. Kandungan senyawa menthol yang ada dalam teh peppermint bersifat analgesik dan antibakteri sehingga mampu membantu meredakan sakit gigi.
4. Bawang putih
Selama ribuan tahun, bawang putih telah dikenal dan digunakan karena khasiatnya yang memiliki sifat antibakteri. Selain mampu membunuh bakteri berbahaya penyebab plak gigi, bawang putih juga berfungsi sebagai pereda nyeri. Hancurkan satu siung bawang putih hingga menjadi pasta, lalu oleskan pada area yang sakit.
6. Ekstrak vanila
Ekstrak vanila mengandung alkohol yang dapat membantu mematikan rasa nyeri. Sifat antioksidannya yang telah terbukti juga menjadikannya bahan penyembuh yang efektif. Untuk menggunakan cara ini, oleskan sedikit ekstrak vanila pada jari atau kapas. Tempelkan langsung pada area yang sakit beberapa kali sehari.
7. Daun jambu biji
Daun jambu biji memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menyembuhkan luka. Daun ini juga memiliki aktivitas antimikroba yang dapat membantu menjaga kesehatan mulut. Ada dua cara yang dapat digunakan, yaitu mengunyah daun jambu biji segar atau masukkan daun jambu biji yang telah dihancurkan ke dalam air mendidih untuk dijadikan obat kumur.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Mums, jika sakit gigi semakin parah atau disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius, sangat penting untuk segera periksakan diri ke dokter gigi agar bisa ditangani dengan tepat. Banyak kasus sakit gigi memerlukan penanganan medis.
Jangan menunggu obat tradisional bekerja jika anak mengalami salah satu atau lebih dari gejala-gejala berikut ini :
Demam
Kesulitan bernapas atau menelan
Nyeri umum yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari
Pipi atau rahang membengkak
Nyeri saat menggigit
Gusi bengkak yang tampak sangat merah
Keluarnya cairan atau nanah yang berbau tidak sedap
Sulit membuka mulut
Anak tampak sangat lemas
Sakit gigi setelah mengalami benturan atau cedera
Infeksi
Mums, itulah beberapa obat sakit gigi tradisional yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi sakit gigi pada Si Kecil. Namun, air garam hangat maupun kompres dingin sifatnya hanya pertolongan sementara untuk membuat anak lebih nyama.
Cengkeh juga memiliki kandungan eugenol yang dapat memberikan efek anestetik, tetapi penggunaannya pada anak harus sangat hati-hati karena dapat mengiritasi jaringan mulut. Yang paling penting, jangan hanya menghilangkan sakitnya, melainkan cari tahu penyebabnya. Sakit gigi yang berulang atau menetap pada anak sebaiknya diperiksa dokter gigi agar masalahnya tidak semakin berat.
Referensi :
International Journal of Dentistry. 2025. Analgesic Efficacy of Phytotherapeutic Agents in Dental Pain Management: A Systematic Review.


