Tanda Pasangan Mums NPD dan Bagaimana Menghadapinya

Dipublish: Kamis, 11 Juni 2026 14:46 WIB

Diperbarui: Kamis, 11 Juni 2026 14:59 WIB

Pria NPD mengintimidasi pasangannya
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Kalau dalam sebuah hubungan pernikahan ada pihak yang selalu menimpakan kesalahan kepada pasangannya, tidak pernah merasa salah, selalu memutarbalikkan kata-kata sampai pasangannya meminta maaf, bisa jadi ini adalah pernikahan dengan orang narsistik. 


Salah satu tanda orang yang sangat narsis adalah tidak mau diremehkan atau dikritik, karena hal itu mengancam harga diri mereka yang rapuh. Mereka juga bisa bertindak sangat berlebihan, bahkan bereaksi dengan agresif untuk melindungi citra diri mereka. 


Mengenali perilaku-perilaku ini dapat membantu Mums atau Dads menetapkan batasan demi kebahagiaan Mums atau Dads dan jika perlu mendapatkan dukungan yang dibutuhkan agar dapat lepas dari hubungan dengan orang narsistik.


Apa itu NPD?


Menurut jurnal NCBI (2024), Gangguan kepribadian narsistik (NPD) adalah kondisi psikologis kompleks yang ditandai dengan perilaku mengagungkan diri sendiri, angkuh,  kebutuhan untuk dipuja-puja, dan kurangnya empati dengan skala tidak wajar. Orang dengan kepribadian NPD ini sangat menyulitkan orang-orang yang terkoneksi dengannya, baik di dalam pernikahan maupun di tempat kerja. 

Mungkin sebagian besar dari kita pernah bersinggungan dengan orang yang tampak sombong, arogan, atau bahkan tidak disukai orang lain, tanpa tahu bahwa dia adalah NPD. 

NPD ini melekat erat dan bukan hanya sesekali. Artinya pola perilaku yang “sangat menyebalkan” itu berlangsung lama dan terjadi kapan saja di berbagai situasi atau konteks sosial.  Selain itu, NPD sering kali juga disertai dengan penyakit jiwa lainnya, yang dapat semakin memperburuk ondisi. 


Sejarah NPD


Istilah narsisme pertama kali dijelaskan oleh penyair Romawi Ovid dalam karyanya Metamorphoses: Buku III. Mitos ini berpusat pada Narcissus, karakter yang dikutuk untuk jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Namun, baru pada akhir tahun 1800-an narsisme digunakan untuk mendefinisikan suatu kondisi psikologis.


Psikolog Havelock Ellis pertama kali menggunakan istilah narsisisme pada tahun 1898 untuk menghubungkan deskripsi Narcissus dengan perilaku yang ia amati pada pasiennya. Tak lama kemudian, Sigmund Freud memberi label "libido narsistik" dalam bukunya Tiga Esai tentang Teori Seksualitas.



Psikoanalis Ernest Jones menggambarkan narsisisme sebagai cacat karakter. Pada tahun 1925, Robert Waelder menerbitkan laporan kasus pertama narsisisme patologis dan menggambarkannya sebagai "kepribadian narsistik."


9 Tanda-tanda Orang dengan Kepribadian NPD


Tanda-tanda narsisisme seringkali sulit dikenali pada tahap awal suatu hubungan, tetapi seiring waktu, tanda-tanda ini dapat terlihat lebih jelas. Terjebak dalam pernikahan dengan orang narsistik adalah ketika salah satu pasangan terus-menerus memprioritaskan kebutuhan sendiri, kurang empati, dan menggunakan manipulasi serta kontrol untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. 


Memahami pola-pola ini dapat membantu Mums mengenali kapan hubungan tersebut sudah tidak layak lagi dipertahankan, karena mengubah kepribadian NPD itu sangat mustahil. 


Menurut pakar di Sciencealert (2025), meskipun seseorang dengan NPD memiliki gangguan kesehatan mental seumur hidup, yang berarti tidak ada "penyembuhan" sama sekali, penelitian menunjukkan bahwa pengobatan dapat membantu mengelola gejalanya. Pengobatan narsisme biasanya dimulai dengan terapi bicara.


Berikut ini tanda pasangan kamu memiliki kepribadian narsistik menurut Duke Health (2022) yang disingkat “SPECIAL ME” untuk mengingat sembilan tanda NPD.


1. Sense of self-importance (merasa paling penting)

Orang dengan kecenderungan NPD sering merasa dirinya lebih hebat, lebih pintar, atau lebih penting dibanding orang lain. Mereka cenderung melebih-lebihkan pencapaian dan ingin diakui sebagai sosok yang istimewa, bahkan meskipun sebenarnya dia bukanlah siapa-siapa atau tanpa pencapaian yang sebanding. Tanda-tanda yang lebih spesifik adalah selalu ingin jadi pusat perhatian, sulit menerima kritik, dan merasa pendapatnya paling benar. 


2. Preoccupation with power, beauty, or success (haus kekuasaan dan citra diri)

Maksudnya orang ini terobsesi dengan kekuasaan, kecantikan, atau kesuksesan. Mereka sering dipenuhi fantasi tentang kesuksesan besar, kekuasaan, popularitas, kecantikan, atau kehidupan yang dianggap “sempurna”. Fokus hidupnya sering hanya pada pencitraan dan validasi eksternal. Mereka juga bisa sangat takut terlihat gagal atau biasa saja di mata orang lain.


3. Entitled (paling berhak)

Orang dengan NPD sering merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus tanpa mempertimbangkan orang lain. Mereka berharap kebutuhan dan keinginannya selalu diprioritaskan.

Ketika tidak diperlakukan sesuai ekspektasi, mereka bisa mudah marah atau merasa diperlakukan tidak adil. Contoh paling sederhana dari tanda-tanda NPD yang ini adalah tidak mau antre, merasa aturan tidak berlaku untuk dirinya, dan menuntut perlakuan spesial 



4. Can only be around people who are important or special (hanya mau bergaul dengan orang penting dan berkuasa)

Orang dengan kepribadian NPD biasanya hanya mau bergaul dengan orang-orang penting atau istimewa. Mereka cenderung memilih lingkungan sosial yang dianggap “bergengsi” atau dapat meningkatkan citra diri.


Dengan kata lain, ia selalu memandang orang lain berdasarkan status, popularitas, atau manfaat yang bisa diberikan. Contohnya:

  • Hanya ingin berteman dengan orang terkenal atau sukses 

  • Merasa lebih unggul dari orang biasa 

  • Menjauhi orang yang dianggap tidak “setara” 


5. Interpersonally exploitative for their own gain (mengekploitasi untuk keuntungan diri sendiri)

Salah satu ciri yang cukup kuat adalah memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi, tanpa terlalu memikirkan dampaknya bagi orang tersebut. Hubungan sering dijadikan alat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Misalnya, mendekati orang hanya saat butuh, memanipulasi demi keuntungan pribadi, dan tidak merasa bersalah setelah merugikan orang lain 



6. Arogan (sombong)

Orang dengan NPD sering terlihat meremehkan atau memandang rendah orang lain. Sikap ini muncul karena mereka merasa dirinya lebih unggul. Kesombongan bisa terlihat dari cara berbicara, merespons kritik, atau memperlakukan orang di sekitarnya.


7. Lack empathy (tidak punya empati)

Mereka cenderung kesulitan memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain. Fokus utamanya lebih kepada kebutuhan dan emosinya sendiri. Akibatnya, mereka bisa tampak dingin atau tidak peka dalam hubungan sosial.

Tanda yang kerap ditemui adalah tidak peduli atau mengabaikan perasaan orang lain, sulit meminta maaf dengan tulus  dan tidak memahami dampak perilakunya pada orang lain



8. Must be admired (suka dikagumi)

Orang NPS sangat suka dipuji atau dikagumi karena mereka sangat membutuhkan validasi dan kekaguman dari orang lain untuk menjaga rasa percaya dirinya. Mereka bisa merasa tidak nyaman jika tidak menjadi pusat perhatian atau tidak mendapatkan pujian.


9. Envious of others or believe that others are envious of them (iri dan merasa orang lain iri)

Iri hati terhadap orang lain atau percaya bahwa orang lain iri padanya adalah salah satu tanda NPD.  Orang tersebut sering merasa iri dengan pencapaian, kehidupan, penampilan, popularitas, atau keberhasilan orang lain.


Dengan gamblang mereka tidak suka melihat teman sukses, merasa kesal saat orang lain dipuji, dan sering membandingkan diri dan merasa tersaingi.  Selain itu, orang tersebut juga merasa dirinya begitu hebat atau spesial sampai menganggap orang lain iri kepadanya.



Cara Menghadapi Pasangan NPD


Ciri-ciri NPD tadi dapat berdampak besar pada pernikahan dan hubungan. Hal ini seringkali menyebabkan hubungan satu sisi dan tidak seimbang di mana satu orang selalu memberi dan yang lain selalu menerima. Wanita atau pria yang punya pasangan narsistik selalu merasa diabaikan, bingung, dan kelelahan secara emosional. 


Lantas, bisakah Mums menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki NPD? Jawabannya tergantung. Jika pasangan memiliki NPD, mereka dapat membuat hidup kitas ulit. Karena mereka mengutamakan diri sendiri, Mums mungkin merasa diremehkan, dan kesehatan mental terganggu.


Strategi mengatasi masalah salah satunya dengan menetapkan batasan pribadi dan menjauh dengan perlahan jika batasan tersebut dilanggar. Namun, ini tidak selalu mudah dilakukan. Menyebut pasangan Mums sebagai narsisis juga tidak akan membantu. Intinya, kebahagian dan kesejahteraan Mums adalah yang utama. Kalau harus berpisah demi kesehatan mental, pastikan Mums mendapatkan dukungan dari keluarga dan profesional.


Kesimpulan

Mengubah perilaku NPD membutuhkan waktu dan usaha. Orang dengan NPD umumnya tidak mencari bantuan sendiri, atau tidak merasa ada yag salah dengan dirinya. Karena tidak ada obat atau terapi yang terbukti mengobati NPD, biasanya konseling dilakukan dengan pendekatan individual. 


Mengenal pasien dan membangun hubungan yang saling percaya adalah komponen kunci dari perawatan. Jika seseorang bersedia berubah dan terapis mereka dapat membantu mereka menjembatani kesenjangan antara perilaku mereka saat ini dan perilaku yang diinginkan, ada harapan untuk pemulihan.


Referensi:

NCBI. 2024. Narcissistic Personality Disorder

Science Alert. 2025. Can Narcissism Be Treated? Here's What The Science Says

Duke Health. 2022. 9 Signs of Narcissistic Personality Disorder

Kasih Saran, Yuk!