Bepergian selama kehamilan adalah hal yang umum. Data terbaru dari penelitian di Australia dan New Zealand (ANZJOG) menunjukkan bahwa hingga 44% wanita bepergian selama kehamilan, di mana 19% di antaranya melakukan perjalanan internasional.
Di Indonesia mungkin belum ada data pasti berapa jumlah ibu hamil yang melakukan perjalanan atau berlibur baik ke luar negeri maupun ke dalam negeri.
Penelitian juga menunjukkan, sekitar dua pertiga dari ibu hamil yang melakukan perjalanan jauh berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter kandungan, sedangkan sisanya yang tidak merasa bahwa perjalanan mereka aman dan tidak berisiko.
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Ibu Hamil pergi berlibur
Ada sejumlah risiko dan hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum bepergian saat hamil, berikut di antaranya:
1. Waktu Perjalanan
Secara umum, waktu teraman bagi wanita hamil untuk bepergian adalah selama trimester kedua. Kondisi ibu hamil di trimester pertama umumnya masih belum memungkinkan untuk bepergian jauh, masih ada risiko keguguran dan gangguan mual dan muntah yang berat.
Mual dan muntah adalah gejala umum kehamilan, dengan prevalensi


