Gangguan kandung kemih dan dasar panggul merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi, namun sering kali tidak terdiagnosis dan tidak tertangani secara optimal. Data menunjukkan bahwa 1 dari 8 perempuan mengalami gangguan kemih, mulai dari inkontinensia urin (anyang-anyangan atau tidak dapat menahan kencing), overactive bladder, prolaps organ panggul, hingga gangguan fungsi dasar panggul lainnya.
Sayangnya, banyak pasien masih menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan, sehingga terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Gejala Gangguan Kemih dan Dasar Panggul
Gangguan kemih dan dasar panggul dijadikan dalam “satu cluster” masalah organ rongga panggul pada wanita. Penyebabnya adalah akibat melemahnya atau cedera otot dan jaringan ikat, gangguan ini dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan gerak, dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa gangguan di dasar panggul yang kerap dialami wanita antara lain:
- kandung kemih yang terlalu aktif dan inkontinensia
- prolaps organ panggul
1. Prolaps organ panggul
Prolaps organ panggul terjadi akibat melemahnya otot dan ligamen di rongga panggul, yang biasanya menahan organ panggul pada tempatnya. Ketika satu atau lebih organ ini jatuh dari posisi normalnya, organ tersebut menekan vagina, menyebabkan ketidaknyamanan dan seringkali nyeri.
2. Inkontinensia
Inkontinensia, dalam bahasa sederhana adalah ketidakmampuan menahan kemih, sehingga urin kerap bocor atau rembes. Masalah ini umum terjadi, terutama seiring bertambahnya usia wanita. Sayangnya tidak banyak wanita yang mencari pengobatan.
3. Kandung Kemih Overaktif
Kandung Kemih Overaktif (Overactive bladder) adalah sindrom atau kumpulan gejala yang ditandai dengan dorongan tiba-tiba untuk berkemih dan tidak bisa ditahan. Wanita yang mengalaminya kerap buang air kecil di malam hari (nokturia) dan inkontinensia.
Alasan Banyak Pasien Tidak Mau Berobat
Kondisi atau gangguan kemih dan dasar panggul merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami namun kerap tidak disadari, ayau dianggap serius. Sehingga, banyak yang tidak mencari pertolongan medis karena ada rasa malu, stigma, serta anggapan bahwa keluhan berkemih merupakan bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan sering kali menyebabkan pasien terlambat mencari pertolongan medis.
“Masih banyak pasien yang merasa malu atau menganggap keluhan berkemih yang dialaminya sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, sebagian besar kondisi tersebut dapat didiagnosis secara akurat dan ditangani dengan baik apabila pasien datang lebih awal untuk mendapatkan evaluasi yang tepat,” ujar Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U (K), Ph.D.
Untuk menjawab kebutuhan akan layanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, terkait gangguan kemih dan dasar panggul, Siloam Hospitals Asri meluncurkan Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic, sebuah pusat layanan terpadu yang didedikasikan untuk diagnosis, penanganan, dan rehabilitasi berbagai gangguan kandung kemih serta dasar panggul pada perempuan dan laki-laki.
Klinik ini adalah klinik terintegrasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu mulai dari Urologi, Female Functional Urology & Neurourology, Rehabilitasi Medik, Pelvic Floor Physiotherapy, Neurologi, Radiologi, Akupuntur, hingga keperawatan terlatih dalam satu pusat layanan yang terkoordinasi.
Dalam satu pusat layanan, pasien dapat memperoleh konsultasi, pemeriksaan diagnostik, rehabilitasi, hingga tindakan lanjutan apabila diperlukan, sehingga proses diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Teknologi Diagnostik dan Terapi Terkini

Salah satu fasilitas unggulan yang tersedia adalah Video Urodynamic Studies (VUDS), teknologi diagnostik canggih yang memungkinkan dokter mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih bawah secara lebih detail dan real-time.
Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi penyebab berbagai gangguan berkemih secara lebih akurat sehingga dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Selain layanan diagnostik, klinik ini juga menyediakan Pelvic Floor Physiotherapy untuk mendukung rehabilitasi pasien dengan berbagai gangguan dasar panggul, mulai dari inkontinensia urin dan overactive bladder hingga pemulihan pasca persalinan maupun pasca operasi.
Sebagai bagian dari Siloam Urology Center, klinik ini juga didukung kemampuan tindakan bedah robotik untuk kasus yang memerlukan intervensi bedah. Dengan dukungan teknologi robotik, dokter dapat melakukan prosedur dengan tingkat presisi yang tinggi, visualisasi yang lebih jelas, serta pendekatan yang lebih minimal invasif sehingga mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien.
“Didukung teknologi bedah robotik yang telah tersedia di Siloam Hospitals Asri, kini kami mampu menghadirkan layanan yang semakin komprehensif, mulai dari diagnosis, rehabilitasi, tindakan minimal invasif, hingga operasi robotik dalam satu pusat layanan terpadu. Inilah wujud nyata dari konsep komprehensif dan layanan terpadu satu pintu yang kami hadirkan bagi pasien,” ujar dr. Fina Widia, Sp.U (K), spesialis urologi konsultan Female Functional Urology dan Neurourology.


