Jika Mums dan pasangan telah berpisah atau bercerai, mungkin sulit untuk berinteraksi secara teratur dan menjaga hubungan tetap baik. Namun, Mums mungkin perlu berlatih dan belajar bagaimana melakukannya, demi anak Mums. Bagaimanapun, kehadiran ayah dan ibunya akan membantu mereka tumbuh dengan aman, terlindungi, serta tidak kurang kasih sayang dan dukungan dari kedua orang tua.
Penelitian di Jurnal Family Psychology (2019) menunjukkan, bahwa konflik antara orang tua yang bercerai atau berpisah dapat membuat anak-anak lebih sulit untuk beradaptasi. Anak-anak sering kesulitan dengan perubahan dalam keluarga, baik karena perpisahan atau ada anggota keluarga baru.
Karena itu melakukan pengasuhan bersama adalah jalan terbaik setelah berpisah. Bagaimana cara melakukannya tanpa drama? Artikel ini mengeksplorasi jenis-jenis pengaturan pengasuhan bersama, seperti apa pengasuhan bersama yang sehat, kiat-kiat untuk pengasuhan bersama yang sukses, dan apa yang tidak boleh dilakukan sebagai orang tua bersama.
Jenis-Jenis Pengasuhan Bersama
Para peneliti telah mengidentifikasi tiga jenis utama hubungan pengasuhan bersama pasca-perceraian:
1. Pengasuhan bersama tapi penuh konflik
Ini adalah contoh pengaturan pengasuhan bersama, namun baik ayah dan ibunya masih sering mengalami konflik dan komunikasi yang buruk satu sama lain.
Konflik tidak selalu berasal dari masalah masa lali, tapi karena masalah jadwal, gaya pengasuhan, aturan, dan prioritas yang berbeda, dan mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan tentang kebutuhan anak mereka atau rutinitas harian.
2. Pengasuhan bersama yang kooperatif
Pengasuhan bersama ini adalah yang ideal, di mana ayah dan ibu mengasuh putra atau putrinya bersama-sama dan mengedepankan saling kooperatif. Kedua orang tua bekerja sama untuk membuat keputusan mengenai pengasuhan anak mereka.
Pengasuhan bersama model ini melibatkan komunikasi secara teratur, berbagi informasi tentang kebutuhan dan perkembangan anak mereka, dan mengoordinasikan jadwal untuk memastikan bahwa anak menghabiskan waktu berkualitas dengan kedua orang tua.
3. Pengasuhan bersama secara paralel
Pengasuhan bersama secara paralel berarti kedua orang tua beroperasi secara independen, dengan sedikit komunikasi, keterlibatan, kerja sama, atau konflik satu sama lain.
Rutinitas rumah tangga dan aturan pengasuhan mereka seringkali berbeda satu sama lain, yang dapat menyebabkan kurangnya konsistensi dalam kehidupan anak. Kesamaan dalam aturan atau rutinitas seringkali tidak direncanakan atau disengaja.
Hal yang Perlu Disepakati dalam Pengasuhan Bersama yang Sehat
Pengasuhan bersama yang sehat melibatkan penyusunan rencana dan penyelarasan antara kedua orang tua dalam beberapa aspek.
1. Jadwal kunjungan
Orang tua perlu menyusun jadwal kunjungan yang memastikan bahwa baik pihak ayah maupun pihak ibu, semuanya dapat menghabiskan waktu berkualitas dengan anak.
Jadwal harus mempertimbangkan hari kerja, akhir pekan, hari libur, ulang tahun, dan acara khusus lainnya. Salah satu pihak juga harus mendiskusikan kapan dan bagaimana mereka dapat menghubungi anak ketika anak tersebut bersama pihak lainnya.
2. Rutinitas harian
Untuk menjaga konsistensi, akan sangat membantu jika kedua orang tua yang berbagi pengasuhan mendiskusikan nutrisi anak, kegiatan ekstrakurikuler, waktu tidur, waktu bangun, dan waktu penggunaan layar, di antara hal-hal lainnya.
3. Pendidikan
Kedua orang tua harus sepakat tentang di mana dan bagaimana anak akan dididik. Penting juga bagi kedua orang tua untuk menyepakati bagaimana membagi tanggung jawab seperti membayar biaya sekolah anak, menandatangani surat izin, mengawasi pekerjaan rumah, menghadiri pertemuan orang tua-guru, dan berpartisipasi dalam kegiatan terkait sekolah lainnya.
4. Kebutuhan medis
Penting bagi orang tua yang berbagi pengasuhan untuk menentukan siapa yang akan menemani anak ke kunjungan dokter dan tanda tangan kalau ada perawatan medis. Kedua orang tua harus mengetahui masalah medis apa pun yang dialami anak dan siap untuk menangani keadaan darurat medis apa pun.
5. Keuangan
Orang tua yang bercerai harus berdiskusi dan mencapai kesepakatan keuangan yang mengutamakan kepentingan terbaik untuk anak. Jika orang tua telah melalui proses perceraian, pengadilan dapat mewajibkan salah satu orang tua untuk melakukan pembayaran tunjangan anak.
Tips untuk Pengasuhan Bersama yang Sukses
Berikut beberapa tips yang dapat membantu Mums dan mantan pasangan Mums agar berhasil mengasuh anak bersama:
1. Jaga komunikasi secara teratur
Penting untuk menjaga komunikasi secara teratur dengan anak, mantan pasangan, dan orang tua tiri, kakek-nenek, atau pengasuh lain dalam kehidupan anak. Akan sangat membantu untuk berbagi berita penting dan informasi terkini yang relevan tentang perkembangan anak, sekolah, aktivitas, masalah medis, dan rutinitas dengan semua orang yang terlibat.
2. Buat rencana pengasuhan bersama
Bersama-sama buat rencana yang mencakup faktor-faktor yang tercantum di atas, seperti jadwal kunjungan, rutinitas harian, pendidikan, keuangan, kebutuhan medis, dll.
Buat pengaturan yang cocok untuk Mums dan mantan.
Buat pengaturan pengasuhan bersama yang cocok untuk Mums dan mantan pasangan. Jika tinggal berdekatan, Mums dapat mengatur agar anak menghabiskan hari atau minggu bergantian dengan masing-masing orang tua.
Atau, jika pekerjaan Mums dan mantan pasangan memiliki jadwal yang berbeda, anak dapat menghabiskan pagi hari dengan satu orang tua dan malam hari dengan orang tua lainnya.
Jika Mums tinggal di kota yang berbeda, anak mungkin harus menghabiskan hari sekolah dengan satu orang tua dan liburan dengan orang tua lainnya.
3. Diskusikan perubahan rencana
Rencana pengasuhan bersama mungkin perlu berkembang berdasarkan kebutuhan anak dan keadaan orang tua. Diskusikan setiap perubahan atau pembaruan rencana dengan semua pemangku kepentingan yang terlibat. Ini dapat membantu memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.
4. Bersikap fleksibel
Mungkin ada kalanya hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, meskipun dengan niat terbaik. Berikan ruang untuk fleksibilitas jika Mums terlambat atau tidak dapat menjemput anak, pengasuh tidak datang tepat waktu, sekolah pulang lebih awal, atau ada keadaan darurat yang tidak terduga.
5. Hormati gaya pengasuhan yang berbeda
Pahami bahwa setiap orang memiliki gaya pengasuhan yang berbeda. Kecuali gaya pengasuhan mantan pasangan Mums membahayakan anak. Hormati mereka dan biarkan mereka menjalin ikatan dengan anak sesuai keinginan mereka. Paparan terhadap berbagai pendekatan pengasuhan dapat membantu anak belajar bagaimana beradaptasi dengan berbagai situasi dan hubungan.
5. Beri ruang untuk orang tua tiri
Ketika Mums dan mantan pasangan mungkin melanjutkan hidup dan sudah berkeluarga lagi, artinya ada ornag baru dalam kehidupan anak. Mereka kini punya orang tua tiri. Selama mereka menyayangi anak Mums dan menghormati hubungan Mums dengan anak, cobalah untuk memberi ruang bagi mereka dalam kehidupan anak Mums, alih-alih membenci, bersikap bermusuhan, atau meremehkan kehadiran mereka.
6. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama anak
Luangkan waktu berkualitas bersama anak saat mereka bersama Mums/Dads, terutama jika Mums atau Dads memiliki waktu terbatas bersama. Buat kegiatan menyenangkan untuk dilakukan bersama. Cobalah untuk menciptakan ritual bermakna yang unik untuk hubungan Mums dan anak.
7. Bersiaplah saat anak sedang diasuh mantan
Wajar jika Mums merasa kehilangan atau kesepian saat anak tidak bersama Mums. Perasaan ini mungkin lebih terasa pada akhir pekan atau hari libur. Cobalah untuk mengubah sudut pandang terhadap rasa kehilangan tersebut menjadi kesempatan untuk beristirahat dan bersantai.
Cobalah untuk menjadwalkan aktivitas yang Mums sukai tetapi mungkin tidak dapat Mums lakukan saat ada anak, seperti bertemu teman, menonton film, merencanakan perjalanan, atau melakukan hal-hal lain untuk diri sendiri.
Secara teori terlihat mudah, tapi untuk menjalankan ini semua tentu sangat sulit. Namun, hidup harus terus berjalan. Perpisahan tidak selalu menghasilkan sesuatu yang buruk, namun untuk memulai yang baru yang lebih baik.
Referensi:
Journal Family Psychology. 2019. Co-parenting and parenting pathways from the couple relationship to children's behavior problems.


