Setelah proses persalinan selesai dan bayi mungil sudah terlahir ke dunia, seorang ibu memasuki fase baru dalam hidupnya. Sebuah awal dari perjalanan panjang peran Mums dalam merawat dan membesarkan si Kecil. Di sinilah beban tanggung jawab itu bermula yang terkadang tidak semua ibu mampu melewatinya dengan baik.
Artinya, ada tantangan besar bernama kesehatan mental seorang ibu baru yang sayangnya sering kali diabaikan. Sebab orang-orang di sekitar cenderung lebih fokus pada bayi, bukan pada sang ibu yang justru membutuhkan dukungan moral yang cukup.
Pentingnya Kesehatan Mental untuk Ibu Baru
Setelah melahirkan atau masa postpartum merupakan kondisi adaptasi yang cukup berat bagi seorang ibu. Selain proses pemulihan fisik yang perlu waktu, pada saat yang sama, seorang ibu mesti belajar menjalani peran baru sebagai orang tua yang penuh dengan tanggung jawab.
Pada saat bersamaan, urusan fisik dan psikis seorang ibu setelah melahirkan mengalami kondisi yang cukup berat bagi sebagian orang dan rentan terhadap kecemasan maupun depresi pasca melahirkan, yang dikenal dengan istilah baby blues. Itu sebabnya, perhatian, dukungan dari support system terutama orang-orang terdekat sangat dibutuhkan.
Terkait hal ini, sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan BMC Psychology (2024) menunjukkan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor pencegahan terpenting terhadap depresi dan kecemasan pada ibu setelah melahirkan. Ibu yang mendapatkan dukungan emosional dan bantuan dari pasangan maupun keluarga cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang menghadapi masa postpartum sendirian.
Kondisi ini tak lepas dari perubahan hormon estrogen dan progesterone yang cukup drastis setelah melahirkan, sehingga berpengaruh pada kondisi psikologis ibu melahirkan. Itu sebabnya, ibu rentan mengalami perubahan suasana hati menjadi lebih sensitif.
Situasi ini makin diperburuk oleh situasi di mana para ibu melahirkan umumnya mengalami kurang tidur karena mesti begadang menyusui bayinya, kelelahan merawat si Kecil, maupun tekanan sosial. Semua itu makin meningkatkan masalah kesehatan mental pada ibu baru pascamelahirkan.
Bentuk Gangguan Kesehatan Mental pada Ibu Melahirkan
Berikut ini beberapa bentuk gangguan kesehatan mental yang umumnya terjadi pada ibu baru, tak lama setelah melahirkan anaknya:
1. Baby blues
Kondisi ini biasanya muncul dalam beberapa hari pertama hingga sekitar dua minggu setelah melahirkan. Baby blues yang dialami ibu baru ditandai dengan beberapa ciri seperti mudah menangis tanpa sebab yang jelas, emosi tidak stabil, mudah cemas, sulit berkonsentrasi, juga mudah tersinggung. Kabar baiknya, dengan istirahat yang cukup dan dukungan dari keluarga, problem baby blues ini bisa pulih dengan sendirinya.
2. Depresi pascapersalinan
Perbedaan depresi pascapersalinan dengan baby blues terletak pada durasi dan gejalanya. Depresi pascapersalinan berlangsung lebih lama dan gejalanya lebih berat, seperti kesedihan yang terus-menerus, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, sulit menjalin kedekatan dengan bayi, gangguan tidur yang berat, dan perasaan tidak berharga. Bahkan muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi. Jika ibu yang baru melahirkan mengalami salah satu atau lebih gejala tersebut, jangan tunda konsultasi segera dengan profesional untuk mendapatkan terapi yang tepat.
3. Cemas berlebihan
Kecemasan berlebihan atau overthinking yang biasanya dialami oleh ibu baru melahirkan ditandai dengan terus-menerus merasa khawatir mengenai kesehatan bayi, kemampuan pengasuhan, hingga takut mengalami kesalahan dalam mengasuh si Kecil. Jika kecemasan tersebut berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Menjaga Kesehatan Mental untuk Ibu Baru
Tidak sedikit ibu baru yang khawatir mengalami gangguan kesehatan pascamelahirkan. Takut tidak mampu menjadi ibu yang baik, takut tidak bisa merawat bayi dan membesarkannya, takut terjadi sesuatu pada anaknya, atau takut melakukan kesalahan.
Jika kondisi ini berlangsung lama apalagi sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat ibu cemas tak berkesudahan, berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan mental untuk ibu baru yang perlu dipahami oleh orang-orang terdekat:
1. Berikan dukungan konkret
Bantu ibu baru menjalankan perannya dengan cara memudahkan atau menyiapkan kebutuhannya. Misalnya, menyiapkan makanan bergizi yang dibutuhkan selama masa pemulihan dan menyusui. Memastikan kebutuhan dasar lainnya terpenuhi.
2. Istirahat yang cukup
Begadang merawat bayi baru lahir serta menyusui intensif sepanjang hari dan malam tentu dapat menguras energi dan waktu tidur. Karena itu, pastikan ibu melahirkan mendapatkan istirahat yang cukup.
Sebab, kurang tidur jadi salah satu pemicu utama strea pada ibu pascamelahirkan. Meski sulit mendapatkan tidur panjang, cobalah tidur ketika bayi tidur. Jangan menggunakan waktu istirahat untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
3. Jangan ragu minta bantuan
Mums, mengurus bayi baru lahir bukanlah tugas yang mesti dilakukan sendirian. Bagaimana pun Mums butuh bantuan orang lain atau keluarga dekat. Karena itu jangan ragu meminta bantuan untuk meringankan tugas dan beban ibu baru lahir. Mintalah bantuan pasangan, orang tua, saudara, atau teman untuk menggendong bayi maupun mengerjakan tugas domestik lainnya.
4. Konsumsi makanan bergizi
Kebutuhan nutrisi ibu melahirkan dan menyusui tidak bisa diabaikan. Sebab asupan nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan di masa pemulihan juga mendukung kebutuhan nutrisi si Kecil. Perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, buah, dan protein, serta pastikan kebutuhan cairan terpenuhi.
5. Me time
Sesibuk apa pun merawat bayi baru lahir, ibu baru pascamelahirkan perlu me time untuk membantu memperbaiki suasana hati, pemulihan energi, hingga kebutuhan untuk merawat diri pascamelahirkan. Sejumlah aktivitas sederhana yang bisa dipilih untuk me time seperti mandi air hangat, membaca buku, mendengarkan musik favorit, jalan santai di sekitar rumah, atau menekuni hobi sekitar 15-30 menit.
Mums, itulah cara menjaga kesehatan mental untuk ibu baru pascamelahirkan. Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting dijaga agar ibu baru tetap sehat dan bugar membersamai buah hatinya. Anak-anak yang sehat dan bahagia tumbuh dari ibu yang sehat dan bahagia pula.
Referensi :
BMC Psychology. 2024. Social support as a coping resource for psychosocial conditions in postpartum period: a systematic review and logic framework.


