Beberapa Mums yang pernah melahirkan secara caesar di persalinan pertama, menginginkan persalinan normal atau pervaginam untuk persalinan berikutnya. Persalinan seperti ini disebut Vaginal Birth After Caesarean Section atau VBAC.
Persalinan VBAC adalah salah satu pilihan yang layak dicoba. Ini memberi harapan baru bagi Mums yang ingin merasakan melahirkan secara normal.
Namun, untuk VBAC sendiri ada sejumlah syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentu saja ini demi keamanan dan kelancaran proses persalinan itu sendiri. Apapun cara yang ditempuh, keselamatan dan kesehatan Mums dan bayi tetaplah yang utama.
Apa itu VBAC?
Merujuk pada artikel ilmiah di jurnal NCBI (2025), persalinan pervaginam setelah operasi caesar (VBAC) merujuk pada persalinan pervaginam setelah operasi caesar sebelumnya.
Pasien yang menginginkan persalinan VBAC menjalani uji coba persalinan (TOL), juga dikenal sebagai uji coba persalinan setelah operasi caesar (TOLAC). TOL adalah praktik yang dapat diterima dan umumnya aman. Namun, terdapat potensi komplikasi serius, termasuk ruptur atau dehisensi uterus yang bisa meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi baru lahir.
Mums atau ibu hamil yang ingin menjalani VBAC harus terhubung dengan dokter kebidanan dan kandungan di rumah sakit dengan sarana lengkap. Hal ini untuk berjaga-jaga jika VBAC gagal, maka bisa langsung dilakukan operasi caesar.
Syarat Persalinan VBAC
Studi yang sama ( NCBI , 2025) menunjukkan bahwa persalinan normal setelah operasi caesar (VBAC) adalah pilihan yang aman dan efektif bagi banyak wanita, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, biasanya berkisar antara 60% hingga 80%. Bahkan studi terbaru menemukan tingkat keberhasilan sebesar 79,4%, dengan tingkat kegagalan 20,6%.
VBAC yang berhasil dikaitkan dengan waktu pemulihan yang lebih singkat dan lebih sedikit komplikasi jangka panjang dibandingkan dengan operasi caesar berulang. Namun pilihan untuk menjalani VBAC ini atau menjadwalkan operasi Caesar berulang bisa jadi cukup sulit. Sebab ada sejumlah kriteria tertentu yang harus dipenuhi sebelumnya.
Mums, berikut ini kriteria kelayakan menjalani metode persalinan VBAC, yaitu:
1. Sayatan rahim
Jenis sayatan rahim yang digunakan pada operasi Caesar sebelumnya sangat menentukan keberhasilan VBAC. Umumnya operasi Caesar menggunakan sayatan melintang rendah. Bagi Mums yang pernah menerima sayatan melintang dengan ukuran yang pendek ini atau bentuk vertikal pendek biasanya merupakan salah satu kandidat kuat untuk bisa menempuh prosedur VBAC. Sebaliknya, jika Mums pernah menerima sayatan vertikal tinggi atau klasik, VBAC tidak dianjurkan karena berisiko mengalami rupture uteri.
2. Tidak mengalami rupture uteri
Jika Mums pernah mengalami rupture uteri, lupakan impian untuk bisa melahirkan dengan metode VBAC. Sebab kondisi ini sudah tidak memungkinkan untuk menjalani prosedur VBAC yang harus steril dari risiko rupture uteri.
3. Tidak pernah menjalani operasi lain pada rahim
Jika Mums tidak pernah menjalani operasi lain pada rahim, seperti pengangkatan fibroid, VBAC tidak dianjurkan karena risiko pecahnya rahim bisa saja terjadi.
4. Pernah melahirkan normal
Bagi Mums yang pernah melahirkan secara normal, Mums merupakan salah satu kandidat terkuat untuk melakukan prosedur VBAC. Persalinan pervaginam setidaknya sekali sebelum atau sesudah operasi Caesar sebelumnya akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan VBAC.
5. Tidak ada komplikasi kehamilan
Jika Mums tidak memiliki masalah kesehatan yang mungkin memengaruhi persalinan normal, maka prosedur VBAC layak dicoba. Sebab kehamilan yang sehat dan normal tidak ada hambatan berarti untuk bisa menjalani VBAC. Sebaliknya, operasi Caesar mungkin disarankan bagi ibu hamil yang memiliki masalah plasenta, posisi bayi tidak normal atau mengandung bayi kembar.
Risiko Persalinan VBAC
Meskipun tergolong aman dengan tingkat keberhasilan 60% hingga 80%, namun persalinan VBAC ini membawa potensi risiko:
1. Ruptur uteri (robekan rahim)
Robek rahim adalah risiko tertinggi VBAC. Penyebabnya luka parut rahim dari operasi sebelumnya robek akibat kontraksi. Ruptur uteri ini dapat menyebabkan perdarahan berat pada ibu dan kekurangan oksigen pada bayi.
2. Operasi caesar darurat
Kegagalan VBAC memerlukan tindakan operasi caesar darurat terutama jika terjadi gawat janin atau persalinan tidak berjalan lancar. Oleh karena itu VBAC wajib dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas operasi lengkap dan juga dokter spesialis.
3. Perdarahan dan infeksi
VBAC berisiko menyebabkan perdarahan pascapersalinan yang memerlukan transfusi darah atau infeksi pada rahim.
4. Histerektomi
Dalam kasus ruptur uteri yang parah, tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) mungkin diperlukan untuk menyelamatkan jiwa ibu.
5. Komplikasi pada bayi
Bayi berisiko mengalami cedera, masalah pernapasan, atau kematian bayi akibat ruptur uteri.
Konseling dan pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting bagi kandidat VBAC, dengan fokus pada risiko, manfaat, dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan, misalnya, riwayat persalinan pervaginam sebelumnya, persalinan spontan, dan indikasi operasi caesar yang tidak berulang.
Faktor-faktor seperti obesitas ibu, usia ibu yang lanjut, dan usia kehamilan di atas 40 minggu dapat menurunkan tingkat keberhasilan. Alat seperti kalkulator VBAC dapat membantu memperkirakan kemungkinan keberhasilan tetapi tidak boleh menggantikan evaluasi pasien secara individual.
Keuntungan Persalinan VBAC
Metode persalinan VBAC bisa menjadi pilihan karena berbagai pertimbangan atau keuntungan. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya ialah:
1. Mengurangi komplikasi
Dengan melahirkan normal maka risiko komplikasi pembedahan akibat persalinan caesar bisa dihindari.
2. Masa rawat inap yang relatif lebih singkat
Persalinan normal umumnya memiliki pemulihan lebih cepat, sehingga lebih mudah kembali ke aktivitas normal sehari-hari seperti sebelum hamil dan melahirkan.
3. Lebih murah
Biaya persalinan normal tentu saja jauh lebih terjangkau dibandingkan opetasi caesar. Biaya persalinan Caesar umumnya dua hingga tiga kali lipat lebih mahal dibanding normal, berkisar kurang lebih 11 hingga 70 juta rupiah karena prosedur bedah dan rawat inap lebih lama. Persalinan normal estimasinya Rp2–15 juta di RS swasta/pemerintah, atau bisa lebih murah melalui BPJS. Harga bervariasi tergantung kelas RS, tipe kamar, dan komplikasi
Persiapan Persalinan VBAC
Jika Mums memilih VBAC saat akan melahirkan, Mums mesti mengikuti proses yang serupa digunakan pada persalinan pervaginam. Namun, pihak tim medis kemungkinan akan merekomendasikan pemantauan terus menerus terhadap detak jantung bayi dan bersiap untuk melakukan operasi Caesar berulang jika diperlukan.
Atau tim medis tetap berjaga-jaga untuk melakukan operasi Caesar darurat jika mengalami kendala. Itu sebabnya, pemilihan metode ini sebaiknya di lakukan di rumah sakit dengan peralatan penunjang yang lebih lengkap.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah diskusikan secara terbuka dan berkala tentang pilihan metode melahirkan, termasuk kekhawatiran dan harapan Mums dengan dokter kandungan yang mengawal kehamilan ini sejak semula.
Pastikan tim medis memiliki riwayat kesehatan Mums yang lengkap termasuk catatan kehamilan dan persalinan sebelumnya, terlebih operasi Caesar yang sebelumnya dilakukan.
Hal ini sangat penting bagi tim medis untuk menganalisa dan menghitung kemungkinan Mums bisa atau tidak bisa mendapatkan prosedur VBAC pada kehamilan saat ini. Jika pun bisa, berapa peluang keberhasilan dan bahkan risiko kegagalannya. Sebab kesuksesan metode VBAC akan bisa diprediksi dari semua informasi penunjang tersebut.
Satu hal yang paling penting adalah, mencoba untuk bersikap fleksibel. Sebab sebuah kehamilan itu sangat dinamis. Keadaan kehamilan Mums dapat membuat pilihan VBAC realistis di satu waktu. Namun setelah konseling, atau setelah berjalannya waktu dan bertambahnya usia kehamilan, tim dokter mungkin memutuskan bahwa operasi Caesar berulang merupakan pilihan terbaik.
Jadi, tidak usah risau dengan metode persalinan pervaginam, operasi Caesar atau VBAC. Apapun metodenya, yang utama adalah kesehatan dan keselamatan Mums dan janin dalam kandungan. Yuk, tonton video di bawah ini untuk mengetahui informasi seputar persalinan VBAC.
Referensi :
NCBI. 2025. Vaginal Birth After Cesarean Delivery


