GDS Bayi Baru Lahir Rendah, Apa Tandanya?

Dipublish: Senin, 29 Juni 2026 20:22 WIB

Diperbarui: Selasa, 30 Juni 2026 06:43 WIB

Bayi Baru Lahir
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr Retma Rosela Nurkayanty

Mendengar bayi mengalami gula darah rendah memang bisa membuat orang tua khawatir. Namun, kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada bayi dengan faktor risiko tertentu.


Bagi bayi baru lahir, kondisi GDS rendah atau dalam istilah medis dikenal dengan istilah hipoglikemia neonatal, merupakan hal biasa. Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat ditangani dengan baik jika terdeteksi sejak dini.


Apa Itu GDS pada Bayi Baru Lahir?


Gula darah sewaktu atau GDS merupakan pemeriksaan kadar glukosa dalam darah yang dilakukan pada waktu tertentu tanpa melihat kapan terakhir kali bayi makan. Objek pemeriksaannya adalah  kadar gula darah atau glukosa. 


Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh, terutama otak. Selama di dalam kandungan, bayi mendapatkan pasokan glukosa dari ibu melalui plasenta. Setelah lahir, bayi harus mulai menjaga kadar gula darahnya sendiri melalui proses menyusu dan metabolisme tubuh.


Nah, pada beberapa jam pertama setelah lahir, kadar gula darah bayi memang dapat menurun sebagai bagian dari proses adaptasi normal tubuh bayi terhadap lingkungan barunya. Namun, jika penurunannya terlalu rendah atau berlangsung lama, maka perlu mendapat perhatian serius dan tindakan medis.


Kondisi ini disebut dengan hipoglikemia neonatal, yaitu ketika kadar gula darah bayi berada di bawah batas aman sesuai usia dan kondisi kesehatannya.


Rentang Gula Darah yang Perlu Dipantau


Perlu diketahui bahwa hasil GDS pada bayi baru lahir tidak selalu sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bayi, kondisi kesehatan, dan faktor risiko yang dimiliki. Rentang gula darah bayi baru lahir yang perlu dipantau ada pada kisaran yang terendah 25 mg/dL atau setinggi 110mg/dL. 


Setelah beberapa hari, kadar gula darah akan naik ke tingkat 60 hingga sekitar 100 mg/dL. Sementara itu, selama periode 4 minggu pertama, bayi baru lahir umumnya harus memiliki kadar glukosa antara 70 dan 150 mg/dL. 


Ulasan terbaru di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (2024) menjelaskan bahwa penurunan gula darah pada beberapa jam pertama setelah lahir sering kali merupakan proses adaptasi normal yang disebut transitional hypoglycemia.


Penelitian ini menemukan bahwa pada 4 jam pertama kehidupan, kadar glukosa bayi sehat memang dapat turun sementara. Kadar gula darah biasanya meningkat kembali dalam 72–96 jam.


Namun secara umum, kadar gula darah yang terlalu rendah pada jam-jam pertama kehidupan perlu mendapatkan perhatian serius. Apalagi pada bayi dengan GDS rendah disertai dengan gejala hipoglikemia. 


Tanda Gula Darah Rendah pada Bayi


Perlu diketahui bahwa tidak semua bayi dengan hipoglikemia menunjukkan gejala yang jelas. Bahkan, sebagian bayi tampak baik-baik saja meski kadar gula darahnya rendah. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai : 


  • Bayi tampak sangat lemas, terlihat kurang aktif, lebih banyak tidur, sulit dibangunkan, atau tidak seaktif biasanya.

  • Menyusu kurang maksimal. Bayi sulit mengisap ASI, cepat tertidur saat menyusu, atau tampak tidak tertarik untuk minum.

  • Gemetar atau tremor. Tangan, kaki, atau tubuh bayi tampak bergetar tanpa sebab yang jelas.

  • Tangisan tidak biasa. Tangisan dapat terdengar lemah atau justru bernada tinggi dibanding biasanya.

  • Napas tidak teratur. Bayi dapat mengalami napas cepat, jeda napas (apnea), atau tampak kesulitan bernapas.

  • Kulit tampak kebiruan atau pucat. Perubahan warna kulit bisa menjadi tanda bahwa bayi membutuhkan evaluasi medis segera.

  • Kejang. Pada kondisi yang berat, gula darah rendah dapat menyebabkan kejang dan termasuk keadaan darurat medis.


Karena gejalanya sering tidak spesifik, pemeriksaan gula darah tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.


Faktor Risiko Hipoglikemia Neonatal


Ada sejumlah faktor risiko terjadinya hipoglikemia neonatal pada bayi baru lahir, di antaranya: 


1. Bayi dari ibu dengan diabetes

Baik diabetes sebelum kehamilan maupun diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko 

hipoglikemia pada bayi. Ibu dengan diabetes juga berisiko melahirkan bayi berukuran besar untuk usia kehamilan


2. Kelahiran prematur

Bayi prematur memiliki cadangan energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan bayi cukup bulan.


3. Bayi dengan berat lahir rendah

Kondisi ini terjadi karena cadangan glikogen yang terbatas membuat bayi lebih rentan mengalami penurunan gula darah.


4. Bayi mengalami stres saat persalinan

Biasanya hal ini terjadi akibat kekurangan oksigen atau komplikasi tertentu saat lahir.


5. Bayi mengalami infeksi

Dalam hal ini, infeksi yang dialami dapat meningkatkan kebutuhan energi tubuh sehingga memengaruhi kadar gula darah.


Kapan Bayi Perlu Diperiksa Dokter?

Mums, jika muncul salah satu atau lebih dari gejala atau tanda GDS rendah pada bayi, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Gejala atau tanda GDS rendah pada bayi di antaranya:

  • Sulit dibangunkan untuk menyusu

  • Menolak minum berulang kali, tampak sangat lemas

  • Mengalami gemetar berulang

  • Napas tidak normal

  • Kulit tampak kebiruan atau pucat

  • Kejang

  • Menangis terus-menerus dengan suara yang tidak biasa


Selain itu, bayi yang memiliki faktor risiko hipoglikemia perlu menjalani seluruh pemeriksaan dan kontrol yang dianjurkan oleh dokter. Penanganan dini sangat penting karena otak bayi baru lahir membutuhkan pasokan glukosa yang cukup untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.


Mums, GDS rendah atau hipoglikemia neonatal merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir, terutama pada bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah, atau bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes.


Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, sebagian besar kasus hipoglikemia neonatal dapat ditangani dengan baik. Yang terpenting, kenali tanda-tandanya dan segera konsultasikan ke dokter jika ada kondisi yang mengkhawatirkan.



Referensi:

Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. 2024. Approach to the Neonate With Hypoglycemia. 

Kasih Saran, Yuk!