Setiap perjalanan kehamilan mesti dikawal oleh dokter kandungan maupun bidan yang kompeten. Sebab setiap kehamilan adalah periode kritis dalam kehidupan seorang ibu. Berbagai risiko kesehatan yang mengancam, baik untuk ibu maupun bayi.
Itulah sebabanya perawatan antenatal atau antenatal care sangat diperlukan untuk membantu menemukan risiko apa pun selama kehamilan, termasuk sebelum kehamilan, selama kehamilan, pada tanggal persalinan, dan setelah persalinan.
Kementerian Kesehatan sejak tahun lalu menetapkan bahwa standar pemeriksaan kehamilan saat ini adalah minimal 8 kali dalam setahun, tidak lagi 4-6 kali dalam setahun.Tujuannya tentu saja mencegah kematian ibu dan anak yang masih tinggi. Dengan pemeriksaan kehamilan rutin, semua risiko kehamilan bisa ditemukan sejak dini.
Artikel ini akan membahas pentingnya antenatal care rutin selama kehamilan, berserta jadwalnya!
Pentingnya antenatal care
Antenatal care (ANC) merupakan rangkaian pemeriksaan kehamilan dari awal hingga akhir untuk memantau tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu hamil. Antenatal care harus dimulai segera setelah Mums dinyatakan hamil oleh dokter.
Program ini meliputi skrining faktor risiko kehamilan dan pemantauan pertumbuhan janin. Selain itu antenatal care juga mencakup persiapan untuk kesejahteraan fisik dan mental dengan menerima nasihat dari dokter kandungan tentang pelaksanaan antenatal care terbaik guna memastikan kehamilan yang aman, menurunkan risiko dan kehamilan berkualitas tinggi.
Penelitian terbaru dalam PubMed Central (2025) melaporkan bahwa perawatan prenatal berkualitas mampu mengurangi mortalitas neonatal hingga sekitar 41%, terutama bila paket layanan mencakup dukungan nutrisi, pemeriksaan rutin, dan dukungan psikososial.
Tentu saja hal ini sangat penting terutama di negara berkembang di mana angka kematian bayi masih sangat tinggi. belum lagi kompleksitas faktor seperti kurangnya akse layanan kesehatan dan keterbatasan sumber daya sering kali jadi hambatan dalam penerapan ANC berkualitas.
Karenanya antenatal care secara berkala sangat diperlukan untuk membantu menemukan risiko apa pun selama kehamilan. Termasuk sebelum kehamilan, selama kehamilan, pada tanggal persalinan, dan setelah persalinan. Untuk memastikan setiap tahap kehamilan aman dan bebas dari komplikasi, sehingga ibu dan bayi yang belum lahir dapat menerima perawatan tepat waktu jika diperlukan.
Aturan Kemenkes Terkait Antenatal Care di Indonesia
Di Indonesia sendiri, antenatal care sebelumnya dilakukan 6 kali selama kehamilan. Namun karena angka kematian bayi yang masih tinggi – tercatat sekitar 30 ribu kasus per tahun – belum lama ini Kemenkes menetapkan antenatal care di Indonesia 8x selama kehamilan.
Hal ini merujuk pada standar resmi WHO yang sudah lebih dulu menetapkan antenatal care sebanyak 8x. Standar inilah yang diikuti hampir seluruh negara di dunia untuk memastikan kehamilan berjalan lancar tanpa risiko apa pun termasuk angka kematian bayi.
Ironisnya, tingginya angka kematian bayi di Indonesia disebabkan oleh kondisi ibu hamil dan janin yang sebenarnya bisa dicegah dengan antenatal care tersebut. Diketahui pemicu utama kematian bayi di Indonesia di antaranya sepsis, gangguan pernapasan, dan kelainan bawaan (kongenital) yang sebenarnya bisa dicegah jika antenatal care dijalankan secara maksimal.
Artinya, jika antenatal berjalan dengan baik, deteksi dini kelainan atau komplikasi kehamilan bisa segera ditangani sejak awal, sehingga mencegah terjadinya perburukan maupun kematian bayi.
Kapan harus memulai antenatal care?
Antenatal care sendiri mulai dilakukan segera setelah diketahui bahwa seorang wanita hamil. Waktu optimal untuk memulai antenatal care adalah antara 4 dan 8 minggu kehamilan, paling lambat 12 minggu dari hari pertama menstruasi terakhir.
Namun, dokter kandungan menyarankan bahwa waktu terbaik untuk memulai antenatal care adalah 1 bulan sebelum kehamilan. Jadi idealnya dilakukan ketika memulai perencanaan kehamilan itu sendiri.
Hal ini dimaksudkan sebelum hamil dan memiliki anak, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan mendalam untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, penyakit keturunan, maupun infertilitas pada pria maupun wanita.
Terutama bila wanita memiliki masalah kesehatan fisik yang bisa meningkatkan risiiko kehamilan. Dan perlu perawatan khusus dari dokter kandungan selama kehamilan nanti hingga periode pascapersalinan.
Jadwal antenatal care
Jumlah janji temu antenatal care bervariasi tergantung pada kapan perawatan dimulai. Termasuk kesehatan ibu dan janin, juga tingkat risiko komplikasi kehamilan. Umumnya, jadwal kunjungan antenatal care untuk ibu hamil berusia 18 hingga 35 tahun yang dalam keadaan sehat, sesuai trimester kehamilan adalah sebagai berikut:
1. Trimester 1
Usia kehamilan kurang dari 28 minggu; kunjungan setiap empat minggu. Pemeriksaan antenatal care mencakup : konfirmasi kehamilan, USG awal, tes darah lengkap, skrining infeksi, dan pemberian asam folat sesuai kebutuhan ibu hamil.
2. Trimester 2
Usia kehamilan antara 28 dan 32 minggu; kunjungan setiap 2–3 minggu.
Pemeriksaan antenatal care mencakup : USG anatomi, skrining diabetes, pantau tekanan darah dan pertumbuhan janin.
3. Trimester 3
Usia kehamilan antara 32 dan 40 minggu; kunjungan setiap minggu.
Pemeriksaan antenatal care mencakup : pemantauan posisi janin, evaluasi persiapan persalinan, dan diskusi rencana melahirkan.
Mums, itulah jadwal dan rangkaian antenatal care yang meliputi wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik rutin, tes laboratorium USG berkala, juga skrining diabetes dan preeklampsia. Termasuk di dalamnya imunisasi, pemberian suplemen, dan konseling atau dukungan mental pada ibu hamil.
Pemeriksaan yang ada dalam antenatal care ini tidak boleh ada yang diabaikan, sebab semuanya berperan penting dalam menentukan kualitas kehamilan itu sendiri. Bisa dibilang antenatal care adalah kunci keberhasilan kehamilan yang sehat, tanpa risiko apalagi komplikasi. Baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan.
Referensi :
PubMed. 2025. The Impact of Prenatal Care on the Prevention of Neonatal Outcomes


