Di balik kebahagiaan menantikan kelahiran Si Kecil, ada pertanyaan penting yang mesti dijawab, sudah siapkah menjadi ayah yang hebat untuk anak-anak kelak? Jika belum, segera persiapkan diri sekarang juga. Sebab menjadi ayah bukan sekadar mencari nafkah untuk keluarga, melainkan mendidik dan membesarkan anak semaksimal mungkin.
Di antara persiapan menjadi calon ayah, yang perlu disiapkan antara lain mental. Ayah juga perlu belajar mengasuh bayi karena nanti pengasuhan tidak hanya dibebankan pada Mums tapi juga Dads.
Apalagi persiapan menjadi calon ayah yang perlu dilakukan? Simak di artikel ini ya!
Mengapa calon ayah perlu mempersiapkan diri?
Menjadi ayah bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk pasangan. Bekerja sama menjadi sebuah tim dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak. Hal ini tentu bukan hal yang mudah, karena itu butuh berbagai persiapan menjadi ayah.
Perlu diketahui bahwa persiapan menjadi ayah sebaiknya dimulai sejak kehamilan. Menurut systematic review dalam International Journal of Community Based Nursing and Midwifery (2023) mengenai kebutuhan edukasi ayah, keterlibatan pria selama masa kehamilan memberikan manfaat bagi kesiapan menghadapi persalinan, kemampuan merawat bayi, juga keberhasilan menyusui.
Karena ayah lebih mampu mendukung ibu, kualitas hubungan pasangan dan kesehatan mental seluruh keluarga tetap terjaga.
Berikut ini alasan mengapa persiapan menjadi ayah sangat penting dilakukan:
1. Kepala keluarga
Jadi pemimpin keluarga tentu bukan tugas yang mudah. Di sini ayah jadi penentu mau dibawa ke mana keluarga kecil ini. Sebagai pemimpin, ayahlah yang bertanggung jawab atas kondisi para anggota keluarga, termasuk kebutuhan atas kasih sayang dan perhatian.
2. Partner ibu
Jauh sebelum melahirkan, dukungan ayah sebagai partner ibu sangat menonjol. Apalagi saat hamil dan melahirkan. Di sini ayah menjadi sosok pendukung utama yang memastikan kebutuhan dan kondisi ibu tetap baik-baik saja agar proses persalinan lancar dan sehat.
3. Menghadapi perubahan
Lonjakan hormon yang dialami Mums, membolak balik keadaan fisik dan psikologisnya, karena itu ayah perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan mood yang bisa saja terjadi secara cepat. Termasuk pascamelahirkan.
4. Menyiapkan logistik
Bertambahnya anggota keluarga, maka bertambah pula tanggung jawab dan peran ayah di dalam rumah. Karena itu, pastikan ayah benar-benar siap mengemban amanah baru dengan hadirnya seorang anak di dalam kehidupannya.
Persiapan mental menjadi seorang ayah
Tidak hanya persiapan fisik dan logistik, persiapan mental menjadi seorang ayah juga sangat dibutuhkan. Yang bisa Dads lakukan sebagai bentuk persiapan mental menjadi seorang ayah, di antaranya:
Menerima perubahan emosional yang dialami Mums selama kehamilan, melahirkan, hingga pascapersalinan.
Ciptakan kesepakatan dengan pasangan sebelum anak lahir. Tentang rencana persalinan, bagaimana membagi tugas, termasuk bagaimana beradaptasi dengan pasangan pada kondisi tidak ideal sekalipun.
Untuk mendukung tugas-tugas perawatan bayi, para ayah perlu menguasai keterampilan praktis seperti mengganti popok, memandikan, membedong, hingga menidurkan bayi.
Membangun bonding sejak dini menjadi salah satu persiapan mental yang perlu dilakukan. Caranya, mulai dari skin-to-skin contact, membacakan buku, atau bernyanyi pelan saat menidurkan Si Kecil.
Konsultasi dengan profesional juga dapat dipertimbangkan jika ayah merasa belum siap untuk menjadi orang tua. Salah satunya dapat dilakukan dengan berkonsultasi lewat Psikolog Corner milik Teman Bumil dan Parenting
Cara membagi tugas sebelum dan sesudah melahirkan
Tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kerja sama dan pembagian tugas dalam merawat Si Kecil sangat dibutuhkan. Berikut ini cara membagi tugas sebelum melahirkan:
1. Persiapkan tempat tidur bayi
Mulai dari merakit tempat tidur yang baru saja dibeli, menyiapkan kamar bayi dengan dekorasi yang lucu, hingga menyiapkan semua kebutuhan persalinan dalam tas yang siap dibawa kapan saja dibutuhkan.
2. Administrasi
Ayah bertugas menyiapkan syarat administrasi yang dibutuhkan seperti KTP ibu, KK, maupun surat penting lainnya.
3. Keterampilan mengurus bayi
Pentingnya ayah ikut kelas perawatan bayi agar punya ilmu dan wawasan dalam merawat bayi baru lahir. Ini sangat penting agar ayah bisa berbagi tugas dengan ibu pascamelahirkan.
Berikut ini tugas ayah setelah proses melahirkan selesai:
1. Memberikan nama
Berikan Si Kecil yang baru saja lahir dengan nama yang indah dan penuh makna. Pastikan namanya sudah disiapkan sebelumnya sehingga ketika dibutuhkan sudah siap.
2. Perawatan bayi
Lakukan berbagai bentuk perawatan mulai dari memandikan, mengganti popok, hingga menidurkan bayi saat waktu tidurnya tiba.
3. Pekerjaan rumah tangga
Jika tidak ada ART, maka tugas domestik menjadi tanggung jawab ayah. Pastikan kebutuhan tiap individu terpenuhi dengan kesigapan ayah dalam mewujudkannya.
4. Skin-to-skin contact
Untuk membangun bonding dengan Si Kecil, lakukan berbagai kegiatan sederhana namun mampu menciptakan bonding sejak dini.
5. Dukungan ibu
Saat ibu perlu istirahat, ayahlah yang bertugas menjaga bayi. Sebab ibu perlu istirahat yang cukup agar tetap bisa merawat bayi, termasuk saat harus begadang untuk menyusui. Pastikan dukungan penuh pada ibu terutama saat ia butuh istirahat yang cukup agar tidurnya berkualitas.
Tips agar pasangan tetap kompak setelah menjadi orang tua
Agar rumah tangga tetap hangat dan harmonis pascakelahiran si Kecil, berikut ini tips menjaga kekompakan sebagai orang tua :
1. Komunikasi terbuka
Jangan ada dusta, jangan disimpan sendiri saja, bicarakan semua secara terbuka tentang tanggung jawab, beban tugas, hingga kebutuhan masing-masing. Termasuk menyiapkan pendidikan Si Kecil.
2. Tetapkan sistem bergantian
Bergilir menjaga bayi di malam atau siang hari adalah bentuk kerja sama yang kompak. Agar keduanya mendapatkan waktu tidur yang cukup.
3. Kebutuhan logistik
Pastikan kebutuhan logistik terpenuhi agar energi dan stamina tetap terjaga di masa yang krusial ini.
4. Me time
Sesibuk apa pun dalam mengurus anak, pastikan kedua pasangan mendapatkan me time-nya masing-masing. Hal ini penting untuk tetap menjaga kewarasan dan mengatasi rasa lelah, jenuh, hingga frustrasi yang dialami.
5. Jaga keintiman
Jangan abaikan kebutuhan biologis sebagai pasangan. Cari waktu dan momentum yang tepat untuk tetap terhubung secara fisik dengan pasangan di sela kesibukan menjadi orang tua baru.
Itulah berbagai persiapan yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang ayah yang hebat bagi anak-anaknya. Ayah yang hebat adalah impian setiap anak, menjadi role model yang membersamai tumbuh kembangnya sehingga menjadi versi terbaik yang dimiliki seorang anak.
Referensi :
Fathers' Educational Needs Assessment in Relation to Their Participation in Perinatal Care: A Systematic Review. International Journal of Community Based Nursing and Midwifery. 2023. (PMC)


