Memasuki periode MPASI, banyak Mums mulai mempersiapkan diri, mulai dari menyiapkan menu terbaik, belajar komposisi gizi dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang periode penting ini. Persiapan biasanya sudah dimulai sebelum si Kecil berusia 6 bulan, saat MPASI pertama dimulai. Sayangya, kadang banyak informasi tentang MPASI yang tidak tepat bahkan cenderung menjadi mitos.
Salah satu mitos menyesatkan tentang MPASI adalah lemak. Mendengar kata "lemak" sebagian Mums bergidik dan menyingkirkan jauh-jauh dari resep MPASI. Lemak identik dengan kegemukan, kolesterol, penyakit jantung, dan hal-hal buruk lainnya. Tahukah Mums, lemak adalah salah satu komponen penting yang harus ada di dalam MPASI!
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med,SC., Sp.A. menjelaskan, “Bagi orang dewasa memang gula, garam, lemak (GGL) harus dibatasi. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak di bawah dua tahun, terutama sekali lemak. Lemak itu penting sekali untuk anak. Lemak wajib ada di tiap menu MPASI anak.”
Kenapa lemak sepenting itu untuk dukung tumbuh kembang anak? Berikut penjelasan dari para ahli!
Fakta Lemak, Salah Satu Makronutrisi Penting
Dijelaskan oleh dr. Ian, lemak merupakan salah satu komponen penting dari tiga makronutrisi: karbohidrat, protein, dan lemak. Sebagai makronutrisi, maka lemak dibutuhkan dalam jumlah besar dari proporsi menu harian anak. Berikut fakta tentang lemak:
1. Jenis-jenis lemak
Berdasarkan sumbernya, lemak dibagi menjadi dua, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Sedangkan berdasarkan sifatnya, lemak juga dibagi dua: lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat). Lemak jenuh utamanya berasal dari produk hewani, dan lemak tak jenuh lebih banyak terkandung dalam produk nabati.
Lemak tak jenuh, seperti DHA, omega-3 dan omega-6 sangat penting untuk anak. “Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal,” jelas dr. Ian. Lemak tak jenuh juga sangat dibutuhkan oleh bakteri bermanfaat di usus anak.
2. Lemak Jenuh Tidak Selalu Jahat
Bagaimana dengan lemak jenuh? Bukankah lemak jenuh berbahaya karena bisa menyebabkan obesitas dan penyakit jantung? “Untuk orang dewasa, memang perlu dihindari. Tapi bagi anak, lemak jenuh justru sangat penting untuk menyumbang kalori utama. Bila anak kurang nutrisi, berat badannya kurang, berikanlah lemak jenuh,” tutur dr. Ian.
Satu gram lemak jenuh mengandung 9 kkal; jauh lebih tinggi daripada karbohidrat dan protein yang hanya mengandung 4 kkal. Karena itu, asupan lemak jenuh berperan besar untuk menambah berat badan anak. Ada begitu banyak sumber lemak jenuh. Mulai dari susu, butter, keju, daging, ayam, hingga santan.
Yang terpenting, gunakanlah sumber lemak jenuh yang baik. “Lemak jenuh akan memutih dan memadat di suhu ruang, dan akan mencair bila dipanaskan. Jadi jangan salah, pilih lemak jenuh asli, bukan lemak rasa daging,” tegas dr. Ian.
Sumber lemak juga bisa dipilih dari lemak jadi dalam kemasan. Baca komposisi pada label, apa saja kandungannya. “Pastikan lemak jenuh ada di paling atas, proporsinya paling banyak, dan tidak mengandung pengawet,” tambahnya.
3. Kebutuhan lemak untuk anak
Kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun itu 39%, dan di atas dua tahun 34% dari kebutuhan kalorinya setiap hari.
4. Cara pemberian lemak pada MPASI
Mums bisa memasak lemak langsung sebagai MPASI seperti sup daging, dan bisa pula diberikan sebagai topping. “Misalnya menambahkan lemak daging ada bubur, menambahkan butter pada nasi jadi butter rice,” ujar dr. Ian.
Jangan Salah Pilih Lemak untuk Anak
Dalam acara peluncuran Bumboo Fat Oil di Jakarta, 3 Juni 2026, CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto menjelaskan bahwa momen makan anak memang selalu menguji kesabaran para orang tua. Gerakan Tutup Mulut (GTM), picky eater, dan drama saat makan lainnya menjadi tantangan besat bagi para Mums.
Hal ini mengusik yang mengingatkan bahwa setiap suapan yang diberikan pada anak harus berarti. “Walaupun yang masuk cuma 3-4 suap, pastikan harus padat gizi dan padat kalori. Salah satu sumber kalori adalah lemak hewani,” ujarnya dalam acara Relaunch Bumboo Fat Oil di Jakarta beberapa waktu lalu.
Berangkat dari tiga masalah inilah, Bumboo Fat Oil hadir untuk menjawab kebutuhan lemak untuk anak yang tidak hanya sehat tapi juga enak. Jeffrey membocorkan, produknya dibuat dari lemak asli dan untuk menggugah selera ditambahkan wangi alami yang bersumber dari bawang bombai segar. "Itulah sebabnya, ada endapan hitam di botol kemasan Bumboo Fat Oil yang merupakan pasta bawang bombai," jelasnya.
Jeffrey mengingatkan para orang tua agar jangan salah pilih lemak untuk anak. “Mums, mungkin 20-30 tahun lagi, kita sudah tidak ingat produk apa yang diberikan ke anak. Tetapi tubuh mereka nanti adalah hasil dari produk yang diberikan saat ini. Jadi jangan salah ambil keputusan memberikan produk terbaik saat ini,” pungkasnya.


