Asam lambung umum dijumpai pada orang dewasa. Tapi jangan salah, asam lambung juga bisa dialami anak-anak. Gejala asam lambung pada anak bisa berupa mengeluh perut sakit atau mulas, anak juga sering bersendawa atau cegukan, mengeluh mual bahkan muntah.
Gejala ini umumnya dirasakah terutama setelah makan atau melakukan aktivitas fisik. Kabar baiknya, asam lambung atau Gastroesophageal Reflux (GER) ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup.
Namun demikian, asam lambung pada anak tetap perlu mendapatkan perhatian serius apalagi jika kejadiannya cukup sering dan mengganggu kesehatannya. Karena itu, orang tua perlu memahami apa dan bagaimana cara mengatasi asam lambung pada anak agar tidak berdampak buruk pada si Kecil.
Apa lagi gejala asam lambung pada anak yang mungkin tidak disadari oleh Mums dan cara mengatasinya?
Apa itu asam lambung pada anak?
Gastroesophageal Reflux (GER) atau penyakit asam lambung yang terjadi ketika jumlah asam lambung berlebih sehingga membuat si Kecil tidak nyaman.
Mums, penting untuk mengetahui perbedaan antara Gastroesophageal Reflux dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Jika GER hanya kadar asam lambung yang berlebih, maka GERD adalah kondisi ketika makanan atau asam lambung mengalir kembali dari perut ke kerongkongan. Kerongkongan adalah tabung yang membawa makanan dari mulut ke perut
Perlu Mums ketahui bahwa GERD adalah jenis refluks yang lebih serius dan berlangsung lama. GERD juga dapat menyebabkan gejala berulang atau kerusakan pada lapisan kerongkongan.
Refluks yang sering terjadi atau menyebabkan masalah seperti pertumbuhan terhambat, muntah, atau kerusakan pada kerongkongan inilah yang perlu mendapatkan perhatian serius agar tidak berlarut-larut apalagi sampai mengganggu tumbuh kembang si Kecil.
Penelitian terbaru dari Springer Nature Link (2025) menunjukkan bahwa refluks pada bayi dan anak sebenarnya cukup umum, terutama pada usia di bawah 1 tahun. Namun, GERD berbeda dengan gumoh biasa karena gejalanya lebih berat dan mengganggu kualitas hidup anak.
Dalam penelitian ini disebutkan bahwa sekitar 40–60% bayi mengalami refluks atau gumoh pada bulan-bulan awal kehidupan. Kondisi ini biasanya membaik sendiri saat usia 1 tahun karena sistem pencernaannya semakin matang.
Gejala asam lambung pada anak
Ada sejumlah tanda atau gejala asam lambung pada anak yang biasanya terjadi, di antaranya:
Perut sakit atau mulas
Sering bersendawa atau cegukan
Nyeri atau kesulitan menelan
Mual atau muntah sering, terutama setelah makan
Rasa tidak enak atau asam di mulut
Tidak mau makan atau hanya makan dalam jumlah sedikit
Bau mulut
Kesulitan atau nyeri saat menelan
Batuk, suara serak, atau masalah pernapasan
Pengikisan enamel gigi akibat asam lambung
Kondisi lain dapat menyebabkan gejala serupa
Mums, beberapa gejala dapat memburuk jika anak berbaring setelah makan. Karena itu, tidak apa-apa sesekali anak mengalami asam lambung. Namun, jika asam lambung pada anak sering terjadi, bukan tidak mungkin si Kecil mengalami GERD dan perlu intervensi medis segera.
Gejala asam lambung dapat bervariasi menurut usia. Beberapa anak mungkin bahkan tidak menyadari refluks, sementara yang lain mungkin merasakan makanan atau asam lambung di bagian belakang mulut mereka.
Penyebab asam lambung pada anak
Dalam sistem pencernaan ada sebuah katup atau cincin yang memisahkan kerongkongan dari lambung. Gejala refluks terjadi jika katup ini mengendur pada waktu yang salah atau tidak menutup sebagaimana mestinya. Hal ini memungkinkan cairan asam dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan, ke bagian belakang tenggorokan, dan terkadang keluar melalui mulut atau hidung.
Ada beberapa kondisi yang jadi pemicu terjadinya asam lambung pada anak, di antaranya:
Katup antara lambung dan kerongkongan belum matang
Bayi lebih sering berbaring
Konsumsi susu cair dalam jumlah besar
Lambung bayi yang masih kecil
Namun demikian Mums, asam lambung pada anak perlu dievaluasi bila disertai:
Berat badan sulit naik
Muntah hijau atau berdarah
Sesak napas
Sulit makan
Rewel berlebihan
Gangguan tidur berat
Perlu diketahui bahwa refluks asam lambung pada anak yang berulang ke kerongkongan dapat menyebabkan:
Masalah pernapasan seperti tersedak, mengi, atau asma
Episode pneumonia berulang
Karies gigi (terutama di gigi belakang), meskipun sudah menyikat gigi dengan baik
Kemerahan dan iritasi di kerongkongan, yang disebut esophagitis
Kerusakan pada kerongkongan, yang dapat membuat sulit menelan
Penambahan berat badan yang buruk atau penurunan berat badan
Anak-anak dengan kondisi perkembangan atau neurologis, seperti cerebral palsy, lebih berisiko mengalami refluks dan dapat memiliki gejala yang lebih parah dan berkepanjangan.
Penyebab GERD pada anak
Otot kecil yang disebut sfingter esofagus bagian bawah bertindak sebagai katup antara kerongkongan dan perut. Ketika anak menelan, otot ini mengendur untuk memungkinkan makanan melewati kerongkongan ke perut.
Otot ini biasanya tetap tertutup, sehingga isi lambung dan asam tidak mengalir kembali ke kerongkongan. Otot ini, bersama dengan diafragma (otot besar di antara dada dan perut), biasanya mencegah refluks. Refluks sesekali pada anak-anak adalah hal yang normal.
Pada anak-anak yang menderita GERD, sfingter esofagus bagian bawah mungkin lemah atau rileks ketika seharusnya tidak. Hal itu memungkinkan isi lambung masuk ke kerongkongan. Kondisi dapat terjadi karena:
Hernia hiatus, suatu kondisi di mana bagian atas lambung menekan ke dada
Peningkatan tekanan pada perut akibat kelebihan berat badan atau obesitas
Obat-obatan tertentu, seperti beberapa obat yang digunakan untuk mengobati asma, alergi, depresi, atau nyeri
Paparan asap rokok pasif
Operasi sebelumnya pada kerongkongan atau perut bagian atas
Keterlambatan perkembangan atau kondisi neurologis tertentu, seperti cerebral palsy
Kondisi paru-paru, seperti fibrosis kistik
Cara mengatasi asam lambung pada anak
Mums, asam lambung pada anak yang membuat si Kecil tidak nyaman ini, bisa diatasi dengan berbagai langkah mudah. Berikut ini beberapa cara mengatasi asam lambung pada anak:
1. Makan porsi kecil lebih sering
Makanlah dalam porsi kecil namun sering. Hal ini untuk memberikan jeda pada kerja pencernaan dalam memproses makanan yang dikonsumsi. Penting juga makan secara bertahap untuk mencegah rasa begah dan berlebihan dalam perut.
2. Hindari makanan dan minuman tertentu
Menghindari makanan tinggi lemak atau makanan pemicu lainnya yang memicu gejala refluks, seperti cokelat; kafein; makanan berlemak, gorengan, dan pedas; makanan dan saus berbahan dasar tomat; dan peppermint.
3. Jaga berat badan yang sehat
Terkadang kelebihan berat badan menyebabkan refluks atau asam lambung pada anak. Karena itu, menjaga berat badan si Kecil tetap sehat adalah cara paling realistis untuk mencegah asam lambung berlebih pada anak.
4. Hindari asap tembakau
Asap rokok menjadi salah satu pemicu asam lambung yang dapat memperburuk refluks. Jangan biarkan siapa pun merokok di dekat si Kecil.
5. Posisikan dengan benar
Jika anak Anda lebih besar dan refluks terjadi di malam hari, naikkan bagian kepala tempat tidur mereka 6–8 inci. Ingat bayi di bawah usia 1 tahun, termasuk mereka yang menderita GER, harus selalu tidur telentang di permukaan yang datar dan keras.
6. Tetap tegak setelah makan
Pastikan untuk tetap tegak selama 3 jam setelah makan dan menghindari membungkuk saat duduk. Untuk mencegah asam lambung pada anak naik ke tenggorokan dan memicu muntah pada si Kecil.
7. Konsultasikan dengan dokter anak
Jika si Kecil mengonsumsi obat untuk kondisi lain, bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang cara mereka mengonsumsinya. Misalnya, menghentikan beberapa obat atau meminumnya bersama makanan atau pada waktu yang berbeda dalam sehari dapat membantu.
Kapan harus ke dokter?
Meskipun asam lambung merupakan kondisi yang lumrah terjadi pada anak-anak. Namun, jangan lantas mengabaikan atau menganggap remeh kondisi ini. Apalagi jika tidak lagi bisa diatasi dengan pengobatan rumahan atau langkah-langkah pencegahan lainnya, maka sudah saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter.
Jadi, waktu yang tepat untuk ke dokter adalah ketika:
Anak sangat terganggu oleh refluks
Tampaknya tidak tumbuh seperti yang diharapkan
Batuk, tersedak, mengi, atau kesulitan bernapas
Muntah lebih dari beberapa kali dalam periode 24 jam
Ada darah dalam tinja
Mengalami nyeri dada yang parah atau merasa seperti makanan tersangkut saat menelan
Tips membantu mengurangi risiko asam lambung pada bayi dan anak
Mums, berikut ini cara membantu mengurangi risiko asam lambung pada anak yang bisa dilakukan setiap hari di rumah :
Pada bayi, lakukan beberapa langkah ini :
Susui dalam porsi lebih kecil tapi sering dan bergantian antar payudara kiri dan kanan
Sendawakan bayi setiap kali seselai menyusu
Pertahankan posisi tegak sekitar 20-30 menit setelah menyusu
Hindari menyusu secara berlebihan
Pada anak yang lebih besar, lakukan beberapa langkah ini :
Hindari makan terlalu malam
Kurangi makanan tinggi lemak dan ultra processed food
Batasi soda dan minuman berkafein
Jaga berat badan ideal
Perhatikan makanan pemicu individual
Kesimpulan: Asam lambung pada anak adalah hal biasa
Mums, asam lambung pada anak maupun bayi merupakan hal biasa yang cukup umum terjadi dan akan sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia dan semakin matangnya sistem pencernaan si Kecil.
Namun demikian, asam lambung pada anak yang cukup serius atau yang disebut dengan GERD juga bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Karena itu perlu mendapatkan perhatian serius ketika yang terjadi pada si Kecil adalah jenis GERD bukan asam lambung biasa.
Terlebih bila kondisi tersebut sudah mengganggu fungsional sehari-hari, seperti makan, tidur, atau tumbuh kembangnya secara umum.
Hal yang tidak kalah pentingnya untuk dipahami adalah penggunaan obat asam lambung kini lebih selektif karena ada potensi efek samping jangka panjang pada anak. Karena itu sebelum menggunakan obat-obatan untuk mengatasi asam lambung pada anak, seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak.
Satu hal yang pasti bahwa perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari menjadi bagian penting dalam terapi modern untuk mengatasi asam lambung dan GERD pada anak. Kondisi asam lambung maupun GERD pada anak tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan si Kecil mengonsumsi susu setiap harinya. Karena itu alergi susu sapi perlu dipertimbangkan pada anak dengan gejala mirip GERD.
Referensi :
Springer Nature Link. 2025. Gastroesophageal Reflux in Children


