Menjaga gaya hidup sehat penting dilakukan di masa persiapan kehamilan atau promil (program hamil). Mungkin Mums sudah melakukannya, dengan menjaga pola makan sehat, hanya mengonsumsi makanan bernutrisi, olahraga, hingga minum vitamin kehamilan.
Tapi ada satu hal yang kerap dilupakan, yaitu menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut, termasuk gusi. Pasti Mums sudah tahu kalau saat hamil, masalah gigi dan gusi kerap menghampiri, salah satunya gusi berdarah. Selain karena pengaruh hormon kehamilan, kondisi gigi yang kurang dirawat kebersihannya ikut memperparah kondisi.
Selain itu, gigi berlubang. Saat Mums baru pergi ke dokter gigi karena nyeri gigi dalam kondisi hamil, mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan oleh dokter gigi. Tindakan perawatan gigi selama hamil bukan tidak boleh, namun tetap ada keterbatasan dengan alasan keamanan janin.
Nah, sebelum terlambat, cegah masalah gigi datang dengan perawatan gigi rutin sejak sebelum hamil. Berikut ini penjelasan ahli!
Perawatan Gigi yang Bisa Dilakukan Saat Hamil
Dijelaskan drg. Melissa Delania, Sp. Pros, dari Satu Dental, perawatan gigi selama hamil diperbolehkan namun terbatas pada perawatan ringan.
1. Membersihkan karang gigi (scalling)
Scalling atau membersihkan karang gigi bisa dilakukan selama hamil, mulai trimester 2. Karang gigi adalah salah satu pemicu radang gusi, sehingga harus dibersihkan secara rutin.
2. Tambal gigi ringan
Menambal gigi yang berlubang kecil bisa dilakukan saat hamil. Tujuannya mencegah karies gigi lebih dalam dan luas lagi. “Biasanya tindakan tambal gigi yang tidak sampai memerlukan suntik anestesi masih diperbolehkan,” jelas drg. Melissa dalam peluncuran kampanye #BeraniTampil di Jakarta, 5 Juni 2026.
3. Perawatan gusi
Pengaruh hormon kehamilan menyebabkan gusi lebih lunak sehingga mudah berdarah saat hamil. Kalau keluhan ini cukup mengganggu, ibu hamil bisa ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan gusi.
Penting untuk Cek Kesehatah Gigi Saat Promil
drg. Melissa menyatakan, “Sebenernya yang paling bagus adalah pergi dokter gigi sebelum hamil. Jadi masalah-masalah gigi itu sudah diberesin dulu. Jadi ketika Mums hamil Sudah tinggal maintenance atau perawatan rutin saja. Tidak perlu ada treatment-treatment besar seperti cabut gigi segala macam.”
Apa yang perlu diperiksa?
1. Cek gigi berlubang yang belum menyebabkan nyeri
Dijelaskan drg. Melissa, gigi berlubang tidak datang tiba-tiba, namun membutuhkan proses yang panjang. Gigi berlubang bisa dirawat (ditambal) sebelum menyebabkan nyeri.
“Kalau gigi berlubang yang sudah sampai ke lapisan saraf atau ke lapisan dentin baru akan menyebabkan sakit. Tapi ketika gigi berlubang baru di lapisan email atau lapisan terluar gigi, umumnya belum disadari oleh pasien karena tidak menimbulkan rasa sakit. Maka itu tadi saya bilang kenapa datang jangan pas sakit. Karena kalau pas sakit itu biasanya treatmentnya udah lebih lanjut,” jelas drg. Melissa.
2. Cek risiko penyakit gusi
Ibu hamil rentang mengalami penyakit gusi. Penyakit gusi juga jarang menyebabkan rasa sakit. Gejala awal adalah sikat gigi berdarah. Dan kondisi ini kerap dianggap akibat cara menyikat gigi yang terlalu keras. “Gusi yang sehat itu kalau disikat tidak berdarah seharusnya. Jadi kalau disikat berdarah, wajib cek ke dokter gigi,” tambah drg. Melissa.
Penyebab gusi berdarah dalah karena plak gigi, atau sisa-sisa makanan yang menumpuk di garis gusi. Plak lama-lama akan menjadi kerak gigi yang mengeras. Air liur kita mengandung mineral yang ikut berkontribusi menyebabkan plak menjadi karang gigi, penyebab penyakit gusi.
Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi
Selain cek ke dokter gigi jauh-jauh hari sebelum hamil, Mums perlu merawat gigi dengan baik. Minimal lakukan hal ini:
1. Sikat gigi itu 2 kali sehari
Ini adalah perawatan dasar yang tidak boleh ditawar, yaitu sikat gigi di pagi setelah sarapan dan malam menjelang tidur. Cara menyikat gigi pun harus benar, yaitu gerakan sikat memutar dan arahnya dari gusi ke gigi. Gusi pun perlu disikat.
Kesalahan yang kerap dibuat saat menyikat gigi adalah gerakan sikat giginya horizontal, yang justru memperbanyak tumpukan makanan di area gusi.
2. Gunakan dental floss
Flossing dengan benang gigi juga harus dilakukan setelah sikat gigi. Jangan percaya dengan mitos yang mengatatakan flossing dapat menyebabkan gigi renggang. Tidak sama sekali. Benang gigi bermanfaat membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi. yang sulit dijangkau sikat gigi.
“Dengan rutin sikat gigi dua kali sehari sebenarnya sudah cukup. Jadi pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur itu udah cukup banget. Jadi di siang hari di sela-sela makan siang tidak sikat gigi itu tidak masalah Asal malamsebelum tidur sikat gigi,” pesan drg. Melissa.


