Cuaca Panas, Kenali Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Mencegahnya

Dipublish: Kamis, 11 Juni 2026 16:59 WIB

Diperbarui: Kamis, 11 Juni 2026 14:59 WIB

Anak minum air bersama ibu
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Anak-anak rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Sebab tubuh anak-anak tidak mengatur suhu atau mendinginkan diri seefisien tubuh orang dewasa. Selain itu, anak-anak asyik bermain tanpa menyadari tanda-tanda haus. 


Kondisi ini makin diperparah dengan cuaca yang panas, sehingga mereka lebih mudah kehilangan cairan yang bisa membuat anak dehidrasi. Karena itu mencegah anak dehidrasi adalah sangat penting sebelum terjadi. 


Tanda-Tanda Dehidrasi pada Anak


Saat cuaca panas, tubuh anak akan bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, anak bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.


Sayangnya tidak selalu mudah untuk mengetahui kapan seorang anak mengalami dehidrasi. Perhatikan anak-anak, apakah ada salah satu atau lebih dari tanda-tanda umum dehidrasi pada anak berikut ini : 

  • Bibir dan mulut kering

  • Popok basah atau buang air kecil lebih jarang

  • Urine berwarna kuning tua atau pekat 

  • Kelelahan atau rewel

  • Sakit kepala atau pusing

  • Kurang aktif atau tidak bermain seperti biasanya

  • Kulit terasa kering 

  • Tidak berkeringat meski cuaca panas


Mums, kebutuhan air minum anak-anak selama musim panas dapat bervariasi tergantung usia, tingkat aktivitas, iklim, dan banyak lagi, sehingga tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua. 


Meskipun demikian, pedoman umum menyarankan kebutuhan air berdasarkan usia, yaitu ; balita (1–3 tahun) sekitar 2-4 gelas air; anak-anak kecil (4–8 tahun) sekitar 5 gelas; anak-anak yang lebih besar usia 9 tahun ke atas, kebutuhan air sekitar 7-8 gelas atau lebih, terutama jika mereka aktif


Cara mencegah anak dehidrasi 


Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature (2025) membahas bagaimana perubahan iklim dan peningkatan suhu global dapat meningkatkan kebutuhan cairan pada anak-anak. Studi ini memperkirakan kebutuhan hidrasi anak akan terus meningkat di masa depan akibat suhu lingkungan yang lebih panas. 


Peneliti menjelaskan bahwa suhu lingkungan berpengaruh langsung terhadap kebutuhan cairan harian anak. Selain itu anak lebih cepat kehilangan cairan karena sistem pengaturan suhu tubuh belum matang. Sehingga pencegahan dehidrasi penting dilakukan sejak dini, terutama di negara beriklim tropis


Sebenarnya dehidrasi sangat mudah dicegah, hanya saja kadang tidak mau repot atau tidak disiplin dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Membiasakan hidrasi adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak minum cukup air.


Berikut ini cara efektif mencegah anak dehidrasi : 


1. Tawarkan air secara teratur

Jangan menunggu anak mengatakan mereka haus, tetapi tawarkan air secara teratur sepanjang hari. Siapkan air minum yang selalu mudah dijangkau si Kecil. 


2. Buat minum air lebih menyenangkan

Gunakan gelas berwarna-warni atau bertema tokoh kartun kesukaannya, sedotan lucu, atau potongan buah beku untuk membuat air lebih menarik.


3. Tetapkan jadwal

Tawarkan minuman secara berkala, terutama sebelum, selama, dan setelah bermain di luar ruangan.


4. Bawalah air minum 

Pastikan anak untuk selalu membawa air minum terutama saat kegiatan di luar ruangan. Selalu bawa botol air minum saat pergi ke taman, kolam renang, atau aktivitas musim panas lainnya.


5.Tambahkan camilan kaya air

Beragam pilihan buah kaya air yang bisa dikonsumsi secara rutin. Seperti buah semangka, mentimun, jeruk, dan stroberi adalah camilan lezat dan menghidrasi. Selain buah dan camilan, makanan seperti sup atau yogurt juga dapat membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh anak.


6. Batasi minuman manis

Jus dan minuman olahraga mungkin menggoda, tetapi minuman tersebut tidak menghidrasi sebaik air dan dapat menambah gula yang tidak perlu.


7. Hindari aktivitas berat saat terik

Paparan sinar matahari berlebihan dapat membuat tubuh anak cepat kehilangan cairan. Sebaiknya batasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10 pagi hingga 4 sore ketika suhu sedang sangat panas. Jika anak tetap bermain di luar pastikan ada waktu istirahat, cari tempat teduh, berikan minum lebih sering. 


8. Gunakan pakaian yang nyaman

Pakaian yang digunakan juga berkaitan dengan kondisi dehidrasi. Karena pakaian yang nyaman membantu tubuh anak tetap sejuk dan mengurangi produksi keringat berlebihan. Itulah sebabnya gunakan pakaian yang nyaman, menyerap keringat, longgar, dan berwarna terang.


9. Perhatikan kondisi anak saat bermain

Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak. Jika anak mulai tampak sangat lelah, wajah memerah, mengeluh pusing, mual, tidak aktif seperti biasanya. Segera ajak anak beristirahat dan beri cairan.


10. Berikan ASI atau susu yang cukup pada bayi

Pada bayi, ASI dan susu tetap menjadi sumber cairan utama. Saat cuaca panas, bayi mungkin ingin menyusu lebih sering. Ini merupakan hal yang normal untuk membantu memenuhi kebutuhan cairannya.


Mums, itulah cara mencegah dehidrasi pada anak. Cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika anak aktif bermain dan kurang minum. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi setiap hari.


Mulai dari membiasakan minum air putih, memberikan makanan tinggi cairan, hingga membatasi aktivitas saat cuaca terik bisa membantu menjaga tubuh anak tetap sehat dan terhidrasi dengan baik.



Referensi : 

Nature. 2025. Projecting future fluid intake of Chinese children in a warming world | Communications Medicine.

Kasih Saran, Yuk!