Asma pada anak tidak jauh berbeda dengan penyakit asma pada orang dewasa. Pada asma anak, paru-paru dan saluran pernapasan mudah meradang ketika terpapar pemicu tertentu. menghirup serbuk sari atau terkena flu maupu infeksi pernapasan lainnya.
Penting dipahami bahwa asma pada anak tidak dapat disembuhkan dan gejalanya berlanjut hingga dewasa. Namun kabar baiknya, dengan pengendalian gejala yang tepat, kerusakan pada organ paru-paru yang sedang tumbuh bisa dicegah sedini mungkin.
Ciri-ciri asma pada anak
Penyakit asma pada anak memiliki menurut studi terbaru dari Pediatric Research (2025) ditemukan bahwa serangan asma pada anak bervariasi menurut musim. Hal ini setidaknya dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu polusi, infeksi virus, dan perubahan suhu. Inilah sebabnya mengapa banyak anak dengan asma kambuh saat musim hujan dan perubahan cuaca.
Gejala asma pada anak akan sangat mengganggu aktivitas bermain, belajar, dan tidur si Kecil. Bahkan pada beberapa anak, asma dapat menyebabkan serangan asma yang berbahaya jika tidak ditangani dengan benar.
Berikut ini gejala atau ciri-ciri asma pada anak yang perlu diketahui :
1. Suara mengi
Asma disebut juga dengan batuk mengi, karena ketika si penderita asma menghembuskan napas, terdengar suara mengi atau mendesis. Ini merupakan tanda ciri-ciri asma pada anak paling khas yang terjadi karena penyempitan saluran napas.
2. Sesak napas
Dada terasa sesak atau sesak napas yang disebut dyspnea. Anak terlihat napas pendek, cepat, atau terengah-engah. Kondisi ini bisa memburuk saat beraktivitas atau malam hari. penyebabnya karena obstruksi dan peradangan saluran napas.
3. Batuk yang memburuk
Kondisi ini terjadi ketika anak mengalami infeksi virus. Terutama terjadi saat malah hari, setelah beraktivitas fisik seperti berolahraga, maupun ketika berada di udara dingin. Kondisi batuk berulang ini merupakan tanda awal diagnosis asma pada anak.
4. Dada terasa berat
Gejala asma pada anak yang satu ini muncul seperti sensasi tertekan yang membuat dada terasa berat. Pada anak yang lebih besar, biasanya dia bisa mengeluh dadanya sesak, seperti tertekan atau terikat. Ini merupakan ciri-ciri klasik penyakit asma.
Penyebab asma pada anak
Walaupun penyebab asma pada anak-anak belum sepenuhnya dipahami, namun peningkatan sensitivitas sistem kekebalan tubuh menyebabkan paru-paru dan saluran udara membengkak dan menghasilkan lendir saat terpapar pemicu tertentu.
Reaksi terhadap pemicu dapat tertunda, sehingga lebih sulit untuk mengidentifikasi pemicunya. Pemicu asma itu sendiri sangat bervariasi antara satu anak dengan anak lainnya. Berikut ini beberapa pemicu asma yang umumnya dialami oleh anak-anak :
Infeksi virus seperti flu biasa.
Paparan polutan udara, seperti asap rokok.
Alergi terhadap tungau debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau jamur.
Aktivitas fisik.
Perubahan cuaca atau udara dingin.
Dampak asma pada anak
Ketika si Kecil mengidap asma, itu artinya ia mesti berdamai dengan asma karena memang tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan. Dampak asma pada anak cukup serius, karena itu yang perlu dilakukan orang tua adalah mengendalikan asma pada anak agar tidak sering kambuh.
Berikut ini dampak asma pada anak yang dapat menyebabkan :
Kesulitan tidur karena sesak napas, batuk, atau mengi. Kondisi ini membuat si Kecil tidurnya terganggu sehingga mengantuk di siang hari. Dan berdampak pada proses belajarnya di sekolah.
Serangan batuk atau mengi yang memburuk saat pilek atau flu. Terutama di kondisi atau cuaca hujan, udara dingin, maupun ketika orang-orang terdekatnya mengalam flu atau pilek, anak dengan asma akan mudah tertular.
Pemulihan yang tertunda atau bronkitis setelah infeksi saluran pernapasan. Karena kondisinya yang tidak memungkinkan, membuat proses pemulihan menjadi lebih lambat dari seharusnya.
Kesulitan bernapas yang menghambat bermain atau berolahraga. Sama seperti gangguan tidur, kesulitan bernapas juga menghambat aktivitas harian si Kecil, mulai dari belajar, bermain, hingga menekuni hobinya sendiri.
Kelelahan, yang dapat disebabkan oleh kurang tidur. Masih dari dampak turunan kurang tidur, asma pada anak bisa menyebabkan kurang tidur dan berujung kelelahan fisik maupun mental.
Kapan serangan asma harus ditangani dokter?
Bagi Mums yang memiliki anak dengan asma, pastikan memahami kapan waktu yang tepat atau kapan seharusnya si Kecil diajak ke dokter untuk memeriksakan kondisi sebenarnya.
Bawa anak ke dokter jika ia mengalami salah satu atau lebih dari kondisi berikut ini :
Batuk yang terus-menerus, sesekali, atau tampaknya terkait dengan aktivitas fisik.
Muncul suara mengi atau mendesing saat si Kecil menghembuskan napasnya.
Sesak napas atau pernapasan cepat capek.
Keluhan dada terasa sesak.
Episode berulang yang diduga bronkitis atau pneumonia.
Harus berhenti di tengah kalimat untuk mengambil napas.
Menggunakan otot perut untuk bernapas.
Lubang hidung melebar saat menghirup napas.
Berusaha keras untuk bernapas sehingga perut tertarik ke bawah tulang rusuk saat bernapas.
Mums, meskipun si Kecil belum didiagnosis menderita asma, segera periksa ke dokter jika ia terlihat kesulitan bernapas. Sebab serangan asma umumnya dimulai dengan batuk, lalu berkembang jadi mengi dan kesulitan bernapas.
Referensi :
Pediatric Research (2025). Seasonal variation of pediatric asthma exacerbations and its association with asthma phenotypes.


