Perubahan tubuh, perubahan peran, pengaruh hormonal, membuat ibu hamil masuk kelompok rentan mengalami gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, bahkan kasus terburuk dan paling ditakuti, bunuh diri.
Di dunia dengan perkembangan digital yang cepat, tekanan pada ibu hamil dari masyarakat pun semakin meningkat. Mulai dari tuntutan saat hamil, melahirkan, saat memberikan ASI, hingga pengasuhan anak. Tidak hanya dari masyarakat, bahkan dari orang terdekat seperti mertua juga ikut andil memberikan tekanan.
"Ibu hamil itu banyak menerima tuntutan misalnya hamil harus begini, nanti begitu melahirkan baru lahiran anak pertama sudah ditanya kapan anak kedua, belum lagi saat menyusui, ASI belum keluar semakin stres dan ada tuntutan agar bayi segera diberikan air putih atau susu formula. Padahal kan ASI tidak langsung keluar itu wajar, ditunggu saja sampai ASI keluar tidak akan membuat bayi kelaparan. Dan bayi sering menangis itu tidak selalu karena lapar, " ujar Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah DKI Jakarta saat ditemui dalam Kongres ke-V IPK Indonesia, Annelia Sari, M.Psi, Psikolog, yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia.


