Perdarahan pada pusar terkadang kondisi ini bukanlah sesuatu yang perlu dicemaskan.
Perdarahan ringan dari sisa tali pusat umumnya tidak serius dan biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa minggu pertama setelah lahir.
Dalam kasus yang jarang terjadi, perdarahan pada pusar bayi baru lahir bisa menjadi tanda adanya infeksi di area sisa tali pusat tersebut.
Apakah pusar berdarah normal pada bayi baru lahir?
Pusar bayi baru lahir mungkin berdarah saat tali pusar terlepas atau segera setelahnya. Menurut BMJ Case Report tahun 2026, perdarahan dari sisa tali pusat merupakan manifestasi klinis yang umum dijumpai dengan penyebab yang bervariasi.
Tali pusar menyuplai nutrisi dari ibu ke janin. Setelah bayi lahir, ia tidak lagi memerlukan tali pusar untuk mendaparkan asupan nutrisi, sehingga dokter memotong tali pusar tersebut. Sisa tali pusat akan mengering dan lepas, meninggalkan pusar di tempatnya.
Seringkali, pendarahan pusar pada bayi baru lahir tidak perlu dikhawatirkan, namun merupakan bagian rutin dari proses penyembuhan. Namun terkadang, ini bisa menandakan adanya masalah.
Penyebab pusar bayi yang baru lahir bisa berdarah
Berikut beberapa penyebab pusar bayi berdarah:
1. Tali pusat mulai mengering dan terlepas
Beberapa hari sebelum tali pusat lepas dengan sendirinya, ia akan mengering. Tentu ini adalah tanda yang baik, karena kalau tali pusat selalu basah menandakan ada sesuatu yang tidak normal seperti infeksi. Mums tidak perlu panik ketika menemukan sedikit bercak darah saat sisa tali pusat mulai lepas, biasanya dalam 1–3 minggu setelah lahir.
2. Gesekan dengan popok atau pakaian
Sebagian ibu baru belum tepat menangani tali pusat bayi belum lahir, antara lain saat memakaikan popok. Biasanya popok bayi khusus newborn pun masih terlalu besar untuk bayi yang lahir dengan berat badan normal apalagi BBLR. Makanya bagian depan popok kerap menutupi tali pusat atau dipasang di garis tempat tali pusat berada sehingga menimbulkan gesekan. Popok yang bergesekan dengan pangkal tali pusat dapat menyebabkan iritasi dan perdarahan ringan.
Saat memakai popok sekali pakai atau popok kain pada bayi yang tali pusatnya belum lepas, sebaiknya tekuk popok agar tidak menutupi tali pusat atau pusar bayi baru lahir.
3. Perawatan tali pusat yang kurang tepat
Jangan sekali-kali menarik sisa tali pusat sebelum terlepas sendiri atau menggosoknya terlalu keras, meskipun bagian yang menempel tinggal sedikit. Penarikan paksa dapat melukai jaringan di sekitarnya. kenapa sih Mums buru-buru, toh nanti tali pusat akan lepas dengan sendirinya.
4. Infeksi pada pusar
Perdarahan yang disertai kemerahan yang kemudian meluas, bengkak, disertai nanah dan bau tidak sedap menandakan infeksi dan perlu segera diperiksa dokter. Apalagi kalau si Kecil juga demam. Mums wajib langsung ke dokter.
5. Gangguan penyembuhan atau pembekuan darah
Jika pusar terus berdarah, darah sulit berhenti, atau perdarahan muncul di bagian tubuh lain, bayi perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Cara merawat sisa tali pusat
Untuk menghentikan perdarahan pada pusar bayi baru lahir, tempelkan kain kasa bersih secara perlahan namun mantap pada area pusar tersebut. Jika perdarahan tidak berhenti dengan tekanan lembut, segera konsultasikan dengan dokter.
Perawatan sisa tali pusat yang tepat dapat membantu mencegah atau mengurangi perdarahan pada pusar. Orang tua atau pengasuh dapat merawat sisa tali pusat bayi baru lahir dengan cara:
1. Menjaga area tersebut tetap kering
Menjaga sisa tali pusat tetap kering akan membantu sisa tali tersebut mengering dan akhirnya terlepas.
2. Memandikan bayi dengan benar
Cara memandikan bayi dengan mengelap tubuhnya (menggunakan spons atau kain lap) selama sisa tali pusat masih menempel. Hindari merendam tubuh bayi di dalam air.
3. Membiarkan area tersebut terpapar udara
Membiarkan sisa tali pusat tidak tertutup selama beberapa saat setiap harinya dapat membantu proses pengeringan.
4. Mengganti popok bayi secara rutin
Popok yang bersih dan kering akan mencegah urine atau tinja mengenai area pusar, sekaligus membantu mencegah infeksi.
5. Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya
Menarik sisa tali pusat atau mencoba melepasnya sebelum waktunya dapat menyebabkan rasa nyeri, perdarahan, bahkan infeksi.
Hal yang tidak Boleh DIlakukan
Selama proses penyembuhan sisa tali pusat, hindari hal-hal berikut:
1. Menutup area tersebut dengan popok
Popok dapat bergesekan dan menyebabkan iritasi pada area tersebut. Banyak popok untuk bayi baru lahir dirancang dengan potongan lebih rendah di bagian depan agar tidak menutupi area pusar. Namun, jika popok yang Anda gunakan tidak demikian, lipatlah bagian depan popok ke bawah agar tidak menyentuh sisa tali pusat atau area di sekitarnya.
2. Mengoleskan alkohol pada sisa tali pusat
Alkohol dapat menghambat proses pengeringan tali pusat. Sebagian besar dokter tidak menyarankan penggunaan alkohol pada sisa tali pusat bayi, kecuali jika terdapat alasan khusus untuk melakukannya.
3. Mengikat apa pun di sekeliling tali pusat
Tindakan ini dapat menghambat proses pengeringan atau justru mencederai bayi.
Kapan harus dibawa ke dokter?
Menurut American Academy of Pediatrics, sisa tali pusat pada sebagian besar bayi akan lepas dalam waktu 10 hingga 14 hari. Namun, bukan hal yang aneh jika tali pusat bayi lepas lebih cepat, yaitu 1 minggu setelah lahir, atau lebih lambat, hingga 3 minggu setelah lahir.
Tali pusat bayi juga bisa saja lepas sebelum atau sesudah rentang waktu tersebut. Segera ke dokter jika terdapat tanda-tanda infeksi, seperti:
- keluar nanah atau cairan keruh yang berbau tidak sedap dari area pusar
- kulit di sekitar sisa tali pusat tampak kemerahan dan terasa hangat;
- bayi mengalami demam dengan suhu di atas 38°C (100,4°F);
- area pusar tampak nyeri saat disentuh.
Jangan takut dan panik, kenali penyebab pusar bayi berdarah dan segera lakukan langkah yang tepat ya, Mums!
Referensi:
BMJ Cace Report. 2026. Bleeding from umbilicus in a neonate: exploring aetiologies of a common presentation


