Di usia 6 bulan, bayi akan memasuki periode yang bikin semua ibu deg-degan sekaligus enggak sabar: MPASI. Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi semakin meningkat sehingga ASI saja tidak lagi mencukupi. Karena itu, bayi mulai diperkenalkan pada Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
MPASI pertama sebaiknya mengandung zat gizi lengkap, yaitu karbohidrat sebagai sumber energi, protein hewani dan nabati untuk pertumbuhan, lemak sehat untuk perkembangan otak, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Selain itu, MPASI juga perlu mengandung zat besi yang cukup karena cadangan zat besi bayi mulai menurun setelah usia 6 bulan.
Kalau Mums ingin membuat ASI homemade perlu mencari tahu resep-resep MPASI yang pas, mudah dibuat, dan tentu disukai si Kecil. Berikut ini beberapa resep untuk awal-awal MPASi semoga bisa menjadi referensi buat Mums.
Prinsip MPASI Lengkap untuk Bayi 6 Bulan
Menurut WHO (2002), setelah usia 6 bulan, semakin sulit bagi bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya hanya dari ASI. Selain itu, sebagian besar bayi secara perkembangan siap untuk makanan lain selain ASI di sekitar usia 6 bulan. Mengapa 6 bulan?
Menurut WHO, di lingkungan dengan sanitasi yang sangat buruk, menunggu hingga usia anak lebih dari 6 bulan untuk diperkenalkan dengan makanan pendamping mungkin dapat mengurangi paparan penyakit yang disebabkan makanan. Namun, karena bayi mulai aktif menjelajahi lingkungannya pada usia ini, mereka tetap akan terpapar kontaminan mikroba melalui tanah dan benda-benda meskipun mereka tidak diberi makanan pendamping. Oleh karena itu, 6 bulan adalah usia yang direkomendasikan untuk memperkenalkan makanan pendamping.
Ada aturan atau prinsip pemberian MPASI. Mums tidak perlu terlalu berpikir keras memberikan makanan apa yang akan disukai bayi. Sebagai panduan, dalam satu porsi MPASI, usahakan terdapat:
Karbohidrat. Sumbernya bisa dari nasi, kentang, ubi, atau oatmeal
Protein hewani, sepertinya ayam, ikan, daging sapi, hati ayam, telur
Sayuran berupa wortel, brokoli, bayam, labu kuning
Lemak tambahan ini jangan skip, bisa dari unsalted butter, lemak ayam atau sapi, santan, minyak zaitun, atau minyak kanola
Tekstur MPASI harus disesuikan dengan usia bayi atau anak. Di awal tentunya MPASI harus sangat lembut dan halus agar mudah ditelan bayi.
Resep MPASI dengan Zat Gizi Lengkap untuk Bayi Usia 6 Bulan
Berikut ini menu MPASI di awal si Kecil mendapatkan makanan padat yang bisa Mums coba:
1. Bubur Ayam Labu Kuning
Bahan:
2 sdm beras
30 gram daging ayam tanpa kulit
50 gram labu kuning
300 ml air
1 sdt unsalted butter
Cara Membuat
Cuci bersih semua bahan sampai bersih.
Masukkan beras, ayam, dan labu kuning ke dalam panci.
Tambahkan air lalu masak hingga semua bahan lunak.
Blender atau saring hingga teksturnya sesuai kemampuan bayi.
Tambahkan unsalted butter sebelum disajikan.
Kandungan gizi:
Karbohidrat dari beras
Protein hewani dari ayam
Vitamin A dari labu kuning
Lemak sehat dari butter
2. Bubur Ikan dan Brokoli
Bahan:
2 sdm beras
30 gram ikan salmon atau ikan kembung
30 gram brokoli
300 ml air
1 sdt minyak zaitun
Cara membuat:
Rebus semua bahan hingga matang dan lunak.
Haluskan menggunakan blender.
Tambahkan minyak zaitun sebelum diberikan kepada bayi.
Kandungan gizi:
Omega-3 untuk perkembangan otak
Protein berkualitas tinggi untuk mendukung petumbuhan anak
Serat dan vitamin dari brokoli
Lemak sehat dari minyak zaitun
3. Resep Bubur Hati Ayam dan Bayam
Bahan:
2 sdm beras
20 gram hati ayam
20 gram daging ayam
Segenggam kecil bayam
300 ml air
1 sdt minyak kanola
Cara membuat:
Masak semua bahan hingga matang.
Haluskan sampai teksturnya lembut.
Tambahkan minyak kanola dan aduk rata.
Kandungan gizi:
Zat besi tinggi dari hati ayam
Protein hewani untuk pertumbuhan
Folat dan vitamin dari bayam
Lemak sehat untuk perkembangan otak
4. Resep Puree Kentang, Tahu, dan Wortel
Bahan:
1 buah kentang ukuran kecil
30 gram tahu putih
30 gram wortel
1 sdt unsalted butter
Cara membuat:
Kukus semua bahan hingga lunak.
Haluskan menggunakan garpu atau blender.
Tambahkan butter dan sajikan hangat.
Kandungan gizi:
Karbohidrat dari kentang
Protein nabati dari tahu
Beta karoten dari wortel
Lemak sehat dari butter
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyiapkan MPASI
Selain resep, jangan lupa untuk mempertimbangkan hal-hal berikut ya, Mums:
1. Reaksi alergi
Selain memperkenalkan berbagai rasa dan tekstur baru, masa MPASI juga menjadi waktu ketika bayi mulai terpapar berbagai jenis makanan yang berpotensi memicu alergi. Karena itu, orang tua perlu memahami cara mempersiapkan MPASI dengan aman agar dapat mengenali dan mengantisipasi reaksi alergi sejak dini.
Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu dalam makanan. Beberapa makanan yang sering menjadi pemicu alergi pada bayi antara lain telur, susu sapi, ikan, udang, dan kacang. Meski demikian, bukan berarti makanan-makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Justru, pengenalan makanan alergen secara tepat dapat membantu bayi mengenal berbagai jenis makanan sejak dini. Perkenalkan satu jenis makanan baru secara bertahap untuk memantau kemungkinan alergi.
2. Bolehkan menambahkan gula dan garam?
Menurut IDAI (2016), Di bawah usia 1 tahun, anak sebaiknya diberikan gula dan garam sesdikit mungkin. Namun, anak boleh diberikan gula dan garam jika dengan pemberian gula dan garam dapat membuat anak mau makan.
3. Utamakan protein hewani setiap hari
Protein hewani, seperti daging, ayam, ikan, telur, dan hati, mengandung asam amino esensial yang lengkap. Asam amino merupakan "bahan baku" yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel, jaringan, otot, serta mendukung pertumbuhan organ bayi. Karena kualitasnya tinggi, protein hewani lebih mudah dimanfaatkan tubuh dibandingkan sebagian besar protein nabati. Protein hewani juga kaya zat besi dan zinc.
4. Perhatikan respons bayi
Orang tua perlu mengamati bagaimana bayi bereaksi terhadap makanan yang diberikan, baik dari segi kemampuan makan, kesukaan, maupun kemungkinan adanya efek yang tidak diinginkan. Jangan memaksa jika bayi menolak.
Semoga membantu ya, Mums. Intinya, MPASI usia 6 bulan sebaiknya mengandung gizi lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, serta lemak sehat. Kombinasi bahan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan energi, mendukung pertumbuhan, memperkuat daya tahan tubuh, serta mengoptimalkan perkembangan otak bayi. Dengan menu MPASI yang seimbang dan bervariasi, Si Kecil dapat memperoleh fondasi nutrisi yang baik untuk tumbuh kembangnya di masa depan.
Referensi:
1. WHO. 2001. The optimal duration of exclusive breastfeeding: report of an expert consultation.
2. IDAI. 2016. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?


