Kebutuhan Seks Suami dan Istri Berbeda? Ini Cara Mengatasinya

Dipublish: Minggu, 28 Juni 2026 13:03 WIB

Diperbarui: Kamis, 25 Juni 2026 21:37 WIB

Pasangan suami istri dan masalah keintiman
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

Febrizky Yahya, M.Si

Dalam hubungan intim, hasrat seksual atau libido merupakan komponen penting yang berperan besar. Sayangnya, sering kali hasrat seksual ini tidak sama antara pria dan wanita. Perbedaan ini membuat kebutuhan seks keduanya pun tidak selalu berjalan beriringan. 


Kebutuhan seks yang berbeda dari keduanya, baik secara langsung maupun tidak langsung,  berkontribusi pada masalah atau konflik rumah tangga. Perbedaan kebutuhan seks dalam suatu hubungan terjadi ketika salah satu pasangan memiliki libido yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada pasangan lainnya. 


Artikel ini membahas tentang alasan mengapa kebutuhan seks suami dan istri berbeda, serta cara menyikapinya.


Alasan kebutuhan seks suami dan istri berbeda 


Perbedaan kebutuhan seks antara suami dan istri memang fakta yang tidak bisa dibantah. Hal ini bahkan terkonfirmasi dalam sebuah penelitian di jurnal Archives of Sexual Behavior  (2020) bahwa perbedaan libido sangat normal dalam hubungan jangka panjang.


Penelitian ini menegaskan bahwa hampir semua pasangan mengalami naik-turun libido dan kualitas hubungan seksual yang dipengaruhi oleh rutinitas, stres, pekerjaan, anak, kesehatan, usia, dan perubahan hidup. 


Para peneliti menyebut sexual desire discrepancy sebagai kondisi yang sangat umum dalam pernikahan. Artinya, tidak realistis mengharapkan dua orang selalu memiliki gairah seksual yang sama setiap saat.


Lebih detailnya, berikut ini alasan perbedaan libido atau kebutuhan seks antara suami dan istri dalam pernikahan: 


1. Faktor Biologis

Libido dipengaruhi oleh faktor biologis, hormonal, dan genetik yang sangat berbeda antara suami dan istri. Variasi dalam aspek-aspek ini dapat mengakibatkan perbedaan selera seksual kedua pasangan.


2. Faktor Psikologis

Tidak hanya fisik atau biologis, faktor psikologis juga ikut andil dalam pemenuhan kebutuhan seks suami dan istri. Stres, kecemasan, depresi, trauma masa lalu, atau masalah citra tubuh dapat secara signifikan memengaruhi hasrat seksual seseorang.


3. Dinamika hubungan

Kesehatan dan kepuasan hubungan secara keseluruhan memainkan peran penting dalam hasrat seksual. Konflik yang berkelanjutan, masalah komunikasi, atau keterputusan emosional dapat menyebabkan perbedaan.


4. Perubahan Hidup

Peristiwa besar dalam hidup seperti menjadi orang tua, perubahan karier, penuaan, kehilangan, atau masalah kesehatan yang dialami dapat memengaruhi hasrat seksual.


Cara mengatasi perbedaan kebutuhan seks suami dan istri 


Mums dan Dads tidak perlu khawatir soal perbedaan kebutuhan seks yang kadang jadi sumber pertengkaran dalam rumah tangga. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut, di antaranya: 


1. Komunikasi terbuka 

Komunikasi yang terbuka, jujur, dan empatik adalah kunci utama dalam mengatasi perbedaan kebutuhan seksual ini. Mulailah percakapan dua arah, pilih tempat yang aman, nyaman, dan pribadi untuk membahas paling privat ini. Bicarakan dengan hati-hati dan hormati perasaan pasangan.


2. Dengarkan secara aktif

Ingatlah bahwa hasrat pasangan sama validnya dengan hasrat Mums dan Dads sendiri. Dengarkan dengan saksama perspektif dirinya tanpa gangguan atau penghakiman.


3. Identifikasi akar masalah 

Cari sumber penyebabnya, jelajahi alasan mendasar di balik perbedaan kebutuhan seks ini. Apakah itu stres, masalah hubungan yang belum terselesaikan, atau faktor lain? Dengan memahami akar masalah, solusinya dapat lebih mudah ditemukan. 


4. Kompromi

Temukan jalan tengah dengan cara mengurangi ego dan ekspektasi masing-masing. Dengan demikian, akan ada solusi dari hasil berkompromi untuk menciptakan keseimbangan yang baru. 


5. Cari bantuan professional

Jika perbedaan kebutuhan seks ini terus berlanjut dan menimbulkan tekanan maupun masalah yang signifikan, pertimbangkan untuk mencari bantuan konselor yang kompeten di Psikolog Corner dalam mengatasi masalah seksual dan hubungan ini.


Tips meningkatkan keintiman dengan pasangan 

Meskipun kebutuhan seksual merupakan aspek penting dari hubungan romantis, itu bukanlah satu-satunya bentuk keintiman. Membangun keintiman emosional, kepercayaan, dan koneksi juga dapat memperkuat ikatan antara pasangan. 


Agar kebutuhan seksual Mums dan Dads bisa terpenuhi dengan baik, lakukan beberapa tips ampuh dalam meningkatkan keintiman dengan pasangan di luar aktivitas seks, berikut ini : 


1. Quality time 

Habiskan waktu di luar kamar tidur. Lakukan aktivitas yang Mums dan Dads berdua suka dan terhubung pada tingkat yang lebih dalam. Buat jadwal rutin untuk melakukan quality time ini. 


2. Komunikasi Efektif

Tingkatkan keterampilan komunikasi untuk memupuk keintiman emosional. Bagikan pikiran, perasaan, dan ketakutan Mums pada pasangan, atau sebaliknya. Dengan begitu, bisa lebih saling memahami. 


3. Kasih sayang

Kasih sayang fisik seperti berpelukan, berciuman, dan bermesraan dapat membantu menjaga rasa kedekatan, bahkan ketika hasrat seksual keduanya bervariasi atau berubah karena sebab tertentu.


4. Kejutan dan spontanitas

Untuk menjaga agar hubungan tetap menarik dan romantis, lakukan hal-hal kecil seperti membuat kejutan untuk pasangan. Selain itu, normalisasikan spontanitas ke dalam kehidupan sehari-hari .


Mums dan Dads, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan kebutuhan seks atau hasrat seksual antara suami dan istri. Perbedaan kebutuhan seksual antara suami dan istri adalah hal yang sangat umum dan normal dalam hubungan jangka panjang.


Penyebabnya sangat kompleks, meliputi hormon, stres, kelelahan, pola attachment, kualitas hubungan, komunikasi, beban mental, hingga pola hasrat seksual yang berbeda. Namun demikian, yang paling penting dalam hal ini, bukanlah membuat atau menciptakan libido yang selalu sama, tetapi bagaimana pasangan dapat saling memahami posisi dan kondisi pasangan. 


Membangun komunikasi yang sehat, menjaga kedekatan emosional, dan mencari solusi bersama tanpa menyalahkan satu sama lain. 


Referensi : 

Archives of Sexual Behavior. 2020. Strategies for Mitigating Sexual Desire Discrepancy in Relationships.

Kasih Saran, Yuk!