Beberapa negara di belahan bumi utara kini menghadapi lonjakan kasus influenza yang signifikan, terutama varian yang dikenal dengan istilah superflu, yang didominasi oleh Influenza A H3N2 subclade K.
Musim flu ini tidak hanya menunjukkan kenaikan kasus biasa, tetapi tingkat penularan dan jumlah penderita yang tinggi telah menjadi perhatian utama otoritas kesehatan global.
Situasi ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga dilaporkan terjadi di negara lain di Asia dan Eropa, bahkan sudah masuk ke Indonesia. Kemenkes menyatakan, meskipun sudah masuk beberapa kasus di Indonesia, namun masih terkendali.
Apa Itu Superflu?
Istilah superflu akhir-akhir ini muncul di pemberitaan untuk menggambarkan varian influenza yang menyebar cepat dan luas, terutama Influenza A H3N2 subclade K yang dominan di musim flu tahun 2025 dan 2026 ini.
Secara klinis, superflu bukan jenis virus baru yang belum pernah ada sebelumnya, melainkan bagian dari virus influenza yang sudah dikenal namun memiliki mutasi dan kemampuan penyebaran tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut mampu menular lebih cepat antar orang, meskipun tidak selalu lebih ganas secara langsung.
Apakah Kita Harus Khawatir dengan Penyebaran Superflu?
Beberapa alasan superflu menjadi sorotan:
1. Peningkatan kasus global
Superflu ini menyebabkan lonjakan drastis kasus influenza di Amerika Serikat dengan jutaan infeksi dan puluhan ribu rawat inap serta ribuan kematian terkait flu selama musim ini.
2. Penyebaran cepat
Varian virus H3N2 kini dominan di banyak wilayah, dengan tingkat positif tes yang tinggi pada populasi yang diuji.
3. Variabilitas geografi
Kasus serupa juga dilaporkan di negara lain seperti Jepang dan beberapa bagian Asia, serta tekanan pada layanan kesehatan di berbagai negara Eropa.
4. Rendahnya cakupan vaksinasi influenza
Vaksin influenza belum dijangkau sebagian besar penduduk bumi ini. Rendahnya tingkat vaksinasi influenza di beberapa negara memperparah kemungkinan transmisi virus.
Dampak Superflu pada Anak-Anak dan Ibu Hamil
Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 6 bulan atau memiliki komorbid (penyakit penyerta) seperti asma, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan imun, sangat rentan terhadap komplikasi akibat influenza. Anak dengan penyakit menyertai memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia dan komplikasi serius jika terinfeksi influenza tipe A.
Selain itu, sebantar lagi anak-anak sudah kembali kesekolah, dikhawatirkan terjadi penularan cepat di sekolah atau TK. Lingkungan yang memungkinkan anak saling berdekatan ini dapat mempercepat penularan virus . Sayangnya, anak di bawah 6 bulan belum dapat menerima vaksin influenza secara langsung, sehingga perlindungan pasif sangat penting.
Selain pada anak, ibu hamil juga termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi serius jika terinfeksi influenza. Menurut berbagai organisasi kesehatan, kondisi imun ibu hamil yang naik turun membuat ibu hamil lebih mudah sakit dan lebih berisiko mengalami hasil kehamilan yang buruk akibat flu.
Beberapa efek potensialnya:
Bahaya bagi ibu: Peningkatan risiko rawat inap, kesulitan pernapasan, dan komplikasi serius lainnya.
Bahaya bagi janin: Infeksi influenza pada ibu tanpa perlindungan yang cukup dapat memengaruhi perkembangan janin atau meningkatkan risiko komplikasi pada masa neonatal.
Strategi Perlindungan dan Pencegahan yang Efektif
Berikut strategi atau langkah yang direkomendasikan untuk melindungi anak-anak dan ibu hamil dari superflu:
1. Vaksinasi Influenza Tahunan
Vaksinasi tetap menjadi langkah utama dalam mengurangi risiko terkena influenza berat:
Pada anak: Anak usia 6 bulan ke atas dianjurkan imunisasi influenza setiap musim flu. Vaksin ini terbukti efektif mengurangi risiko hospitalisasi dan komplikasi berat pada anak.
Pada ibu hamil: Ibu hamil bisa mendapatkan vaksin influenza pada trimester mana pun, dan penelitian menunjukkan vaksin ini melindungi bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan melalui antibodi pasif yang diteruskan dari ibu.
Studi dalam JAMA Pediatrics menunjukkan bahwa vaksinasi flu selama kehamilan menurunkan kunjungan ke IGD dan rawat inap pada bayi di bawah 6 bulan secara signifikan. Studi dari menunjukkan bahwa vaksin influenza pada ibu dapat mengurangi risiko infeksi pada bayi sampai 55,5% dalam beberapa bulan pertama kehidupan.
2. Praktik Kebersihan dan Etika Batuk yang Baik
Virus influenza menyebar melalui droplet dan kontak langsung, sehingga langkah pencegahan sederhana seperti:
Mencuci tangan dengan sabun secara teratur
Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin (menggunakan siku atau tisu)
Meningkatkan ventilasi ruang dalam rumah
Menghindari kerumunan ketika flu sedang tinggi
Semua itu adalah metode yang efektif untuk menekan penyebaran virus.
3. Masker di Lingkungan Risiko Tinggi
Penggunaan masker terutama saat berada di kerumunan atau di dekat orang sakit membantu mengurangi penularan. Meskipun belum wajib, masker tetap direkomendasikan saat flu melonjak.
4. Dukungan Nutrisi dan Gaya Hidup Sehat
Gizi yang cukup, tidur yang berkualitas, dan olahraga ringan membantu meningkatkan daya tahan tubuh pada anak dan ibu hamil, sehingga tubuh lebih mampu melawan infeksi.
5. Konsultasi dengan Dokter
Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala flu, terutama pada anak dengan komorbid atau ibu hamil. Penanganan influenza secara dini bisa menurunkan risiko komplikasi serius.
Lonjakan kasus influenza atau superflu musim ini menandakan bahwa virus influenza masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di musim yang dingin. Anak-anak dan ibu hamil termasuk kelompok yang paling membutuhkan perlindungan.
Dengan langkah-langkah perlindungan, risiko bagi kelompok rentan dapat ditekan secara signifikan, sehingga kesehatan anak-anak dan ibu hamil dapat tetap terjaga di tengah lonjakan influenza yang sedang berlangsung.
Referensi:
Tempo. kemenkes-fenomena-super-flu-di-indonesia-masih-terkendali
PubMed. Effectiveness of seasonal influenza vaccines in children
JAMA Network. Influenza vaccine effectiveness among children: test-negative design.
NEJM. Effectiveness of Maternal Influenza Immunization in Mothers and Infants


