Inilah Keseruan Family's Days Out di Bandung

Dipublish: Senin, 29 Juni 2026 17:57 WIB

Diperbarui: Senin, 29 Juni 2026 18:04 WIB

Keseruan di FDO bandung

Akhirnya Family's Days Out by Teman Bumil & Parenting yang diadakan di Bandung, 27 Juni 2026 berakhir dengan sukses. Peserta happy dan pulang dengan membawa kenangan seru bareng si Kecil. Mums dan Dads apakah jadi salah satu peserta? Gimana Mums, seru bukan?

Setelah sukses menggelar acara serupa di Jakarta dan Bandung di tahun 2025, kali ini Teman Bumil & Parenting, memboyong kegiatan Familys Day’s Out ke Bandung. Nara Park dipilih menjadi tempat acara yang diikuti lebih dari 100 keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. 



Bagi Mums dan Dads yang belum tahu, Family's Days Out adalah acara rekreasi dan edukasi keluarga, sekaligus menjadi ajang kumpul, bermain, dan bonding berkualitas antara orang tua (Mums & Dads) dan anak. 



Yuk, ikuti rangkuman dari tim Teman Bumil & Parenting, ada keseruan apa saja di Familys Day’s Out Roadshow to Bandung?

Ajang Bonding dan Asah Kepercayaan Diri Anak

Manager Teman Bumil & Parenting Intan Anindyana Hapsari menjelaskan, “Family's Days Out adalah acara yang sudah menjadi agenda rutin Teman Bumil & Parenting. Kami melihat acara seperti ini sangat penting, mengingat banyak orang tua yang karena kesibukan lalu jarang menghabiskan waktu dan bonding berkualitas dengan anak-anak balitanya, terutama untuk melakukan aktivitas di luar ruang.”


 “Tahun lalu, Family's Days Out sukses diselenggarakan di Jakarta dan Bogor, dan kali ini kami mengajak keluarga di Bandung dan sekitarnya untuk ikut merasakan keseruan di ajang Family’s Days Out Roadshow To Bandung. Kami sangat bersyukur, ternyata antusiasme Mums dan Dads dari Bandung sangat luar biasa, terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 100 keluarga dan peserta dengan antusias mengikuti semua aktivitas yang disediakan,” lanjut Intan. 


Mengusung tema "A Day to Be Brave, More Days to Feel Safe," Family's Days Out Roadshow to Bandung mengajak setiap keluarga memahami bahwa keberanian anak tidak lahir dari dunia yang tanpa tantangan, melainkan dari rasa aman yang dibangun melalui kehadiran dan dukungan orang tua. Melalui berbagai aktivitas bermain, eksplorasi, dan sesi edukasi, Family's Days Out menghadirkan ruang bagi anak untuk mencoba hal-hal baru, sekaligus mengajak orang tua merefleksikan kembali makna mendampingi.


“Berbagai aktivitas didesain untuk mengajak anak melakukan eksplorasi dan menumbuhkan rasa percaya diri. Dari pengalaman-pengalaman sederhana inilah anak belajar bahwa mereka mampu menghadapi tantangan, karena selalu memiliki keluarga yang siap mendukung di setiap langkahnya. Selain aktivitas untuk anak, para orang tua juga mendapatkan edukasi dari para ahli seputar pengasuhan dan tumbuh kembang anak dan berkonsultasi dengan psikolog di booth Psikolog Corner yang baru saja kami luncurkan,” tambah Intan.

Bermain dan belajar

Tujuan awal diadakan Family's Days Out adalah mengajak anak mengeskplorasi dengan bermain dan belajar, didampingi orang tua. ada beberapa arena bermain yang dengan tertib diikuti peserta yaitu:

Permainan Little Heroes vs Monster, yaitu menembakkan air ke target berupa gambar monster.

Little Warrior, permainan halang rintang

Catch the Cube, memindahkan cube warna warni

Masih banyak lagi permainan lain yaitu Little Animal Rescuers, si kecil akan menyelamatkan hewan-hewan kecil yang tersembunyi. Ketemu sama giant tortoise atau kura-kura raksasa

Dads Lead the way, Dads dan di Kecil diuji kekompaknnya menemukan jalan keluar dari labirin, dan Face painting

2. Edukasi seputar perkembangan emosi anak

Ada tiga talkshow berupa edukasi yang diadakan selama acara Family's Days Out Roadshow to Bandung. Pertama tentang Mengenali Perkembangan Emosi Anak Sejak Dini. Ayoe Sutomo, M.Psi, Psikolog, Psikolog Klinis Anak dan Remaja, dan Keluarga, menjelaskan, kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan sosial (SQ) sama pentingnya dengan kecerdasan akademik (IQ). 



"Dalam dunia yang penuh tantangan, kelak anak-anak saat dewasa akan dituntut memiliki kecerdasan emosi berupa kemampuan mengenali, memahami, mengelola dan mengekspresikan emosi diri sendiri secara sehat. Begitu juga dengan kecerdasan sosial, di mana anak mampu memahami orang lain, berinteraksi dengan efektif, dan membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain," jelas Ayoe Sutomo.



Perkembangan emosi anak tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, namun juga dipengaruhi faktor keluarga dan pengasuhan, dan lingkungan dan budaya tempat anak dibesarkan. 

"Ada anak yang memiliki temperamen bawaan mudah (easy child), tapi ada juga yang sulit atau lambat dan butuh adaptasi. Ini semua terkait dengan perkembangan otak di 5 tahun pertama. Faktor genetik menyumbang kurang lebih 50% pada stabilitas emosi. Tetapi pola pelekatan, gaya pengasuhan, dan stabilitas emosi orang tua dan kualitas hubungan pernikahan ikut mempengaruhi perkembangan emosi anak," lanjut Ayoe. 

Edukasi lainnya tentang kesehatan gigi bersama Metoo dan rahasia perawatan kesehatan kulit selama hamil dan menyusui oleh Wardah.

3. Skrining KMME di Psikolog Corner

Di acara yang sama, Teman Bumil & Parenting juga memperkenalkan fitur Skrining Kesehatan Mental & Emosional yang bertujuan mengidentifikasi kondisi mental dan emosional anak sejak dini untuk mendukung tumbuh kembangnya lebih optimal.

Skrining perkembangan mental dan emosi anak di fitur Psikolog Corner bisa dilakukan dengan mudah dan mandiri melalui link berikut, https://www.temanbumilparenting.com/psikolog-corner/skrining-kmme.

Skrining kesehatan mental dan emosional anak ini menggunakan pedoman resmi dari Kementerian Kesehatan RI yaitu Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME), di mana ini adalah instrumen skrining yang digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan atau masalah mental dan emosional pada anak usia prasekolah atau usia 3-6 tahun.

“Skrining ini bisa menjadi langkah awal jika ditemukan ada penyimpangan atau ada sebagian aspek emosi yang belum berkembang, sehingga orang tua bisa melakukan stimulasi dan terapi sejak dini,” jelas Ayoe.

4. Konsultasi dengan Psikolog

Setelah melakukan skrining, para peserta bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog di tempat yang sudah disediakan, booth khusus Psikolog Corner. Ada dua psikolog dari SFun Station (DFS) Bandung yang siap menampung semua keluhan Mums, mulai dari masalah anak, kesehatan mental pribadi hingga hubungan pernikahan.

Melissa Luckyanti, M., Psi., Psikolog, Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari lembaga psikolog DFS (d Fun Station) Bandung, memberikan pendapatnya setelah melayani sesi konsultasi para orang tua peserta Family's Days Out Roadshow to Bandung.

“Dari begitu banyak Mums yang berkonsultasi, ternyata saya menemukan kalau sebagian besar orang tua, terutama ibu, membutuhkan tempat bicara untuk mengeluarkan isi hati yang selama ini mereka pendam. Selama ini mereka kesulitan untuk bicara dan curhat dengan orang yang tepat. Ada ibu yang kesulitan dengan kemampuan anak bersosialisasi, lalu banyak juga ibu yang merasa tidak mampu menjadi orang tua yang baik karena mereka sendiri memiliki masalah mental dan emosional yang belum tuntas. Misalnya karena masih ada efek baby blues, atau masalah yang timbul dari hubungan dengan pasangan,” ungkap Melissa.

Kasih Saran, Yuk!