Menghadapi bayi dengan kulit sensitif bisa membuat Mums galau dan khawatir. Kulit bayi mudah merah dan gatal, tentu membuat bayi Mums tidak nyaman dan rewel. Bayi yang rewel lalu kurang tidur, tentu akan menggangu proses tumbuh kembangnya.
Menurut penelitian, kulit bayi dan anak 30% cenderung lebih tipis jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa dan masih belum optimal mengunci kadar air (Stamatas GN, et al. 2010). Lapisan pelindung kulit (skin barrier) nya pun masih berkembang, sehingga kulit anak dan bayi lebih rentan mengalami kekeringan dan iritasi. Hal ini yang menjadi salah satu alasan orang tua butuh produk yang bisa mengatasi masalah kulit pada si Kecil.
Untungnya, saat ini ivovasi di bidang produk perawatan kulit bayi sudah mementingkan perlindungan skin barrier ini.
Apa Itu Skin Barrier?
Kulit bayi bukan hanya lapisan terluar tubuh, tetapi juga menjadi pelindung utama terhadap berbagai faktor dari lingkungan. Namun, dibandingkan kulit orang dewasa, kulit bayi masih dalam tahap berkembang sehingga lebih tipis, lebih sensitif, dan lebih mudah mengalami gangguan. Karena itu, menjaga skin barrier atau lapisan pelindung kulit menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan kulit bayi.
Skin barrier adalah lapisan paling luar kulit (stratum korneum) yang berfungsi seperti "tembok pelindung". Lapisan ini terdiri dari sel-sel kulit yang tersusun rapat dan lemak alami yang mengisi celah di antaranya.
Bayangkan skin barrier seperti dinding bata. Sel-sel kulit adalah batanya, sedangkan lemak alami seperti semen yang merekatkan bata tersebut. Jika "semen" ini rusak atau berkurang, dinding menjadi rapuh sehingga kulit lebih mudah mengalami masalah.
Pada bayi, skin barrier masih belum matang sempurna, terutama pada bayi baru lahir hingga usia sekitar 1 tahun. Akibatnya, kulit bayi lebih rentan terhadap iritasi dan kehilangan kelembapan.
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suteja, SpA menekankan bahwa masalah iritasi kulit ini bisa berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, sehingga penting untuk menjaga skin barrier ini.
"Karena jika skin barriernya bagus, anak nggak gampang terkena iritasi, dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga hormon growthnya juga berkembang baik. Bahkan bagi anak yang memiliki alergi, skin barriernya lebih rawan, sehingga mudah iritasi atau kemerahan," jelas dr. Ian.
Cara Menjaga Skin Barrier Bayi
Skin barrier membantu mengunci air di dalam kulit sehingga kulit tetap lembap dan kenyal. Jika lapisan ini rusak, air akan lebih mudah menguap (transepidermal water loss), sehingga kulit menjadi kering, kasar, mengelupas, dan mudah pecah-pecah.
Salah satu cara menjaga skin barrier pada bayi adalah dengan rutin mengoleskan pelembab “Pelembap bagi kulit bayi itu sangat penting. Pelembap membantu mempertahankan kelembapan kulit dan memperkuat fungsi skin barrier," ujar dr. Ian.
Pelembab yang bagaimana yang cocok untuk menjaga skin barrier pada bayi? Menurut dr. Ian, orang tua bisa menggunakan pelembap yang mengandung Ceramide, Colloidal Extract, dan Lactobacillus Ferment Lysate. Ini adalah formula terbaru pelembab khusus bayi dan anak, yang sudah teruji klinis, yang dikembangkan Gently Baby.
Teknologi yang menggabungkan Ceramide, Colloidal Extract, dan Lactobacillus Ferment Lysate dalam satu formula inidisebut Cera-Care Biome Technology, sebuah teknologi yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma pada kulit, sehingga membantu merawat dan menjaga kulit sensitif bayi dan anak.
Dalam peluncuruan produk terbaaru Gently Baby ini, Nyoman Anjani sebagai CEO sekaligus Co-Founder dari GENTLY Baby mengatakan, "Momen ini bukan sekadar menghadirkan produk dengan teknologi baru, tetapi juga menjadi langkah baru bagi GENTLY Baby untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi perawatan kulit bayi yang tidak hanya gentle, berbasis sains, tetapi juga terbukti manfaatnya melalui uji klinis. Semoga dengan adanya Cera-Care Biome Technology dengan formula yang lebih lengkap ini, bisa menjawab kebutuhan orang tua untuk menciptakan kulit yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.”
Sebelum akhirnya secara resmi diperkenalkan kepada publik, teknologi ini juga telah melalui uji klinis bersama salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan juga telah dilakukan uji hypoallergenic, dermatologically tested, dan uji formula kepada panelis terlebih dahulu untuk membuktikan teknologi dan formula yang lembut, terbukti bermanfaat, dan berkualitas tinggi. Serta sudah mendapatkan sertifikasi halal, yang tentunya bisa menjadi pilihan orang tua di Indonesia.

Cara Mencegah Masalah Kulit Bayi
Setelah skin barrier kulit bayi sehat, maka Mums perlu menjaga kesehatan kulit bayi dan anak. Berikut tips yang bisa Mums terapkan:
1. Pilih sabun atau pembersih yang diformulasikan khusus untuk bayi dengan kandungan yang lembut dan tidak membuat kulit menjadi kering.
2. Oleskan pelembab secara rutin, tentu saja yang terbukti bisa menjaga kesehatan skin barrier. Waktu terbaik mengoleskan pelembap adalah setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembap.
3. Hindari mandi terlalu lama. Mandi terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit. Sebaiknya gunakan air hangat suam-suam kuku dan batasi waktu mandi sekitar 5–10 menit.
4. Pilih pakaian yang nyaman. Gunakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, yang mudah menyerap keringat dan tidak menimbulkan gesekan berlebihan pada kulit bayi.
5. Segera ganti popok yang basah. Paparan urine dan feses yang terlalu lama dapat merusak skin barrier di area popok dan meningkatkan risiko ruam popok.
Nah, Mums tidak perlu lagi bingung dan resah saat kulit si Kecil bermasalah. Lakukan perawatan dengan benar, dan pilih produk yang tepat. Ingat ya Mums, kulit yang sehat akan dukung tumbuh kembang si Kecil.


