Urusan memilih popok yang cocok bisa jadi panjang. Tahukan Mums, memilih pokok itu perlu banyak pertimbangan, tidak hanya harga tetapi lebih diutamakan adalah kemampuannya mencegah iritasi atau ruam popok.
Dokter sub-spesialis dermatologi anak, dr. Triana Agustin menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan dalam memilih popok agar kulit bayi terhindar dari ruam dan iritasi. Salah satunya memilih popok yang memiliki daya serap tinggi, sehingga membuat area popok tetap kering.
Satu hal yang penting juga perlu Mums pertimbangkan adalah memilih popok yang sudah melalui uji klinis dan terbukti mencegah ruam popok. Ada lho Mums, popok yang sudah lolos uji klinis? Apakah popok favorit Mums? Cek di artikel ini ya!
Rahasia Kulit Bayi Bebas Ruam Popok
dr. Triana Agustin menjelaskan bahwa kulit bayi lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa sehingga lebih sensitif. Namun kulit bayi akan terus mengalami perkembangan. Di masa krusial, biasanya masa bayi baru lahir atau newborn, sangat penting melakukan perawatan kulit dengan hati-hati agar kulit tidak terganggu dan berfungsi dengan baik.
Pemilihan popok bayi, menurut dr. Triana, sangat penting karena popok bersentuhan langsung dengan area kulit bayi yang masih sensitif. “Popok bayi kan dipakai lama, ia kontak hampir 24 jam dengan kulit bayi, sehingga area popok menjadi lembap dan adanya gesekan akan menyebabkan iritasi kulit bayi,” jelas dr. Triana.
Bagaimana menjaga kulit bayi bebas ruam popok? Berikut tips dari dokter Triana yang sehari-hari berpraktek di RSPI Pondok Indah:
1. Jaga area popok tetap kering
Kulit yang selalu basah dan lembap tentu saja menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri dan jamur berkembang biak. Agar area popok tetap kering, maka Mums sebaiknya memilih popok berdaya serap tinggi.
Tidak semua popok memiliki kriteria ini. Popok dengan daya serap tinggi, akan membuat permukaan popok tetap kering dalam waktu lama, karena menahan cairan ke dalam dan tidak naik lagi ke permukaan.
2. Popok harus lembut
Gesekan dengan popok, apalagi yang kurang halus, menyebabkan kulit mudah mengalami iritasi. Maka popok berbahan lembut akan membuat bayi nyaman dan bisa beraktivitas.
3. Jaga area popok tetap bersih
Mums harus sering mengganti popok. “Popok sebaiknya diganti setiap 4 jam sekali, namun kalau bayi BAB harus segera ganti,” jelas dr. Triana. Dengan begitu, area popok tetap bersih dan kering.
Popok yang Teruji Klinis Bisa Cegah Ruam Popok
Salah satu popok yang memiliki daya serap tinggi dan sudah terbukti melalui uji klinis dapat mencegah ruam popok adalah Merries. Melalui penelitian, Merries juga bisa memperbaiki kulit bayi yang bermasalah.
Penelitian dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoksi), di mana dr. Triana Agustin, sebagai salah satu penelitinya.
"PERDOSKI melakukan penelitian yang membandingkan penggunaan popok dengan daya serap tinggi yaitu Merries, dengan popok biasa atau standar. Hasilnya cukup menarik di mana popok Merries dengan daya serap tinggi bisa mempertahankan kondisi kulit bayi tidak mengalami iritasi dibanding popok standar. Selain itu, bayi yang mengalami kelainan kulit di area popok setelah menggunakan Merries akan membaik dibandingkan popok biasa."
Menurut Susilowati selaku Vice President Marketing Kao Indonesia, dalam Grand Opening Merries Flagship Store di Toko Raja Susu, Meruya Selatan, 28 September 2026, saat ini Merries, saat ini adalah satu-satunya popok bayi yang telah teruji klinis dapat cegah iritasi kulit pada bayi di Indonesia oleh PERDOSKI.
“Popok kami berasal dari Jepang. Ada perbedaan perilaku orang tua dalam menggunakan popok bayi. Kalau di Jepang, popok akan langsung diganti setelah bayi pipis sekali. Di Indonesia karena berbagai pertimbangan, belum tentu dilakukan. Merries lalu melakukan inovasi dengan membuat popok dengan daya serap lebih tinggi untuk orang tua di Indonesia, dengan begitu bayi tetap nyaman meskipun dipakai agak lebih lama.”
Mums, jadikan kebersihan dan kenyamanan kulit bayi sebagai pertimbangan utama saat memilih popok dan pilih yang sudah teruji klinis. Jika kulit bayi sehat, artinya Mums ikut mendukung tumbuh kembang si kecil.


