Mengenal Mongolian Spot, Tanda Biru di Bokong Bayi Baru Lahir

Dipublish: Kamis, 22 Januari 2026 20:44 WIB

Diperbarui: Kamis, 22 Januari 2026 20:52 WIB

Bayi dengan mongolian spot di punggung dan bokong
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Pada beberapa bayi bahkan sebagian besar bayi baru lahir memang memiliki kondisi berupa munculnya pola atau noda berwarna kebiruan di bokong atau di area kulit lainnya. Kondisi ini jelas menimbulkan spekulasi liar apalagi di kalangan masyarakat awam yang belum mendapatkan pencerahan atau infromasi mengapa bokong bayi biru di awal kehidupannya. 


Menurut publikasi di NCBI (2013), bokong bayi biru merupakan murni tanda lahir kongenital yang biasanya akan hilang dalam 1-2 tahun. Dalam istilah medis, bokong bayi biru disebut juga dengan istilah Mongolian Spots (MS), yaitu tanda lahir bawaan berupa bercak berwarna biru-abu hingga hitam yang paling sering terlihat di daerah lumbosakral atau punggung bawah bayi. 


Mongolian Spot tidak berbahaya


Kabar baiknya, tanda atau bercak berwarna biru-abu ini tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya di tahun pertama kehidupan si Kecil. Penampakannya biasanya bervariasi, seperti diameter, bentuk, dan warna dapat berbeda-beda antar indivisu.

Selain itu kadang dapat bersifat luas atau gelap warnanya, terutama pada bayi dari ernis Asia, Afrika, maupun Hispanik. Meskipun biasanya dianggap tidak berbahaya, studi yang dimuat dalam jurnal NCBI jika ditekankan bahwa: bila paparan MS cukup luas, berlokasi di luar daerah lumbosakral, persisten, atau sangat gelap, hal itu mungkin terkait dengan kelainan metabolik bawaan tertentu (inborn errors of metabolism) seperti:

  • GM1 gangliosidosis

  • Mucopolysaccharidoses (termasuk Hurler dan Hunter syndromes)

  • Niemann-Pick disease

  • Mucolipidosis types, yang bisa memberikan tanda penyakit sistemik serius. 

Karena itu, dokumenasi dan pemeriksaan menyeluruh pada bayi dengan MS yang tidak khas sangat dianjurkan agar kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani dengan tepat. 

Arti tanda bokong bayi biru 

Bercak melanositosis dermal kongenital adalah tanda lahir yang sering muncul di sekitar punggung bawah, bokong, atau bahu bayi. Terkadang tanda lahir ini disalahartikan sebagai memar karena warnanya yang biru keabu-abuan, bentuknya yang bulat dan tidak beraturan, serta teksturnya yang rata. 

Namun, tidak seperti memar, tanda lahir ini sama sekali tidak sakit dan tidak berubah warna atau bentuk dengan cepat seperti halnya memar. Beberapa bercak biru ini berukuran kecil, sementara yang lain bisa berukuran 3 inci atau lebih.


Tanda lahir berupa bokong bayi biru ini jauh lebih mungkin terjadi pada bayi keturunan Afrika, Asia, India, dan Mediterania. Namun, bayi dengan kulit terang terkadang juga dapat mengembangkan melanositosis dermal kongenital.

Tanda lahir ini paling umum muncul di sekitar area lumbosacral, punggung bawah, bokong, atau bahu bayi. Biasanya tidak muncul di kepala atau wajah.

Penyebab bokong bayi biru 

Munculnya kondisi melanositosis dermal kongenital ini disebabkan munculnya variasi sederhana pada pigmen kulit. Yaitu terjadi ketika sel pigmen kulit yang disebut melanosit berkumpul di lapisan kulit bayi yang lebih dalam. 

Bintik-bintik ini tampak abu-abu, biru keabu-abuan, atau hitam keabu-abuan karena warna-warna ini memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan dipantulkan ke permukaan kulit.

Bercak biru Mongolia atau bercak Mongolia muncul karena pengumpulan melanosit (sel pigmen) di lapisan kulit yang dalam. Terperangkapnya melanosit di dermis (lapisan kulit yang dalam) biasanya terjadi selama perkembangan embrio, dan mereka gagal mencapai epidermis (lapisan kulit yang dangkal). 

Melanosit menghasilkan pigmen kulit yang disebut melanin. Dengan demikian, akumulasi sel-sel ini dapat menyebabkan perkembangan pigmentasi atau tanda kulit kebiruan atau abu-abu kebiruan, yang dikenal sebagai bintik biru Mongolia, pada kulit bayi baru lahir. 

Hilang dengan sendirinya

Jangan khawatir Mums, sebab melanositosis dermal kongenital ini cenderung berumur pendek, biasanya perlahan memudar saat si Kecil mencapai ulang tahun pertamanya atau selambat-lambatnya di tahun keempat usianya.

Terkadang memang tanda lahir ini dapat bertahan lebih lama, bahkan hingga dewasa. Jika itu terjadi, perawatan laser dapat membantu menghilangkan bintik tersebut jika ia merasa terganggu karenanya.

Tidak sedikit pula orang tua yang menyalahartikan melanositosis dermal kongenital ini sebagai memar, terutama jika muncul di tempat yang tidak lazim. Mums, dapat membedakan tanda lahir biru dari memar karena tidak terasa nyeri, tidak berubah warna atau berkembang seiring waktu, dan mungkin membutuhkan beberapa bulan untuk menghilang.

Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan bila mendapati bokong bayi biru sejak kelahirannya hingga beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun di awal kehidupannya. Proses biologis yang terjadi pada kulit bayi ini hanyalah bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si Kecil. 

Referensi : 

NCBI. 2013. Mongolian Spot How Important Are They?

Kasih Saran, Yuk!