Bayi tidak bisa mengingat, makanya orang dewasa tidak akan ingat pengalamannya saat bayi.
Tidak bisa mengingat masa bayi ketika dewasa tidak otomatis berarti otak bayi tidak "membentuk memori".
Pengalaman awal kehidupan membantu bayi belajar mengenali lingkungan, membangun hubungan dengan pengasuh, dan mengembangkan kemampuan sosial serta emosional.
Walaupun Tidak Bisa Mengingat, Bayi Mampu Menciptakan Memori
Penelitian menemukan bahwa terbukti bayi dapat membentuk memori yang terdeteksi melalui aktivitas otak. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science (2025) memindai otak bayi saat terjaga menggunakan functional MRI (fMRI) ketika bayi menjalani tugas pengenalan memori. Hasilnya memberikan bukti bahwa hippocampus bayi dapat mengodekan pengalaman yang kemudian berkaitan dengan kemampuan mengenali informasi tersebut.
Temuan dari penelitian ini memberikan perspektif baru tentang infantile amnesia, yaitu kondisi ketika seseorang tidak dapat mengingat sebagian besar pengalaman dari tahun-tahun pertama kehidupannya. Artinya, bayi bisa membentuk ingatan, meskipun belum tentu mampu mengingatnya kembali ketika sudah dewasa.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menduga kemampuan bayi membentuk ingatan tentang peristiwa tertentu masih terbatas karena perkembangan otaknya belum matang.
Salah satu bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori adalah hipokampus. Bagian ini membantu manusia membentuk ingatan tentang pengalaman dan kejadian tertentu.
Namun, penelitian yang dipimpin Tristan S. Yates, PhD, peneliti pascadoktoral di Departemen Psikologi Columbia University ini, menunjukkan bahwa hipokampus bayi sudah terlibat dalam pembentukan memori.
Temuan ini menarik karena mengindikasikan bahwa bayi tidak sekadar bereaksi terhadap apa yang dilihatnya. Otak mereka juga sudah mampu membentuk ingatan dari pengalaman tersebut. Dalam hal ini hipokampus berperan dalam proses pembentukan memori pada bayi. Meski demikian, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa bayi akan mengingat semua pengalaman secara permanen atau mampu menceritakan kembali kejadian tersebut ketika dewasa.
Pentingnya Pengalaman Masa Bayi bagi Tumbuh Kembang
Mums, walaupun bayi tidak bisa mengingat pengalamannya sendiri, namun pengalaman awal kehidupan membantu bayi belajar mengenali lingkungan, membangun hubungan dengan pengasuh, dan mengembangkan kemampuan sosial serta emosional.
Berikut beberapa pengaruh pentingnya bagi tumbuh kembang Si Kecil :
1. Membantu bayi belajar memahami dunia
Bayi belajar melalui pengalaman yang berulang. Mereka mengenali suara orang tua, membiasakan diri dengan rutinitas, dan mempelajari hubungan antara tindakan dan respons dari lingkungan.
2. Membentuk rasa aman dan kepercayaan
Ketika bayi menangis lalu pengasuh merespons dengan menenangkan, menggendong, atau memenuhi kebutuhannya, bayi memperoleh pengalaman berulang bahwa ada seseorang yang bisa diandalkan. Pengalaman seperti ini berkaitan dengan pembentukan kelekatan atau attachment antara bayi dan pengasuh.
3. Mendukung perkembangan emosi
Bayi belum mampu mengatur emosinya secara mandiri seperti orang dewasa. Mereka membutuhkan bantuan pengasuh untuk menenangkan diri ketika lapar, lelah, takut, atau tidak nyaman. Respons pengasuh yang hangat dan konsisten membantu bayi belajar menghadapi stres secara bertahap.
4. Mendukung perkembangan kemampuan belajar
Pengalaman sensorik, interaksi sosial, serta stimulasi yang sesuai usia menjadi bagian dari proses belajar bayi. Melalui pengalaman tersebut, bayi mengembangkan kemampuan mengenali pola, merespons situasi, dan berinteraksi dengan orang lain.
Tips Mendukung Perkembangan Memori Bayi
Kabar baiknya perkembangan memori bayi dapat berjalan maksimal jika didukung oleh berbagai langkah yang dapat Mums lakukan. Berikut ini tips mendukung perkembangan memori bayi yang perlu Mums ketahui :
1. Interaksi sederhana setiap hari
Tidak perlu memberikan stimulasi yang rumit. Interaksi sehari-hari yang sederhana justru punya peran penting. Ajak bayi berbicara. Ceritakan apa yang sedang Mums lakukan, sebutkan nama benda, atau tanggapi suara yang dikeluarkan bayi.
2. Bernyanyi dan membacakan buku
Aktivitas ini memberi pengalaman bahasa dan suara yang berulang. Menambah kosakata dan perbendaharaan kata untuk Si Kecil, sehingga mengembangkan imajinasinya.
3. Berikan sentuhan dan kasih sayang
Hal ini perlu sering dilakukan, yaitu menggendong, memeluk, dan menenangkan bayi sesuai kebutuhannya membantu membangun rasa aman.
4. Buat rutinitas yang konsisten
Pola tidur, makan, mandi, dan aktivitas harian yang dapat diprediksi membantu bayi mengenali urutan kegiatan. Lakukan secara konsisten sehingga bayi punya keteraturan dan paham urutan aktivitas harian yang dilakukan.
5. Respons kebutuhan bayi dengan hangat
Saat bayi menangis atau menunjukkan ketidaknyamanan, usahakan mencari tahu kebutuhannya dan memberikan respons yang sesuai.
6. Bantu bayi menghadapi emosi
Ketika bayi rewel, pengasuh yang berusaha tetap tenang dapat membantu proses regulasi emosi secara bertahap. Tidak perlu merasa bersalah jika sesekali Mums kelelahan atau tidak langsung memahami tangisan si kecil. Pengasuhan bukan tentang selalu memberikan respons yang sempurna, melainkan membangun hubungan yang hangat dan responsif secara konsisten.
Mums, bayi mungkin tidak mengingat sebagian besar pengalaman masa kecilnya ketika dewasa, tetapi otaknya sudah mulai membentuk memori sejak dini. Penelitian menyebutkan bahwa hipokampus bayi berperan dalam pembentukan ingatan. Meski masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami bagaimana ingatan awal bertahan atau menjadi sulit diakses, satu hal penting yang perlu dipahami orang tua adalah pengalaman bayi tetap bermakna.
Jadi, jangan menganggap momen sederhana seperti menggendong, mengajak bicara, atau menenangkan bayi sebagai hal sepele hanya karena si kecil kelak mungkin tidak mengingatnya.
Bisa jadi, bayi tidak akan mengingat kejadian itu sebagai sebuah cerita saat dewasa. Namun, pengalaman awalnya tetap menjadi bagian dari proses perkembangan otak, emosi, dan hubungannya dengan orang lain.
Referensi :
Science. 2025. Hippocampal encoding of memories in human infants.


