Tradisi 7 bulanan kehamilan adalah ritual tradisi yang turun temurun dilakukan namun sudah disesuaikan dengan ajaran agaman Islam
Berbalut buadaya dan religi, susunan acara 7 bulanan biasanya juga didahului dengan pengajian
Dalam pengajian, selain membaca Al Quran juga diselipkan doa untuk kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.
Tradisi atau budaya daerah kerap berbaur dengan nilai-nilai Islam sebagai panduan atau pedoman hidup seorang muslim.
Memasuki usia kehamilan 7 bulan, ada ritual tradisi yang turun temurun dilakukan, yaitu acara 7 bulanan. Namun untuk melakukan acara 7 bulan dalam Islam, perlu dibedakan antara ibadah yang memang dianjurkan dalam Islam dengan tradisi atau budaya yang umumnya cenderung sesuai dengan daerah atau suku tertentu.
Walaupun dalam agama Islam tidak ada tata cara khusus untuk acara 7 bulanan, namun banyak masyarakat yang melakukan acara 7 bulanan dengan menggelar berbagai bentuk acara bernuansa keagamaan. Mulai dari pengajian, berdoa bersama, hingga bersedekah atau berbagai dengan anak yatim maupun kaum dhuafa.
Kalau Mums berencana mengadakan acara 7 bulanan kehamilan, berikut ini susuan acaranya!
Susunan Acara 7 Bulanan dalam Islam
Sebagai seorang muslim, bersyukur atas segala nikmat yang diterima merupakan bagian dari kewajiban. Termasuk dalam mensyukuri kehamilan yang memang didambakan. Sebagai bentuk syukur adalah dengan mengadakan acara 7 bulanan dalam Islam.
Acara ini, walaupun kental dengan unsur tradisi, namun semua itu tidak lepas dari nilai-nilai keislaman yang menjadi inti dari acara tersebut.
Menurut penelitian dalam jurnal Quranic Research and Tafsir (2024) disebutkan bahwa tradisi 7 bulanan atau tingkepan atau mitoni yang ada dalam masyarakat saat ini merupakan akulturasi dari budaya Jawa dan nilai-nilai Islam.
Penelitian yang menggunakan pendekatan Living Qur’an ini menemukan bahwa masyarakat sering mengisi acara 7 bulanan dalam Islam dengan pembacaan Al-Qur’an, doa keselamatan ibu dan janin, juga bersedekah, dan makan bersama.
Sehingga pada pelaksanaannya, tetap mengutamakan nilai-nilai Islam sebagai panduannya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini susunan acara 7 bulanan dalam Islam yang lazim diterapkan dalam keseharian masyarakat:
1. Pembukaan
Seperti halnya acara formal pada umumnya, dibuka dengan ucapan salam dan selamat datang kepada para undangan yang hadir. Ungkapan syukur atas nikmat dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat berkumpul di tempat ini memenuhi undangan tuan rumah.
Dalam hal ini disebutkan maksud atau tujuan acara yang digelar tersebut, yaitu syukuran 7 bulanan kehamilan. Dilanjutkan dengan pembacaan bismillah atau dibuka dengan membaca Surat Al Fatihah bersama-sama.
2. Dzikir dan Sholawat
Setelah pembukaan dilanjutkan dengan membaca dzikir dan istighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Dirangkai dengan pembacaan sholawat atas Nabi Muhammad SAW, dengan harapan senantiasa mendapatkan keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat.
3. Pembacaan Al Qur’an
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. TIdak ada surat tertentu yang secara khusus mesti dibaca dalam acara 7 bulanan dalam Islam. Hanya saja, banyak masyarakat membaca Surat Maryam dan Surat Yusuf, dengan harapan semoga anak yang dikandung, jika laki-laki, akan mengikuti jejak ketakwaan Nabi Yusuf AS, begitu pula jika bayi yang dikandung berjenis kelamin perempuan akan menjadi seperti Maryam, ibu dari Nabi Isa AS.
4. Sambutan keluarga
Dalam kesempatan ini, pihak keluarga berkesempatan menyampaikan kata sambutan, sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan berkenan memberikan doa kepada keluarga, terutama ibu yang sedang mengandung.
Juga menyampaikan maksud dan tujuan dari acara ini sebagai ungkapan syukur atas karunia kehamilan yang sudah memasuki usia 7 bulan. Dan mohon doa untuk kelancaran kehamilan dan melahirkan nanti. Juga kesehatan bagi ibu dan bayi yang dikandung.
5. Nasihat atau ceramah agama
Disebut juga sebagai tausiah yang disampaikan oleh ustad atau ustadzah dengan beragam tema yang relevan. Mulai dari kehamilan, mensyukuri nikmat, juga tentang amanah menjadi orang tua, kewajiban mendidik anak dengan nilai-nilai Islam, kewajiban menanamkan akidah dan menguatkan tauhid dalam keluarga, dan banyak lagi.
6. Doa bersama
Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama, agar ibu dan bayi senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran. Agar bayi lahir dengan selamat, sehat tanpa kurang satu apa pun, kehamilan berjalan lancar, dijadikan anak yang soleh atau solehah, dijadikan keluarga yang sakinah dan penuh kebahagiaan.
7. Ramah tamah
Setelah semua rangkaian acara berakhir, maka ditutup dengan ramah tamah atau makan bersama. Berbincang-bincang ringan dengan keluarga dan tamu undangan yang hadir. Acara 7 bulanan ini jadi momen penting untuk bersilaturahmi satu sama lain yang mungkin selama ini jarang bertemu karena kesibukan maupun jarak yang jauh.
Mums, itulah contoh susunan acara 7 bulanan dalam Islam yang dapat diterapkan untuk pasangan muda yang baru dikaruniai kehamilan anak pertama. Pada prinsipnya tidak ada acara 7 bulanan yang secara khusus atau spesifik diatur dalam Islam.
Yang dilakukan oleh masyarakat saat ini merupakan akulturasi atau proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi tanpa harus menghilangkan ciri khas dari salah satu budaya tersebut. Dalam hal ini, tradisi atau budaya daerah dengan nilai-nilai Islam sebagai panduan atau pedoman hidup seorang muslim.
Referensi :
Quranic Research and Tafsir. 2024. Tradisi Tujuuh Bulanan dalam Perspektif Living Qur’an: Antara Budaya Lokal dan stigma bid’ah.


