Bayi baru lahir menghabiskan sekitar 50% waktu tidurnya dalam fase REM (Rapid Eye Movement), yang melibatkan peningkatan gerakan, mimpi yang jelas, dan kedipan mata yang cepat. Karena itu bayi sering ngulet atau menggeliat merupakan hal yang normal.
Seiring pertumbuhan dan kekuatan bayi, durasi menguletnya semakin berkurang. Karena posisi tidurnya sudah lebih bervariasi. Sudah bisa tidur tengkurap setelah bayi bisa berguling.
Mengulet atau menggeliat
Secara definisi bahasa, mengulet atau menggeliat adalah gerakan tubuh seperti meregangkan tangan dan kaki, melengkungkan badan, memutar tubuh, atau mengejan ringan. Sementara menggeliat biasanya terlihat seperti bayi bergerak terus-menerus saat tidur atau saat sedang berbaring.
Gerakan mengulet pada bayi ini biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi disertai dengan satu atau lebih kondisi lain, di antaranya : wajah memerah, suara “ehh” atau gumaman kecil yang terdengar lembut, gerakan kaki menendang atau menghentak.
Atau tangan ikut bergerak mengikuti gerakan mengulet itu sendiri, juga tubuhnya melengkung atau seperti berbelok, maupun tampak seperti mengejan yang membuat wajahnya memerah seketika.
Pada bayi baru lahir, sistem saraf dan otot masih berkembang. Karena itu, gerakan tubuh yang dihasilkan sering kali belum terkontrol sepenuhnya.
Alasan di balik bayi sering mengulet
Sama seperti orang dewasa, bayi juga sering ngulet atau menggeliat.Banyak orang tua merasa khawatir ketika bayi sering ngulet, menggeliat, mendengus, melengkungkan badan, atau bergerak aktif saat tidur.
Padahal, menurut penelitian dari Journal of Perinatology (2025) kondisii ini dalam banyak kasus merupakan bagian normal dari perkembangan bayi. Bayi baru lahir memang memiliki pola tidur, sistem saraf, dan sistem pencernaan yang masih berkembang. Karena itu, mereka sering tampak meregangkan tubuh, mengangkat kaki, mengejan kecil, meringis, atau menggeliat saat tidur maupun saat terjaga.
Berikut ini beberapa alasan mengapa bayi sering mengulet :
1. Siklus tidur belum stabil
Bayi memiliki fase tidur lebih pendek dari orang dewasa. Satu siklus tidur bayi hanya sekitar 50 menit, dan sekitar 50% waktu tidurnya berada pada fase REM (Rapid Eye Movement), yaitu fase tidur ringan yang ditandai dengan peningkatan gerakan, mimpi yang jelas, dan kedipan mata yang cepat. Pada bayi prematur, fase REM bahkan bisa mencapai 70–80% dari total waktu tidur.
Bahkan, bayi bisa menghabiskan sekitar separuh waktu tidurnya dalam fase tidur aktif. Inilah sebabnya bayi sering terlihat gelisah meski sebenarnya masih tidur nyenyak. Karena itu, bayi memang terlihat lebih “gelisah” saat tidur dibanding orang dewasa.
2. Sistem pencernaan masih berkembang
Bayi mengulet ada kaitannya dengan sistem pencernaan. Karena saluran cernanya masih beradaptasi pada bayi baru lahir, maka gas dalam perut, dorongan BAB, atau proses mencerna ASI maupun susu formula membuat bayi banyak mengejan dan mengangkat kaki. Dua hal ini yang sering kali menyertai bayi mengulet.
3. Refleks alami
Ada banyak refleks alami yang dimiliki bayi baru lahir, salah satunya mengulet. Kadang gerakan refleks kejut membuat bayi tampak seperti mengulet atau bergerak tiba-tiba. Jadi, ini sesuatu yang normal pada bayi baru lahir.
4. Belajar menggerakkan tubuh
Perlahan kemampuan motoriknya berkembang. Mengulet dan menggeliat adalah bagian dari perkembangan motorik si Kecil. Mengulet dan gerakan yang menyertainya adalah cara bayi melatih otot tubuhnya.
6. Cara berkomunikasi
Bayi mengulet adalah salah satu bentuk komunikasi sebagai bahasa tubuhnya ketika membutuhkan sesuatu misalnya haus atau lapar. Saat mengulet di malam hari, bisa jadi bayi merasa lapar, mencari posisi yang nyaman, atau terbangun di akhir siklus tidurnya. Jadi, bayi mengulet adalah cara berkomunikasi tubuhnya tentang apa yang dirasakan dan dibutuhkan.
7. Bersiap berguling
Makin bertambah usianya, otot tubuh bayi makin kuat. Sehingga ia bisa mengubah posisi tidurnya, menggeliat lebih aktif, memiringkan tubuhnya, mencoba berguling ke salah satu sisi tubuhnya. Banyak bayi mengulet untuk bersiap-siap sebelum benar-benar bisa berguling atau tengkurap sendiri.
Bayi mengulet normal dan tidak normal?
Mums, walaupun bayi mengulet merupakan sesuatu yang normal dan bagian dari adaptasi serta tumbuh kembangnya, namun tidak sedikit orang tua yang khawatir jika bayi sering mengulet. Dalam hal ini orang tua takut si Kecil merasa sakit, tidak nyaman, atau mengalami gangguan tertentu karena terlalu sering mengulet.
Orang tua mesti paham kapan bayi mengulet masih dalam batas normal dan sebaliknya, kapan bayi mengulet sebagai tanda ada sesuatu yang terjadi pada tubuh mungilnya.
Berikut ini ciri-ciri bayi mengulet yang normal, umumnya jika ditandai oleh satu atau lebih indikasi berikut ini :
Bayi tetap mau menyusu, tidak ada masalah dalam menyusu
Berat badannya cenderung naik sesuai pertambahan usianya
Tidak ada demam yang dirasakan
Tidak menangis berlebihan
Tidak ada gangguan tidur
Warna kulit normal, tidak menunjukkan alergi tertentu
Buang air lancar tidak ada gangguan berarti
Durasi mengulet biasanya sebentar saja
Tidak tampak kesakitan terus menerus
Sementara itu, bayi mengulet yang perlu diwaspadai atau tidak normal, ditandai dengan ciri-ciri :
Menangis terus menerus dan sulit ditenangkan
Perut tampak sangat kembung
Muntah berulang atau muntah hijau
Kesulitan atau tidak mau menyusu
Disertai demam, napas cepat atau sesak
Gerakan tampak seperti kejang, tubuh kaku
Berat badan sulit naik
BAB berdarah
Mums, gejala-gejala tersebut menjadi indikasi bahwa si Kecil mengalami masalah yang cukup serius. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Namun sebaliknya, jika bayi mengulet biasa saja tanpa ada gejala penyerta, tidak usah panik. Sebab itu tanda normal dan akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Referensi :
Journal of Perinatology. 2025. General movement assessments in neonates born with congenital gastrointestinal anomalies: a single site, retrospective study.


