Ketika orang tua atau pengasuh kewalahan dengan tangis bayi yang tiada henti, terkadang tanpa sadar akan mengguncang bayi dengan keras yang bertujuan menghentikan tangisannya. Alih-alih berhenti menangis, yang terjadi justru sesuatu yang berbahaya.
Yaitu sesuatu yang disebut dengan Shaken Baby Syndrome (SBS). Sebuah kondisi yang tidak disadari karena terjadi di tengah kekalutan orang tua maupun pengasuh. Kenali lebih jauh Shaken Baby Syndrome agar dapat mencegahnya sedini mungkin.
Bahaya Mengancam di Balik Shaken Baby Syndrome
Shaken Baby Syndrome yang dikenal juga dengan istilah lain yaitu Abusive Head Trauma (AHT) merupakan suatu cedera otak serius yang diakibatkan oleh guncangan keras pada bayi maupun balita.
International Journal of Molecular Sciences (2024) menyebutkan bahwa cedera akibat SBS dapat terjadi hanya dalam beberapa detik setelah bayi diguncang dengan keras. Gaya akselerasi-deselerasi menyebabkan robekan pembuluh darah retina dan kerusakan jaringan saraf. Cedera retina dapat menjadi salah satu tanda awal Abusive Head Trauma yang memerlukan evaluasi medis segera.
Dalam bahasa awam, sindrom ini dikenal sebagai trauma kepala akibat kekerasan atau cedera kepala yang disengaja. Tidak tanggung-tanggung, benturan keras ini dapat membuat sel-sel otak anak hancur. Bentuk kekerasan terhadap anak ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen bahkan kematian.
Fatalnya, bahaya SBS ini disebabkan oleh bayi yang memiliki otot leher yang lemah dan tidak dapat menopang berat kepalanya. Jika bayi diguncang dengan keras, otaknya akan bergerak maju mundur di dalam tengkorak. Hal ini menyebabkan memar, bengkak, dan perdarahan.
Sindrome ini biasanya terjadi ketika orang tua atau pengasuh mengguncang bayi atau balita dengan keras karena frustrasi atau marah. Hal ini sering terjadi karena anak tidak berhenti menangis.
Yang tidak kalah penting untuk dipahami adalah komplikasi dari sindrom ini. Bahkan guncangan singkat pada bayi dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat dipulihkan. Banyak anak yang terkena sindrom bayi terguncang meninggal dunia.
Anak-anak yang selamat dari SBS ini pun perlu perawatan medis seumur hidup. Terutama untuk kondisi seperti kebutaan sebagian atau total, keterlambatan perkembangan, kesulitan belajar dan perilaku, kejang atau epilepsi, hingga cerebral palsy, gangguan yang memengaruhi gerakan dan koordinasi otot.
Gejala Shaken Baby Syndrome
Ada beberapa gejala yang khas dari Shaken Baby Syndrome ini, di antaranya:
Rewel atau mudah marah yang ekstrem
Kesulitan untuk tetap terjaga
Mengalamai masalah pernapasan
Nafsu makan buruk
Muntah
Kulit pucat atau berubah warna
Kejang
Kelumpuhan
Koma
Selain itu, mungkin si Kecil memang tidak tampak tanda-tanda cedera secara fisik pada tubuh bagian luarnya. Namun bisa jadi ia mengalami cedera atau masalah yang tidak terlihat secara kasat mata, di antaranya:
Pendarahan di otak dan mata
Kerusakan sumsum tulang belakang
Patah tulang rusuk, tengkorak, kaki, dan tulang lainnya
Pada kasus Shaken Baby Syndrome yang ringan, anak-anak mungkin tampak baik-baik saja setelah diguncang. Namun, bukan tidak mungkin ia mengalami masalah kesehatan atau perilaku seiring bertambahnya waktu.
Faktor Risiko Shaken Baby Syndrome
Masalah ini terjadi bukan tanpa sebab atau risiko yang melatarbelakanginya. Berikut ini hal-hal yang dapat meningkatkan risiko orang tua atau pengasuh mengguncang bayi dengan keras dan menyebabkan sindrom ini terjadi:
Orang tua atau pengasuh yang tidak mengerti risiko mengguncang bayi dengan keras
Bayi menangis tanpa henti
Memiliki bayi yang lahir premature atau memiliki kebutuhan medis
Menjadi orang tua muda atau orang tua tunggal
Stres karena KDRT, penyalahgunaan zat adiktif, kecanduan alkohol, situasi keluarga yang tidak stabil
Depresi, riwayat perlakukan buruk masa kecil
Cegah Shaken Baby Syndrome Sejak Dini
Kondisi ini sangat mungkin dicegah sejak dini, salah satunya melalui kelas pendidikan orang tua baru. Hal ini dapat membantu orang tua lebih memahami bahaya mengguncang bayi terlalu keras. Kelas-kelas tersebut juga dapat memberikan kiat untuk menenangkan bayi yang menangis tiada henti dan mengelola stres pada orang tua maupun pengasuh bayi.
Ketika bayi yang menangis tidak dapat ditenangkan, Mums atau pengasuh mungkin tergoda untuk mencoba apa saja agar tangisannya berhenti. Tetapi penting untuk selalu memperlakukan bayi dengan lembut apa pun situasi dan kondisinya. Mengguncang bayi, apa pun bentuk dan alasannya, tidak pernah dibenarkan.
Jika orang tua mengalami kesulitan mengelola emosi atau stres menjadi orang tua, carilah bantuan professional kesehatan atau konselor kesehatan mental. Mums, jangan pernah mendiamkan, apalagi menganggap hal ini adalah masalah sepele. Sebab jika tidak dikelola dengan baik, bisa berakibat fatal pada anak, salah satunya SBS ini.
Jika menggunakan jasa pengasuh anak, pastikan ia mengetahui bahaya SBS ini. Informasi yang sama juga mesti dipahami oleh orang dewasa lainnya di rumah, seperti saudara kandung maupun kakek-nenek. Semakin banyak yang memahami, semakin berkurang risiko terjadinya SBS ini.
Mums, Shaken Baby Syndrome merupakan cedera otak serius yang terjadi akibat bayi diguncang dengan keras. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, gangguan perkembangan, kecacatan, bahkan kematian. Karena itu, penting bagi setiap orang tua maupun pengasuh untuk memahami bahwa mengguncang bayi bukanlah cara yang aman untuk menghentikan tangisan.
Apabila merasa kewalahan menghadapi bayi yang terus menangis, lebih baik letakkan bayi di tempat yang aman, tenangkan diri sejenak, lalu minta bantuan orang lain bila diperlukan. Dengan edukasi yang tepat, SBS dapat dicegah sehingga bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Referensi
International Journal of Molecular Sciences. 2024. An Update to Biomechanical and Biochemical Principles of Retinal Injury in Child Abuse


