Merawat bayi baru lahir memang membutuhkan perhatian ekstra, termasuk dalam merawat tali pusarnya. Meski terlihat kecil, area tali pusar sangat sensitif dan rentan mengalami infeksi bila tidak dirawat dengan benar.
Karena itu, penting bagi orang tua memahami cara membersihkan dan merawat tali pusar bayi agar tetap sehat hingga lepas secara alami, biasanya lepas sekitar dua minggu setelah lahir.
Selain memperlakukan pangkal tali pusar bayi dengan lembut, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusar bayi baru lahir.
Apa Itu Tali Pusar dan Mengapa Perawatannya Penting?
Tali pusar merupakan penghubung vital antara janin dan plasenta selama kehamilan. Melalui tali pusar inilah bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi dari ibu. Setelah bayi lahir, tali pusar akan dipotong dan menyisakan sebagian kecil yang menempel pada pusar bayi. Sisa tali pusar ini nantinya akan mengering, berubah warna menjadi cokelat atau hitam, lalu lepas dengan sendirinya.
Di banyak negara atau daerah, tali pusar kerap dianggap istimewa. Dalam budaya Jawa, misalnya, tali pusar sangat dihormati dan sarat makna filosofis. Begitu tali pusar bayi lepas (puput), masyarakat Jawa biasanya menggelar Tradisi Puputan (atau Puput Puser). Momen ini dirayakan dengan doa dan menyajikan makanan khusus sebagai wujud syukur atas keselamatan sang bayi.
Di luar konteks budaya, perawatan tali pusar sangat penting karena area tersebut masih menjadi “jalan masuk” bagi kuman dan bakteri. Jika tidak dijaga kebersihannya, bayi berisiko mengalami infeksi yang dapat membahayakan kesehatannya.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Medicine (2022), jaringan tali pusar yang mati dapat menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri, terutama jika lembap dan terpapar bahan-bahan yang tidak bersih seperti kotoran, ramu-ramuan herbal, bedak bayi, dan lain-lain.
Kasus Sepsis neonatal, atau infeksi darah pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh perawatan tali pusar yang kurang baik, mengakibatkan kematian 2 hingga 9 juta bayi baru lahir di seluruh dunia setiap tahun. Makanya perawatan tali pusar ini menjadi sangat penting.
Cara Membersihkan dan Merawat Tali Pusat dengan Benar
Sisa tali pusar bayi perlu mengering sebelum lepas. Biasanya, sisa tali pusar akan lepas 1 hingga 3 minggu setelah lahir. Sementara itu, perlakukan area tersebut dengan lembut. Sesuai panduan di Mayoiclinic (2024) berikut ini perawatan tali pusar yang benar:
1. Jaga agar sisa tali pusar tetap kering
Jangan menutup tali pusar, tapi biarkan sisa tali pusar terkena udara untuk membantu mempercepatnya kering. Lipat bagian depan popok bayi ke bawah pusar agar tidak menutupi sisa tali pusar.
Atau potong sedikit bagian popok dengan gunting dan gunakan selotip untuk menutup tepinya. Setengah dari potongan selotip ditempelkan di bagian dalam popok dan setengahnya lagi di bagian luar popok.
2. Jangan mengoleskan alkohol atau cairan apapun
Tali pusar harus bebas dari cairan apapun kecuali air saat memandikan bayi. Cairan bening atau bercampur darah mungkin merembes keluar di sekitar sisa tali pusar. Jika Anda melihatnya, bersihkan dengan kapas basah.
Mums mungkin perlu menekan kulit di sekitar sisa tali pusar dengan lembut untuk menyerap semua cairan. Mums mungkin juga perlu sedikit menekuk sisa tali pusar. Kemudian, tepuk-tepuk hingga kering dengan kain bersih. Biarkan pangkal tali pusar terkena udara.
3. Bersihkan kotoran yang menempel pada tali pusar
Ini dapat membantu mencegah infeksi. Gunakan kain lap yang telah dibasahi sabun dan air untuk membersihkan bagian tali pusar yang kotor. Tepuk-tepuk hingga kering dengan kain bersih dan biarkan pangkal tali pusar terkena udara.
4. Mandikan dengan waslap
Ini bertujuan untuk menjaga pangkal tali pusar tetap kering daripada mandi dengan merendam seluruh badan bayi di bak. Saat mandi dengan waslap, usap atau tepuk area yang perlu dibersihkan. Gunakan waslap atau kain hangat dan lembap.
Mums dapat menambahkan sedikit sabun mandi jika mau. Kemudian, bilas area yang telah dibersihkan dengan sabun menggunakan waslap atau kain basah. Keringkan dengan handuk atau kain lap kering.
Jika pangkal tali pusar basah, tidak apa-apa. Tidak ada salahnya jika pangkal tali pusar basah.
5. Jangan menarik paksa
Biarkan pangkal tali pusar lepas dengan sendirinya. Jangan menarik pangkal tali pusar sendiri.
Berapa Lama Tali Pusat Bayi Lepas Secara Alami?
Pada umumnya, tali pusar bayi akan lepas sendiri dalam waktu sekitar 1–3 minggu setelah lahir. Prosesnya biasanya dimulai dari tali pusar yang mengering, mengecil, berubah warna menjadi kehitaman, lalu akhirnya terlepas.
Kecepatan lepasnya tali pusar bisa berbeda pada setiap bayi. Selama tidak ada tanda infeksi dan bayi tetap aktif menyusu, orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Setelah tali pusar lepas, area pusar mungkin masih tampak sedikit basah atau muncul bercak darah kecil. Hal ini umumnya masih normal dan akan membaik dalam beberapa hari.
Tanda Infeksi pada Tali Pusar
Orang tua perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut pada area tali pusar bayi:
Area sekitar pusar kemerahan dan meluas
Pusar tampak bengkak atau terasa hangat
Keluar cairan kuning atau nanah
Tali pusar mengeluarkan bau tidak sedap
Perdarahan terus-menerus atau darah keluar cukup banyak
Bayi tampak lemas, rewel berlebihan, atau demam
Bayi tidak mau menyusu
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera periksakan bayi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Mums, perawatan tali pusar bayi baru lahir sebenarnya tidak rumit. Kuncinya adalah menjaga area pusar tetap bersih, kering, dan tidak memberikan bahan apa pun tanpa anjuran medis. Dengan perawatan yang tepat, tali pusar umumnya akan lepas sendiri secara alami tanpa menimbulkan masalah.
Perhatian kecil dari orang tua dalam menjaga kebersihan tali pusar dapat membantu melindungi bayi dari risiko infeksi di awal kehidupannya.
Referensi
Mayoclinic.2024. Umbilical cord care: Do's and don'ts for parents
Medicine. 2022. An update on factors affecting umbilical cord care among mothers: A review


