Influenza A adalah salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan menyerang anak maupun orang dewasa. Virus ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan dengan kontak dekat seperti rumah, sekolah, daycare, dan tempat bermain anak.
Berbeda dengan flu biasa yang umumnya menimbulkan gejala ringan, influenza A dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa sangat lemas. Pada sebagian besar anak, infeksi dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, influenza A juga dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada anak yang masih sangat kecil atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Apa Itu Influenza A?
Influenza A adalah salah satu dari empat jenis virus influenza, yaitu influenza A, B, C, dan D. Pada manusia, influenza A dan influenza B merupakan jenis virus yang paling sering menyebabkan influenza musiman.
Virus influenza A memiliki beberapa subtipe yang dibedakan berdasarkan protein di permukaannya, seperti hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Beberapa subtipe influenza A yang pernah menyebabkan infeksi pada manusia antara lain H1N1 dan H3N2.
Influenza A juga dikenal memiliki kemampuan untuk mengalami perubahan genetik. Perubahan tersebut dapat menghasilkan varian virus baru dan, dalam kondisi tertentu, dapat menyebabkan wabah atau pandemi.
Meski sering disebut “flu”, influenza A berbeda dengan batuk pilek biasa (common cold). Gejalanya cenderung muncul lebih mendadak dan dapat terasa lebih berat, terutama demam, nyeri otot, sakit kepala, serta rasa lelah.
Seseorang yang pernah terkena influenza A juga tetap dapat terinfeksi kembali di kemudian hari. Hal ini karena virus influenza terus mengalami perubahan dan kekebalan terhadap satu strain atau varian tidak selalu memberikan perlindungan penuh terhadap virus influenza lainnya.
Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali
Gejala influenza A biasanya muncul secara tiba-tiba setelah seseorang terinfeksi. Masa inkubasinya umumnya sekitar 1–4 hari.
B
eberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
Demam atau merasa menggigil
Batuk, yang sering kali merupakan batuk kering
Sakit tenggorokan
Hidung tersumbat atau pilek
Sakit kepala
Nyeri otot atau badan terasa pegal
Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
Nafsu makan menurun
Pada anak, dapat disertai mual, muntah, atau diare
Tidak semua anak mengalami seluruh gejala tersebut. Sebagian anak juga dapat mengalami influenza tanpa demam. Pada anak, gejala influenza A terkadang sulit dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dokter jika diperlukan, terutama ketika gejalanya berat atau anak memiliki faktor risiko komplikasi.
Bagaimana Influenza A Menular?
Influenza A termasuk virus yang sangat mudah menular. Virus dapat menyebar terutama melalui partikel atau droplet pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Penularan dapat terjadi melalui:
Percikan pernapasan dari orang yang sedang terinfeksi ketika batuk, bersin, atau berbicara.
Menghirup partikel virus di udara, terutama ketika berada dalam jarak dekat dengan orang yang sakit.
Menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi virus kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.
Kontak dekat dengan penderita, misalnya ketika berada di rumah atau satu ruang kelas.
Berbagi barang tertentu dengan orang yang sedang sakit, terutama jika barang tersebut terkontaminasi sekret pernapasan.
Orang yang terinfeksi influenza dapat menularkan virus sejak sekitar satu hari sebelum gejala muncul dan beberapa hari setelahnya. Anak-anak, terutama anak yang lebih kecil, dapat menularkan virus lebih lama dibandingkan orang dewasa.
Bagaimana Mencegah Penularannya?
Menjaga kebersihan dan mengurangi paparan terhadap virus menjadi bagian penting dalam mencegah influenza A. Jika anak sedang mengalami demam, batuk, atau gejala influenza lainnya, sebaiknya beristirahat di rumah dan menghindari kontak dekat dengan anak lain hingga kondisinya membaik. Ajarkan anak untuk mencuci tangan secara rutin, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.
B
eberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan antara lain:
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
Menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat yang ramai, terutama jika berisiko menularkan kepada orang lain.
Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang yang sedang sakit.
Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh.
Memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik.
Beristirahat di rumah ketika sedang sakit dan membatasi kontak dengan orang lain.
Mendapatkan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi dokter.
Sebagian besar anak yang mengalami influenza akan membaik dengan istirahat, cukup cairan, dan perawatan untuk membantu meredakan gejala. Namun, influenza juga dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, sinusitis, dehidrasi, atau memperburuk kondisi kesehatan tertentu.
Segera konsultasikan anak ke dokter apabila anak:
mengalami kesulitan bernapas atau napas cepat,
tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan,
tidak mau minum atau mengalami tanda-tanda dehidrasi,
mengalami kejang,
mengalami demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk,
mengalami nyeri dada,
atau menunjukkan gejala yang berat dan tidak membaik.
Bagaimana dengan Vaksin Influenza?
Berbeda dengan beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya, vaksin influenza tersedia dan dapat diberikan untuk membantu mengurangi risiko terkena influenza serta komplikasinya.
Vaksin influenza diperbarui secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan. Perlindungan vaksin juga dapat berbeda dari satu musim ke musim berikutnya, tergantung pada kecocokan antara virus yang beredar dan strain yang terdapat dalam vaksin.
Vaksinasi tidak menjamin seseorang sama sekali tidak akan terkena influenza. Namun, vaksin dapat membantu menurunkan risiko sakit dan, terutama, membantu mengurangi risiko penyakit berat serta komplikasi akibat influenza.
Karena influenza A merupakan salah satu penyebab utama influenza musiman, vaksin influenza dapat memberikan perlindungan terhadap strain influenza A yang termasuk dalam vaksin tersebut. Namun, vaksin influenza juga dapat mencakup strain influenza B, sehingga vaksin influenza bukan hanya ditujukan untuk influenza A.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal dan jenis vaksin influenza yang sesuai untuk anak, terutama bagi anak yang masih kecil atau memiliki kondisi medis tertentu yang meningkatkan risiko komplikasi.
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Influenza (Flu).
World Health Organization (WHO). Influenza (seasonal).


