Bayi Pilek? Ini 4 Cara Aman Mengeluarkan Ingus Tanpa Drama

Dipublish: Selasa, 2 Juni 2026 16:47 WIB

Diperbarui: Selasa, 2 Juni 2026 21:23 WIB

Mengeluarkan ingus bayi

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Pilek pada bayi sering bikin orang tua panik, apalagi kalau ingusnya bikin napas terdengar “groook” dan bayi jadi rewel atau susah menyusu. Tenang, ada cara aman untuk membantu mengeluarkan ingus tanpa menyakiti si kecil 


Bayi belum bisa meniup hidung sendiri, jadi lendir bisa menumpuk dan menyebabkan napas jadi tidak nyaman, susah menyusu atau makan, dan tidur terganggu.


Cara mengeluarkan ingus dari bayi tidak semudah mengeluarkan ingus pada orang dewasa. Mums bisa menggunakan larutan garam, atau pakai penyedot ingus khusus. Selengkapnya di artikel berikut!


Penyebab Tersering Hidung Bayi Tersumbat

Penelitian di jurnal Minerva Pediatrica (2014) menyatakan bahwa penyebab paling umum hidung tersumbat dan pilek pada bayi dan anak-anak adalah infeksi, terutama yang berasal dari virus, atau alergi. 


Pada bayi baru lahir dan bayi, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat virus sering diamati selama episode hidung tersumbat. Irigasi hidung dengan larutan garam diyakini dapat meringankan gejala ISPA dengan membantu menghilangkan lendir berlebih, mengurangi hidung tersumbat, dan berkontribusi untuk memperbaiki pernapasan. 


Cara Aman Mengeluarkan Ingus Bayi

Jangan panik saat tengah malam bayi menangis karena hidungnya mampet karena lendir di hidung. Lakukan cra berikut:

1. Gunakan Larutan Saline (Air Garam Steril)

Ini adalah cara paling aman dan direkomendasikan. Hasil meta analisis di jurnal Pediatric Respirology (2020) menunjukkan gejala hidung tersumbat pada anak-anak akibat rinitis alergi atau sinusitis akut membaik secara signifikan setelah irigasi hidung dengan larutan garam.

Cara pakai:

  • Teteskan 1–2 tetes laruan garam steril ke lubang hidung bayi 

  • Tunggu beberapa detik agar ingus lebih encer 

  • Ingus biasanya akan keluar sendiri atau lebih mudah dibersihkan 

Mums bisa dilakukan beberapa kali sehari sesuai kebutuhan. Ingat ya Mums, larutan garam di sini adalah saline atau garam steril, bukan garam dapur. Mums bisa membeeli di apotek terdekat. 


2. Pakai Nasal Aspirator (Penyedot Ingus)

Alat ini membantu menyedot ingus yang sulit keluar.  Aspirator yang digunakan bersamaan dengan larutan garam isotonik, menurunkan risiko terjadinya otitis media akut dan rinosinusitis, dibandingkan dengan kelompok yang diobati hanya dengan larutan garam fisiologis. 


Salah satu penelitian terakit penggunaan alat medis ini pada bayi dilaporkan di Researchgate (2023), dan dikatakan bahwa menghilangkan sumbatan menggunakan aspirator hidung lebih efektif daripada irigasi hidung menggunakan larutan garam fisiologis. Alat ini juga aman dan tidak berdampak buruk pada bayi. 


Tips aman menggunakan nasal aspirator:

  • Gunakan setelah menggunakan larutan saline agar lebih efektif 

  • Jangan terlalu sering (cukup saat diperlukan) 

  • Bersihkan alat setelah digunakan


3. Posisikan tidur bayi lebih tegak

Posisi tidur seperti ini bisa membantu napas bayi lebih lega. Mums bisa menggendong bayi atau menidurkannya di tempat tidur. 


4. Uap Hangat (Steam)

Uap membantu mengencerkan lendir. Mengeluarkan ingus bayi dengan uap (steam) adalah cara yang cukup aman dan sering direkomendasikan untuk membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat. Tapi harus dilakukan dengan cara yang benar dan hati-hati ya. 

  • Bawa bayi ke kamar mandi dengan air hangat menyala (bukan uap langsung ke wajah) 

  • Atau gunakan humidifier di kamar


Cara Yang Tidak Dianjurkan Mengeluarkan Ingus Bayi

Berikut ini cara yang sangat tidak dianjurkan saat mengeluarkan sumbatan ingus pada hidung bayi  karena bisa melukai:

  • Mengorek hidung terlalu dalam (bisa melukai)

  • Menggunakan obat semprot hidung tanpa resep dokter

  • Menyedot terlalu keras atau terlalu sering

  • Memberikan minyak atau cairan sembarangan ke hidung

Segera periksakan jika bayi mengalami demam tinggi, sesak napas atau napas cepat, tidak mau menyusu, ingus kental kehijauan disertai kondisi memburuk, atau pilek lebih dari 7–10 hari


Referensi

1. Jurnal Minerva Pediatrica. 2014. Nasal congestion in infants and children: a Literature review on efficacy and safety of non-pharmacological treatments.

2. Pediatric Respirology. 2020. Saline nasal irrigation for acute upper respiratory tract infections in infants and children: A systematic review and meta-analysis

3. Researchgate. 2023. Effect of Nasal Aspirator Use on Physiologic Parameters, Crying and Procedure Duration in Nasal Congestion in Infants: A Randomized Controlled Study

Kasih Saran, Yuk!