Perceraian di kalangan selebritas selalu menjadi berita panas yang menjadi konsumsi netizen. Tidak hanya proses perceraian yang kadang disertai perseteruan, perebutan hak asuh anak, atau isu perselingkuhan. Namun, ada juga selebritas yang memilih bercerai baik-baik dan kemudian melakukan pengasuhan anak bersama.
Wulan Guritno adalah salah satu artis yang jarang berseteru soal anak. Artis keturunan Inggris ini sudah dua kali bercerai. Dari dua kali pernikahannya, Wulan memiliki 3 anak, yaitu Shalom Razade, anak pertama dari pernikahan pertamanya dengan Attila Syach. Kemudian dari hasil pernikahannya dengan Adilla Dimitri, Wulan punya dua anak, London Abigail Dimitri dan Jeremiah Alric Dimitri.
Wulan Guritno dan Adilla Dimitri tetap kompak mengasuh anak setelah resmi bercerai pada 8 April 2021 tanpa adanya drama perebutan hak asuh. Mereka mengutamakan komunikasi yang baik, selalu hadir bersama di momen penting anak seperti acara sunatan atau kelulusan sekolah, serta menunjukkan keharmonisan di depan anak-anak
Menikah Muda
Wulan Guritno termasuk salah satu selebritas yang memilih menikah muda. Wulan menikah pada usia 17 tahun dengan Attila Syach pada tahun 1998. Ia melahirkan anak pertamanya di usia muda. Shaloom Razade, putri pertamanya, ahir 24 Juni 1998. Pernikahan Wulan dan Attila hanya bertahan selama empat tahun dan berakhir dengan perceraian pada tahun 2002.
Wulan pernah membagikan wejangan agar perempuan tidak terburu-buru menikah muda karena bisa menghalangi fokus mengejar mimpi dan menuntut kematangan mental yang tinggi.
Pernikahan Wulan Guritno dan Adilla Dimitri
Wulan Guritno dan Adilla Dimitri menikah pada 27 Maret 2009. Pernikahan mereka berjalan selama 12 tahun, sebelum akhirnya resmi bercerai pada 8 April 2021.
Artis yang memiliki nama lengkap Sri Wulandari Lorraine Joko Guritno ini pernah mengakui bahwa hubungannya dengan Adilla Dimitri memang tetap baik. Menurut perempuan kelahiran April 1981 ini, bercerai dengan Adilla adalah perpisahan terbaik.
Perceraian mereka terbilang mengejutkan karena selama ini keduanya jauh dari gosip miring. Saat ini hubungan mereka tetap baik dan mereka melakukan pengasuhan bersama.
Tips Co-Parenting Wulan Guritno dan Adilla Dimitri
Berikut ini beberapa tips co-parenting Wulan Guritno dan Adilla Dimitri setelah resmi bercerai:
1. Kompak untuk anak
Perceraian tak menjadi alasan bagi Wulan Guritno dan Adilla Dimitri untuk tak tampil bersama. Saat putri mereka, London Abigail, lulus dari bangku Sekolah Dasar, Wulan dan mantan suaminya terlihat hadir mendampingi.
Moment bahagia tersebut dibagikan melalui Instagram pribadi Wulan dan Adilla yang lantas mengundang banyak pujian di kolom komentar terkait potret kebersamaan mereka.
2. Hadir di setiap momen penting anak
Karena perpisahan, tentu anak-anak tidak bisa setiap saat bersama kedua orang tua. Pada pasangan yang melakukan co-parenting dengan baik, momen penting seperti Hari Raya, biasanya dimanfaatkan untuk meluangkan waktu kembali bersama.
Wulan Guritno dan Adilla Dimitri juga menjadikan momen Hari Raya Idul Fitri, untuk berkumpul bersama anak-anak. Mereka bahkan tidak canggung tampil kompak mengenakan seragam putih bersama anak-anak mereka.
Di kesempatan penting seperti sunat untuk anak bungsu, Wulan dan Adilla Dimitri juga nampak kompak menemani.
3. Menjaga hubungan tetap baik meski berubah status
Ada hal yang membuat mantan suami istri Wulan Guritno dan Adilla Dimitri tidak cangguh harus menghabiskan waktu saat bersama anak-anaknya. Ternyata, Wulan sudah menganggap Adilla Dimitri sebagai kakaknya sendiri. Salah satu alasannya, demi menjaga perasaan anak-anak mereka.
Semua ini bisa berjalan dengan menekan ego masing-masing. Mengubah status hubungan suami-istri menjadi “kakak-adik” tentu tidak mudah. Tapi demi kepentingan anak, artis yang pernah masuk nominasi Piala Citra lewat film Gie dan Nada dan Asa bisa melakukannya.
Itulah rahasia keberhasilan co-parenting Wulan Guritno dan Adilla Dimitri. Menempatkan kepentingan anak di atas ego kedua orang tuanya menjadi yang utama. Dengan begitu, anak tidak merasakan kehilangan kasih sayang dari salah satu orang tuanya, ayah atau ibunya.


