Kehamilan merupakan periode penting bagi seorang wanita. Selama periode ini, wanita mengalami banyak perubahan fisik dan emosional yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Kehamilan sehat sangat tergantung dari kesehatan calon ibu. Kesehatan ibu selama kehamilan dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya.
Di sinilah pentingnya seorang wanita menerapkan gaya hidup sehat selama kehamilan yang dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan ibu dan bayi. Gaya hidup yang perlu diperhatikan seorang wanita sebelum dan semasa kehamilan, antara lain pola makan dan kebutuhan nutrisi, hidup aktif dengan olahraga, perawatan diri, menghindari asap rokok, alkohol dan obat-obatan terlarang, termasuk pengendalian stres.
Dijelaskan oleh dr. Natasya Prameswari, Sp.OG, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Generasi Emas 2030 dengan fokus khusus pada ibu hamil: menurunkan stunting melalui peningkatan cakupan layanan antenatal berkualitas, suplementasi mikronutrien, serta konseling nutrisi dan kesehatan reproduksi dan secara lebih luas.
Selain itu mempersiapkan bonus demografi dengan meningkatkan mutu pendidikan serta penguatan layanan kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon orang tua agar menghasilkan generasi yang sehat, terdidik, dan produktif. Dari ibu yang sehat, diharapkan akan lahir bayi yang sehat dan cerdas yang akan menjadi generasi hebat atau generasi emas.
Mengapa Kesehatan Ibu Sangat Penting?
Selama kehamilan, tubuh ibu bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan janin. Nutrisi, oksigen, serta berbagai zat penting untuk tumbuh kembang bayi semuanya berasal dari tubuh ibu.
“Nutrisi yang berkualitas sangat berperan pada kesehatan ibu dan janin seperti yang direkomendasikan oleh berbagai perkumpulan obstetri dan ginekologi di dunia. Suplementasi besi, folate, iodine, vitamin B12, kalsium hingga vitamin D di rekomendasikan oleh FIGO pada remaja, wanita prekonsepsi, hingga ibu hamil,” jelas dr. Natasya.
Jika kesehatan ibu tidak terjaga, risiko komplikasi kehamilan dapat meningkat, seperti anemia, tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah. Ibu yang sehat juga cenderung memiliki energi lebih baik, kondisi mental yang stabil, dan kualitas hidup yang lebih baik sehingga merasa nyaman selama menjalani kehamilan.
Cara Menjaga Kesehatan Sebelum dan Selama Kehamilan
Mums bisa mulai melakukan langkah-langkah berikut sebelum merencanakan kehamilan dan diteruskan setelah Mums dinyatakan hamil.
1. Memenuhi Nutrisi Seimbang
Makanan bergizi menjadi fondasi utama kehamilan sehat. Ibu hamil membutuhkan asupan zat gizi lengkap baik makronutrien maupun mikronutrien. Berikut beberapa zat gizi yang wajib dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan:
Protein untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan janin
Zat besi untuk mencegah anemia
Asam folat untuk mendukung perkembangan otak dan saraf bayi
Kalsium untuk kesehatan tulang ibu dan janin
Buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan serat
Hindari pola makan tidak teratur, makanan tinggi gula berlebih, serta konsumsi makanan mentah yang berisiko membawa infeksi.
2. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan secara rutin membantu memantau kondisi ibu dan janin sejak dini. Dengan kontrol teratur, masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya lebih optimal.
Pemeriksaan kehamilan juga menjadi kesempatan bagi ibu untuk berkonsultasi mengenai keluhan, pola makan, aktivitas, hingga persiapan persalinan. dr. Natasya menambahkan, berdasarkan rekomendasi WHO dan POGI, ibu hamil wajib melakukan minimal 6 kali kunjungan antenatal dengan minimal 2 kali pertemuan dengan dokter.
“Kunjungan antenatal pada trimester 1 bertujuan untuk mengkonfirmasi kehamilan, skrining USG trimester 1 dan preeklamsia, skrining kehamilan berisiko tinggi serta penentuan usia kehamilan. Sedangkan trimester 2 selain untuk melihat perkembangan janin adalah untuk melakukan skrining organ di usia kehamilan optimal di 22-24 minggu,” jelas dr. Natasya.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Kenaikan berat badan selama hamil perlu dipantau agar tidak berlebihan maupun kurang. Berat badan yang terlalu rendah dapat menghambat pertumbuhan janin, sedangkan kenaikan berlebih meningkatkan risiko komplikasi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
4. Tetap Aktif Bergerak
Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga selama hamil, atau olahraga peregangan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi stres, dan membantu tidur lebih nyenyak. Namun, aktivitas fisik tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu dan anjuran tenaga kesehatan.
5. Menjaga Kesehatan Mental
Kehamilan tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga emosional. Perasaan cemas, takut, atau mudah lelah dapat muncul sewaktu-waktu. Dukungan pasangan, keluarga, dan lingkungan sangat penting agar ibu merasa lebih tenang dan nyaman. Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang disukai, dan jangan ragu berkonsultasi jika merasa stres berlebihan.
6. Menghindari Kebiasaan Berisiko
Merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat tanpa anjuran dokter, serta kurang tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Menjaga pola hidup sehat adalah investasi penting bagi masa depan bayi
7. Konsumsi Vitamin Prenatal
Suplementasi mikronutrien multiple (Multiple micronutrient supplementation, MMS) selama kehamilan direkomendasikan oleh WHO dan merupakan salah satu strategi menurunkan angka berat janin rendah.
Berbagai program pemerintah termasuk Kemenkes merekomendasikan MMS pada populasi ibu hamil terutama dengan kondisi nutrisi yang tidak tercukupi. Dibandingkan dengan suplementasi asam folat saja, suplementasi MMS memperlihatkan peningkatan luaran kehamilan seperti peningkatan berat janin.
Mulailah mengonsumsi vitamin prenatal sesegera mungkin, idealnya sebelum kehamilan, terutama untuk asam folat. Vitamin prenatal adalah suplemen khusus yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral selama masa kehamilan, bahkan sejak program hamil.
Selama hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak:
Asam folat
Zat besi
Kalsium
Vitamin D
DHA
Yodium dan nutrisi penting lainnya
Sayangnya, kebutuhan tersebut sering kali sulit terpenuhi hanya dari makanan sehari-hari, terutama jika ibu mengalami mual, muntah, atau nafsu makan menurun. Vitamin prenatal membantu melengkapi kebutuhan nutrisi agar tetap tercukupi.
Folamil Genio bisa menjadi pilihan untuk pemenuhan kebutuhan mikronutrien sebelum dan selama kehamilan. Folamil Genio mengandung kombinasi asam folat, zat besi, DHA, ARA,vitamin D, serta mineral penting yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Kandungan DHA dan ARA berperan penting dalam perkembangan otak dan mata janin, sementara asam folat membantu mendukung pembentukan saraf bayi sejak awal kehamilan.
Selain itu, Folamil Genio juga membantu menjaga kondisi ibu tetap fit selama hamil dengan kandungan zat besi dan multivitamin yang mendukung pembentukan sel darah merah serta membantu mencegah anemia.
Dalam satu kapsul, ibu sudah mendapatkan kombinasi nutrisi yang cukup lengkap sehingga lebih praktis dikonsumsi sehari-hari. Namun, penggunaan vitamin prenatal tetap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran dokter agar manfaatnya optimal untuk ibu dan bayi.
Kehamilan Sehat adalah Persiapan Masa Depan Anak
Kesehatan ibu selama hamil berperan besar dalam menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Janin yang tumbuh dalam lingkungan sehat memiliki peluang lebih baik untuk berkembang optimal, lahir dengan kondisi baik, dan tumbuh menjadi anak yang sehat.
Kehamilan sehat dimulai dari tubuh dan pikiran ibu yang sehat. Dengan menjaga pola makan, rutin kontrol kehamilan, aktif bergerak, serta memperhatikan kesehatan mental, ibu dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman dan aman. Ingat, ibu yang sehat adalah rumah pertama yang terbaik bagi tumbuh kembang si kecil.
Reference:
1. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) recommendations on adolescent, preconception, and maternal nutrition: "Think Nutrition First". Int J Gynaecol Obstet. PMID: 26433230.
2. World Health Organization. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO; 2016 (updated guidance and programmatic considerations on antenatal MMS uptake 2020).
3. Haider BA, Bhutta ZA. Multiple-micronutrient supplementation for women during pregnancy. Cochrane Database Syst Rev. 2017; (review and meta-analysis of MMS vs iron–folic acid).
4. Bhutta ZA, Das JK, Rizvi A, et al. Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: what can be done and at what cost? Lancet. 2013;382(9890):452–477.


