Mengajarkan kebaikan pada anak tidak harus lewat nasihat atau perintah, apalagi ceramah. Cara lain yang cukup efektif adalah lewat dongeng. Ya, membacakan dongeng adalah cara efektif untuk mengajarkan kebaikan lewat cerita yang ada. Seperti dongeng tentang hewan yang banyak mengajarkan kebaikan.
Untuk Mums yang ingin mengajarkan pesan moral kepada anak-anak tanpa menggurui, dapat menggunakan dongeng tentang hewan yang dibacakan pada Si Kecil. Ada banyak sekali dongeng tentang hewan yang mungkin juga dulu sering Mums dengar waktu kecil. Misalnya, Kancil yang mencuri ketimun, lalu ada cerita gajah dan semut, dan buaya dengan kancil.
Kira-kira ada cerita tentang hewan yang kekinian enggak ya?
Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak
Mendongeng jadi aktivitas menyenangkan yang dapat Mums lakukan menjelang tidur. Momen ini, selain menjadi kesempatan baik untuk menanamkan pesan moral pada Si Kecil, juga menjadi momentum untuk meningkatkan bonding dan tentu saja quality time bersama anak.
Hasil penelitian dari Journal of Mother and Child (2025) menyebutkan bahwa cerita bermuatan moral seperti fabel bermanfaat bagi berbagai aspek perkembangan anak. Manfaat membacakan dongeng untuk anak ialah merangsang perkembangan kognitif, bahasa dengan banyaknya kosakata yang didengar, perkembangan sosial, juga perkembangan moral melalui nilai-nilai kebaikan yang ada dalam dongeng tersebut.
Dalam hal ini, dongeng tentang hewan atau fabel tidak hanya ceritanya yang menghibur dan disukai anak-anak, melainkan juga membantu anak belajar memahami emosi, nilai moral, empati, dan juga cara menghadapi masalah melalui cerita atau pengalaman tokoh-tokoh yang ada dalam fabel tersebut.
Dongeng Tentang Hewan dan Pesan Moral di Dalamnya
Untuk Mums yang ingin mengajarkan pesan moral kepada anak-anak tanpa menggurui, dapat menggunakan dongeng tentang hewan yang dibacakan pada Si Kecil. Berikut ini beberapa pilihan dongeng tentang hewan yang sarat pesan moral:
1. Si Kancil Mencuri Timun
Salah satu dongeng tentang hewan yang paling legendaris dari masa ke masa adalah dongeng Si Kancil Mencuri Timun. Hampir semua orang mengetahui kisah hewan yang satu ini. Bahkan, Si Kancil jadi ikon dongeng sepanjang masa.
Dongeng yang berkisah tentang kecerdikan Si Kancil saat terjebak dalam lubang yang dibuat oleh Pak Tani lantaran kesal timunnya terus dicuri oleh Kancil ini, memiliki pesan moral yang kuat tentang jangan menyerah atau putus asa saat menghadapi kesulitan. Selalu ada cara atau jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi.
2. Kisah Gajah dan Semut
Cerita tentang kawanan gajah yang memasuki hutan dengan merusak banyak rumah semut lantaran diinjak oleh gajah bertubuh besar. Melihat kelakuan gajah yang sangat tidak berempati bahkan meremehkan semut karena hanya binatang kecil tak berdaya.
Semut-semut yang marah dengan tingkah angkuh gajah akhirnya menyerang kawanan gajah. Caranya dengan menggigit tubuh gajah dari kaki hingga ada yang masuk ke lubang telinganya.
Walhasil, gajah kewalahan karena rasa gatal tak tertahankan. Gajah pun tumbang, menyerah dan mengaku kalah. Mereka berjanji tidak akan merusak rumah semut dan masuk ke hutan itu lagi.
Pesan moral: Jangan meremehkan orang lain hanya karena tubuh atau kemampuannya yang kecil. Bisa jadi, ia punya kekuatan yang tak bisa dikalahkan. Juga jangan sombong dengan kekuatan yang dimiliki apalagi bertindak semena-mena karena merasa paling kuat.
3. Singa Bodoh dan Kelinci Pintar
Berkisah tentang Singa, Si Raja Hutan yang terperdaya oleh cerita Kelinci bahwa di hutan itu ada Raja Hutan yang lebih besar dan gagah darinya. Mendengar itu, Singa murka, dan ia pun meminta Kelinci mendatangi tempat Singa lain yang merasa dirinya raja.
Dengan cerdiknya, Kelinci mengajak Singa menengok ke dalam sumur dan melihat bayangannya sendiri terpantul di atas air sumur. Singa pun mengaum keras dan disambut dengan suara yang sama. Padahal itu pantulan wajah dan suaranya sendiri. Singa yang murka langsung melompat ke sumur. Setelah tenggelam, ia baru menyadari telah tertipu oleh Kelinci.
Pesan moral: jangan jadi orang bodoh agar tidak terperdaya atau tertipu oleh orang lain. Seperti halnya Singa yang tertipu oleh strategi licik kelinci.
4. Bangau yang Angkuh
Alkisah ada seekor Bangau yang hanya ingin makan ikan-ikan besar. Ia pun mengabaikan ikan-ikan kecil yang lewat. Menurutnya, ikan tersebut jelek dan terlalu kurus. Lalu datang ikan besar, dan ia pun menolaknya karena terlalu besar untuknya.
Hingga sore tiba, tak ada satu pun ikan yang lewat, sementara Bangau sudah sangat lapar. Air mulai surut dan ikan-ikan berenang ke tengah sungai. Sementara Bangau tak bisa menjangkau ke tengah sungai. Terpaksa ia hanya makan siput-siput kecil yang tertinggal di pinggir sungai.
Pesan moral: Terkadang terlalu memilih justru tidak akan dapat apa-apa sama sekali. Sebab seseorang tidak akan pernah tahu mana yang terbaik jika tidak mencoba pilihan-pilihan yang datang padanya.
5. Rusa dan Pemburu
Ini adalah kisah Rusa yang bangga dengan tanduknya yang megah dan gagah. Namun, ia sedih karena kakinya kurus, ramping, dan kecil. Satu hari ia diincar oleh pemburu. Ketika sadar, Rusa langsung berlari dengan gesitnya dan selamat dari serbuan panah pemburu.
Dari peristiwa itu, Rusa baru menyadari bahwa kakinya yang kurus dan ramping justru membuatnya mampu berlari kencang dan selamat dari pemburu.
Pesan moral: Kekurangan yang dimiliki bisa menjadi kekuatan terbesar dan mampu menyelamatkan diri dari bahaya yang mengancam.
Mums, itulah beberapa contoh dongeng tentang hewan yang sarat pesan moral. Penting bagi Si Kecil untuk belajar secara tidak langsung melalui dongeng sederhana namun penuh makna. Karena cerita tersebut akan selalu diingat olehnya. Termasuk pesan moral di dalamnya.
Referensi :
Journal of Mother and Child. 2025. Therapeutic Fairytales for Holistic Child Development: A Systematic Literature Review of Clinical, Educational, and Family-Based Practices.


