Tidak hanya orang dewasa, bayi juga perlu pijat agar tubuhnya rileks dan segar. Pijatan lembut pada tubuh mungilnya akan memberikan sensasi menenangkan. Jika dilakukan dengan benar, pijat bayi dapat menjadi ritual sehari-hari yang menenangkan baik bagi bayi maupun orang tuanya.
Salah satu alasan mengapa pijat bayi penting dilakukan adalah, karena sentuhan merupakan bahasa pertama yang dipahami oleh Si Kecil. Karena itu pijatan yang benar pada bayi, adalah bentuk komunikasi non verbal melalui sentuhan, tatapan, juga interaksi emosional.
Namun, hati-hati memilih ahli pijat untuk bayi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak menganjurkan pijat bayi di dukung bayoi atau paraji. Mengapa? kebanyakan mereka tidak memiliki sertifikat pijat yang aman. Mums, berikut ini panduan pijat bayi yang aman dan mengapa tidak disarankan di dukun bayi.
Perbedaan Pijat dan Urut
Menurut IDAI (2014), yang dimaksud dengan pijat dan urut sebenarnya memiliki kemiripan yaitu keduanya merupakan bentuk manipulasi pada jaringan lunak secara manual yaitu dengan melakukan memegang, menggerakkan, dan atau memberikan penekanan pada tubuh untuk memberi pengaruh positif.
Namun ada hal lain yang secara prinsip juga berbeda. Urut seringkali dikaitkan dengan istilah dukun pijat atau paraji yang melakukan pijatan untuk menyembuhkan penyakit. Sehingga tujuan dari urut lebih ke penyembuhan suatu penyakit. Seringkali demi tujuan ini, pijatan pada bayi boleh terus walaupun saat bayi menangis (mungkin karena sakit).
Sedangkan stimulasi pijat atau pijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang harus dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan, dapat dilakukan secara bersamaan dengan pemberian stimulasi lainnya (auditori berupa musik, suara, stimulasi visual dan lainnya), dilakukan oleh orangtua, tenaga kesehatan atau anggota keluarga lain dan sangat bergantung pada respons bayi.
Apabila bayi menunjukkan tanda-tanda kurang nyaman atau menangis, maka kita harus menghentikan pijatan, mengecek penyebab bayi menangis (apakah karena bayi BAK, BAB, pijatan terlalu keras, atau bayi tidak nyaman dengan jenis pijatan tertentu). Setelah yakit bayi dalam keadaan nyaman kembali, baru kemudian boleh melanjutkan pijatan. Bila bayi tidak nyaman dengan pijatan, maka kita tidak boleh memaksakan pijatan pada bayi.
Manfaat Pijat Bayi
Pijatan lembut pada bayi memberikan banyak manfaat, yang dapat dirasakan. Baik langsung maupun tidak langsung. Seperti yang disebutkan dari sebuah peneliti pada International Journal of Environmental Research and Public Health (IJERPH - 2022) yang menemukan bahwa pijat bayi berpotensi mengurangi nyeri pada bayi selama prosedur medis, mempercepat penurunan kadar bilirubin pada bayi dengan icterus, juga meningkatkan pertambahan berat badan.
Mums, berikut ini beberapa manfaat dari pijat bayi yang perlu diketahui :
1. Meningkatkan sirkulasi darah
Pijatan lembut dengan tekanan tertentu pada kulit bayi akan memperlancar aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuhnya. Sehingga membantu meningkatkan sirkulasi darah.
2. Memperkuat tulang dan otot
Pijatan pada bayi yang dilakukan dengan tepat sangat penting untuk membantu memperkuat tulang dan otot di masa emas pertumbuhannya. Juga melatih koordinasi otot serta kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada bayi.
3. Mendukung pencernaan yang sehat dan mengurangi kolik
Sistem pencernaan yang masih berkembang membuat bayi rentan mengalami kolik. Dengan pijatan yang tepat di area perut seperti gerakan I Love You cukup efektif membantu mengeluarkan gas, meredakan kolik, juga mencegah sembelit yang umumnya dirasakan oleh bayi.
4. Mendukung pola tidur yang lebih baik
Sentuhan lembut yang dirasakan Si Kecil membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dan meningkatkan kadar endorfin yaitu hormonyang memicu rasa bahagia dan nyaman. Sehingga membuat bayi lebih rileks, tenang, dan cepat tidur. Sehingga mendukung pola tidur yang lebih baik.
5. Meningkatkan bonding
Sebagai bahasa pertama bayi, saat memijat sendiri, sentuhan, kontak mata, suara, menciptakan komunikasi intim antara Mums dan bayi. Sehingga meningkatkan bonding keduanya.
Mesti Dilakukan oleh Profesional Terlatih
Agar manfaat pijat bayi dapat dirasakan secara maksimal, baik untuk pertumbuhan fisik maupun mentalnya, syaratnya pijat bayi harus dilakukan oleh dokter atau terapiis, maupun tenaga professional terlatih.
Para ahli tidak menyarankan melakukan pijat bayi pada dukun bayi. Sebab teknik pijatan yang kasar, tidak beraturan, tidak aman, dapat menyebabkan cedera otot, kerusakan jaringan lunak, hingga gangguan pada tulang dan kepala bayi yang memang masih sangat rentan.
Berikut ini tips aman melakukan pijat bayi untuk para professional terlatih :
Selalu pilih tempat yang hangat, tenang, dan aman.
Uji minyak maupun lotion yang digunakan di sebagian kecil kulit guna memastikan tidak ada risiko alergi.
Hindari menekan bagian lunak bayi seperti ubun-ubun di kepala
Tidak menggunakan wewangian yang menyengat
Jangan pernah memijat bayi yang sakit atau demam
Segera hentikan pijat bayi bila ia menangis berlebihan atau menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan
Terapis tidak boleh menggunakan cincin, jam tangan, atau perhiasan, termasuk jaga kuku agar aman tidak melukai bayi
Letakkan handuk lembut atau selimut untuk berjaga-jaga jika bayi merasa kedinginan.
Waktu yang Tepat Memijat Bayi
Selain memilih terapis yang tepat dengan tidak ke dukun pijat, waktu memijat juga tidak kalah pentingnya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bayi.
Kondisi ideal untuk memijat bayi di antaranya saat bayi bangun tidur dalam kondisi tenang. Atau di antara waktu menyusu, sangat cocok sebab bayi tidak dalam kondisi terlalu lapar atau terlalu kenyang. Selain itu, pastikan suhu ruangan cukup hangat dan bayi tampak ceria.
Sebaliknya, kondisi yang mesti dihindari, jangan memijat saat bayi sedang mengantuk atau tidur. Setelah menyusu atau sesaat setelah makan, karena dalam kondisi kenyang. Bisa membuatnya muntah. Dan jangan pernah memijat saat bayi dalam kondisi sakit, seperti demam.
Mums, pijat bayi lebih dari sekadar rutinitas fisik maupun interaksi bonding dengan Si Kecil. Bagi bayi, pijatan merupakan cara efektif untuk meningkatkan kenyamanan dan kehangatan emosinonal.
Dengan pijatan yang tepat, teknik yang lembut oleh tenaga professional terlatih – bukan dukun pijat – maka memijat jadi aktivitas yang aman, nyaman, dan sangat bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Referensi :
International Journal of Environmental Research and Public Health. (2022). Effects of Infant Massage: A Systematic Review.
IDAI. 2024. Stimulasi pijat: Keamanan dan Manfaat


