Rasa bersalah sebagai ibu melibatkan perasaan tidak mampu atau merasa tidak memenuhi tanggung jawab sebagai seorang ibu. Kondisi ini berasal dari keinginan ibu untuk selalu memastikan anak-anak dan pasangan hidup nyaman tanpa kesusahan.
Akar dari kondisi ibu yang selalu merasa bersalah adalah keinginannya untuk memastikan semua baik-baik saja di tengah segala keterbatasan dan ketidakmungkinan yang dihadapi. Misalnya, ibu bekerja yang tetap ingin anak-anaknya makan tepat waktu, belajar nyaman, istirahat cukup, dan urusan domestik lainnya.
Ibu merasa bersalah, “salahnya” di mana?
Rasa bersalah sebagai ibu berasal dari banyak tempat. Mulai dari rumah dengan segala kondisi dan kebutuhan juga dinamikanya. Kantor, tempat ia meniti karier dan aktualisasi diri, hingga lingkungan, pertemanan, komunitas tempat ia bersosialisasi. Apalagi bagi ibu bekerja, antara karier, keluarga, dan anak-anak adalah dilema yang setiap saat dirasakan ibu. Inilah akar dari ibu merasa bersalah setiap saat.
Maternal guilt atau rasa bersalah pada ibu merupakan emosi yang sangat umum bahkan sudah alami sebagai kodrat wanita. Penelitian terbaru dari Journal of Child and Family Studies (2026) menyebutkan bahwa rasa bersalah adalah emosi yang sangat sering muncul pada ibu.
Bahkan dalam study longitudinal Journal of Family Psychology (2026) terungkap bahwa maternal guilt memprediksi depresi di masa depan. Artinya rasa bersalah pada ibu bukan kasus individu, melainkan fenomena psikologis global.
Dari penelitian ini disebutkan bahwa penyebab utama dari sisi psikologi ketika ibu sering merasa bersalah, adalah adanya “gap” antara ibu ideal dengan ibu versi nyata.
Ibu sering merasa, “Aku belum cukup baik” ini muncul karena adanya perbedaan antara kondisi nyata dan versi ibu sempurna yang menjadi standar ideal. Contoh nyata, ibu versi ideal seperti yang ada di media sosial tampak sabar, selalu hadir, bahagia. Namun realitanya, seorang ibu sering kali capek, marah, butuh waktu sendiri. Jadi, gap iniah pemicu utama ibu merasa bersalah.
Cara mengatasi rasa bersalah sebagai ibu
Rasa bersalah sebagai ibu bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa cara untuk mengatasi hal-hal yang membuat Mums merasa khawatir atau bersalah, di antaranya :
1. Akui rasa bersalah
Mums, tidak apa-apa merasa bersalah! Sebagian besar ibu merasa bersalah karena membesarkan anak-anak, menjaga rumah tetap hangat dan harmonis adalah tugas yang sulit. Jadi, mustahil mengaharapkan semuanya dilakukan dengan sempurna sepanjang waktu. Mums adalah manusia biasa, bukan pahlawan super yang bisa melakukan semuanya seorang diri.
2. Fokus pada pencapaian
Luangkan waktu untuk memuji diri sendiri. Mums mungkin telah menyelesaikan semua pekerjaan domestik setiap harinya dengan tepat waktu tanpa drama, ini merupakan sebuah pencapaian. Fokuslah pada apa yang telah dicapai, bukan pada sesuatu yang masih menjadi keinginan atau mimpi yang sulit terwujud.
3. Hindari orang-orang yang membuat Mums merasa bersalah
Kurangi interaksi dengan orang-orang yang membuat Mums merasa bersalah. Termasuk media sosial, mem-blok atau menyembunyikan postingan teman yang “toxic” dan membuat Mums merasa buruk, adalah langkah efektif untuk mengurangi interaksi yang tidak sehat. Sebaliknya, berinteraksinya dengan orang-orang yang mendukung dan menyemangati Mums apa adanya.
4. Utamakan diri sendiri
Bukan berarti egois, namun ada kalanya me time itu dibutuhkan. Seperti perawatan diri, luangkan waktu untuk menekuni hobi atau mengisi waktu luang dengan kegiatan ringan dan menyenangkan. Pastikan istirahat yang cukup, hal ini penting agar Mums merasa lebih baik dan siap untuk merawat si Kecil.
5. Quality time bersama anak
Cara ini efektif untuk mengatasi rasa bersalah sebagai ibu. Apalagi bagi ibu bekerja, yang selalu kesulitan menyeimbangkan karier dan waktu bersama anak-anak. Pastikan quality time ini selalu ada di tengah kesibukan, misalnya saat weekend. Tidak perlu suasana khusus, meskipun hanya sekadar sesi berpelukan sesaat. Yang terpenting matikan ponsel dan fokuslah pada anak-anak untuk memperkuat bonding dengan mereka.
6. Libatkan pasangan
Jangan melupakan pasangan, libatkan ia dalam pengasuhan dan urusan domestik. Bicarakan soal berbagi tugas dengan pasangan. Mungkin pasangan Anda dapat melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga. Sehingga masing-masing memiliki waktu berharga untuk diri sendiri.
7. Bicaralah dengan profesional
Jika kondisi ibu merasa bersalah sudah berlebihan, artinya Mums kewalahan dengan hal ini, mulai cemas berlebihan bahkan mengarah pada depresi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan professional. Banyak ibu mengalami depresi pascapersalinan, dan rasa bersalah sebagai ibu semakin memperburuk keadaannya. Jangan tunda, segera berkonsultasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Mums, rasa bersalah bukan tanda seorang ibu itu buruk. Justru perasaan ini sering muncul pada ibu dengan rasa peduli yang tinggi juga punya standar ideal dalam kehidupannya. Ibu merasa bersalah karena kombinasi tekanan internal seperrti standar diri tinggi dan perfeksionis. Juga faktor eksternal, biologis, psikologis, dan beban nyata.
Rasa bersalah pada ibu bukan pula tanda seorang ibu itu lemah, melainkan karena sistem biologis dan sosial yang memang membuatnya rentan merasa bertanggung jawab atas segalanya.
Referensi
1. Journal of Family Studies. 2026. Investigating Relationships Between Guilt, Shame, Self-discrepancy and Fear of Negative Evaluation in Mothers: A Replication and Eztension.
2. Journal if Family Psychology. 2026. Within-Person Changes in Parenting Guilt Predict Symptom Course in Mothers With Past or Current Depression.


