Panduan Kehamilan Trimester 3: Perubahan Fisik, Keluhan, dan Persiapan Persalinan

Dipublish: Jumat, 27 Maret 2026 17:42 WIB

Diperbarui: Rabu, 24 Juni 2026 22:54 WIB

Ibu hamil
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Kehamilan trimester 3 merupakan fase akhir menjelang persalinan. Di 12 minggu terakhir dari kehamilan cukup bulan ini selain menuju persalinan yang dinantikan, namun juga tantangannya tidak mudah. 


Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan bayi makin intens. Sering kali gerakan-gerakan ini terjadi bersamaan dengan keluhan lain yang banyak muncul di kehamilan trimester 3. Pada tahap ini, pertumbuhan janin semakin cepat dan fungsi organ-organ tubuh bayi semakin matang. Selain itu, tubuh ibu terus mengalami adaptasi pada hampir seluruh sistem organ.

Artikel berikut akan membahas secara lengkap perubahan apa yang terjadi selama trimester 3 dan bagaimana menjaga kehamilan yang sudah di ujung ini tetap sehat.


Perubahan fisik kehamilan trimester 3


Memasuki minggu ke-28 hingga minggu ke-40 atau sampai persalinan merupakan masa kehamilan trimester 3. Di bulan-bulan terakhir kehamilan ini, berbagai perubahan fisik dan tantangan emosional terjadi. Selain itu, berbagai persiapan persalinan juga mulai dilakukan. 


Agar lebih rinci, berikut ini berbagai perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan trimester 3: 


1. Rahim membesar 

Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim akan membesar hingga seukuran semangka pada akhir trimester ketiga. 


2. Detak jantung meningkat 

Menurut MDPI (2025), detak jantung ibu meningkat sekitar 25% dari sebelum hamil, hal ini sebagai respons terhadap kebutuhan sirkulasi yang lebih tinggi. Memang saat kehamilan, volume darah ibu meningkat drastis lebih dari 50-60% untuk memastikan aliran darah cukup menuju plasenta dan memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi untuk bayi. 


3. Pembengkakan 

Mums, jangan heran bila pada kehamilan trimester 3 tubuh mengalami pembengkakan di berbagai area seperti pergelangan kaki, tangan, dan wajah atau yang disebut endema. Kondisi ini terjadi karena tubuh terus menahan cairan. 


4. Keluar kolostrum 

Jangan panik bila kolostrum atau cairan di payudara yang kaya nutrisi mulai keluar dari payudara. Hal ini normal karena payudara bersiap untuk memberikan ASI setelah bayi lahir. 


5. Perubahan pada kulit dan rambut  

Munculnya stretch mark di perut, payudara, dan paha menjadi hal yang tak bisa dihindari selama trimester ke-3 kehamilan. Selain itu, kulit terasa kering atau gatal karena perut yang meregang. Rambut juga kadang tumbuh lebih cepat akibat perubahan hormon dalam tubuh dan adaptasi jaringan kulit terhadap perubahan ukuran tubuh saat fase terakhir kehamilan. 


Berbagai keluhan di kehamilan trimester 3


Perubahan tubuh yang terjadi selama trimester ke-3 kehamilan memunculkan berbagai keluhan yang tidak bisa dihindari. Berbagai keluhan ini merupakan respons atau adaptasi tubuh terhadap kehamilan itu sendiri. 


Berikut ini berbagai keluhan yang umumnya dialami para ibu hamil di fase kehamilan trimester 3: 


1. Kontraksi palsu 

Tidak seperti kontraksi persalinan sebenarnya yang semakin kuat, intens, dan menyakitkan seiring waktu, kontraksi palsu atau yang disebut kontraksi Braxton Hicks bersifat ringan, tidak teratur, dan tidak berkembang. Rasanya lebih seperti kram menstruasi. Biasanya terjadi pada sore atau malam hari, setelah aktivitas fisik atau setelah berhubungan seks. Kontraksi ini juga cenderung terjadi lebih sering dan menjadi lebih kuat seiring mendekatnya tanggal perkiraan kelahiran. Untuk membedakan kontraksi palsu dengan asli, Mums dapat membacanya di artikel berikut.


2. Sesak napas

Ukuran bayi yang semakin besar memberikan tekanan pada diafragma yang membuat ibu hamil sesak napas. Terutama jika berbaring terlentang atau bersandar. Karena itu, Mums perlu tidur atau beristirahat miring sehingga jumlah udara maksimum yang dapat ditampung paru-paru meningkat. 

Kabar baiknya, kondisi ini akan membaik setelah janin turun ke panggul sebagai persiapan untuk kelahiran. 


3. Sering buang air kecil

Ketika janin bergerak lebih jauh ke panggul, ia menekan kandung kemih ibunya. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti lebih sering buang air kecil atau kebocoran urin saat bumil bersin, batuk, atau tertawa. Melakukan senam kegel merupakan salah satu cara mengatasi sering buang air kecil saat hamil.


4. Mulas dan sembelit

Rahim yang membesar dapat menekan perut dan membuat asam lambung naik. Sehingga ibu hamil merasa mulas, juga sembelit, dan gangguan pencernaan lainnya yang mungkin meningkat saat kehamilan trimester 3. Masalah pencernaan ini terjadi karena hormon kehamilan memperlambat pencernaan dan rahim yang membesar menekan usus. Untuk mengatasi sembelit saat kehamilan, Mums dapat membacanya di artikel berikut.


5. Bengkak (edema)

Retensi cairan dan penambahan berat badan dapat menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki dan kaki. Selain bengkak, kaki juga lebih sering mengalami kram. Kabar baiknya, mengangkat kaki dapat membantu mengurangi pembengkakan.


6. Varises dan wasir

Hal ini terjadi karena meningkatnya volume darah saat hamil yang membuat pembuluh darah membengkak. Pembuluh darah yang bengkak di rektum atau usus dapat menyebabkan ibu hamil mengalami wasir.


7. Gangguan tidur atau insomnia

Insomnia terjadi karena kondisi yang tidak nyaman, perut makin membesar, sering terbangun karena ingin buang air kecil. Kondisi ini bikin kualitas tidur terganggu di trimester ketiga kehamilan. 


Menurut penelitian PMC (2021) gangguan tidur merupakan keluhan yang sangat umum pada trimester ketiga. Analisis meta besar menemukan bahwa sekitar 42,4 % ibu hamil mengalami insomnia selama trimester ketiga dari penelitian epidemiologi gabungan pada hampir 8.800 orang. Tiap trimester menunjukkan peningkatan masalah tidur, dengan gangguan paling tinggi di fase akhir kehamilan. 


8. Keputihan 

Meningkatnya keputihan berwarna putih (leukorea) yang mungkin mengandung lebih banyak lendir merupakan masalah umum yang biasa dialami ibu hamil di trimester 3 ini. 


9. Sakit punggung 

Memasuki kehamilan trimester 3, sakit punggung mungkin berlanjut dan meningkat intensitasnya. Hal ini terjadi karena hormon kehamilan mengendurkan jaringan ikat yang menahan tulang pada tempatnya, terutama di area panggul. Rahim yang membesar juga meregangkan otot-otot di area perut. Perubahan ini sering menyebabkan sakit punggung selama trimester ketiga kehamilan.


10. Kulit kering dan stretch mark

Tidak hanya kering, gatal juga sering terjadi, terutama di area perut. Karena kulit terus tumbuh dan meregang. Terkait hal ini stretch mark mungkin muncul di perut, payudara, paha, dan bokong. Selain itu pigmentasi kulit mungkin menjadi lebih jelas, terutama bercak kulit gelap di wajah. Mums dapat melakukan pencegahan munculnya stretch mark dengan mengoleskan pelembap dan memenuhi kebutuhan nutrisi kulit.


Apa saja persiapan persalinan yang dibutuhkan?


Menjelang akhir kehamilan, perasaan ibu hamil umumnya campur aduk. Antara bahagia menyambut kelahiran si Buah Hati dan di sisi lain kecemasan tak bisa dihindari, karena khawatir terjadi komplikasi maupun kondisi buruk yang mungkin dialami. 


Lepas dari hal itu, persiapan menjelang persalinan tetap harus dilakukan. Agar kehamilan fase akhir ini berjalan lancar dan persalinan bisa berjalan dengan baik sesuai rencana. Untuk itu berikut ini berbagai persiapan persalinan yang perlu dilakukan: 


1. Ikut kelas prenatal 

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan seputar persalinan, tidak ada salahnya ikut kelas prenatal atau persiapan persalinan yang kredibel. Di sini Mums bisa belajar banyak hal, seperti teknik bernapas saat melahirkan, teknik mengejan yang benar, berbagai tips perawatan bayi juga perawatan tubuh pascapersalinan. Selain itu, bertemu dengan komunitas ibu hamil, seperti Komunitas Teman Bumil dan Parenting, juga bisa membantu untuk berbagi pengalaman. 


2. Siapkan tas melahirkan 

Langkah pertama persiapan persalinan adalah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam satu tas bersalin. Apalagi, persalinan normal bisa terjadi kapan saja bila sudah cukup bulan. Itu sebabnya, memasuki minggu ke-36 atau ke-37 pastikan tas bersalin sudah siap. Sehingga bisa dibawa sewaktu-waktu dibutuhkan.


Isi tas sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan saran medis. Umumnya, yang wajib disiapkan ada dalam tas seperti: semua dokumen yang dibutuhkan, pakaian ibu, peralatan menyusui, beberapa pasang pakaian bayi mulai dari baju, celana, popok, kaus kaki, sarung tangan, tisu basah, dan lainnya sesuai kebutuhan. 


3. Tempat dan rencana persalinan 

Hal ini mencakup preferensi persalinan, tempat persalinan, dan perawatan pascapersalinan. Karena itu, pastikan ibu hamil mendapatkan berbagai informasi penting seputar rencana persalinan ini sehingga ketika tanda persalinan mulai muncul, seperti kontraksi dan sebagainya, sudah bisa langsung menuju tempat persalinan terdekat atau yang diinginkan. Diskusikan hal ini dengan dokter ketika kontrol kehamilan, sehingga akan lebih mudah saat persalinan tiba. 


3. Cari tahu informasi seputar persalinan 

Mums bisa bertanya ke dokter saat kontrol, berdiskusi di komunitas kelas persiapan persalinan, membaca buku maupun referensi terpercaya seputar persalinan. Dengan wawasan yang cukup, Mums bisa menghadapi persalinan dengan lebih tenang dan nyaman tanpa overthinking, apalagi termakan hoaks yang tidak berdasar. 


4. Istirahat dan siapkan mental 

Menanti Hari Perkiraan Lahir (HPL) tidak hanya membutuhkan logistik yang cukup, melainkan juga fisik dan mental yang kuat. Karena itu, perbanyak istirahat, tidur cukup, kurangi aktivitas yang tidak penting, dan siapkan mental untuk menghadapi proses persalinan dengan segala kemungkinan yang terjadi. Perjalanan menjadi orang tua akan segera dimulai, jadi pastikan diri sendiri siap menghadapi proses persalinan yang sebentar lagi akan terjadi.  


5. Dukungan pasangan 

Persalinan tidak hanya tanggung jawab ibu hamil, melainkan juga pasangan dan keluarga pada umumnya. Pastikan mereka pun ikut bersiap menghadapi HPL ini. Sebab kehadiran dan dukungan mereka sangat berarti saat proses persalinan terjadi agar semua berjalan lancar dan kebutuhan ibu serta bayi bisa segera terpenuhi dengan baik. 


6. Siapkan nama 

Ini tidak boleh diabaikan, pastikan nama si calon bayi sudah ada di tangan ketika masuk kehamilan trimester 3 terutama di tahap akhir menjelang persalinan. Agar bisa langsung segera digunakan untuk memanggil namanya ketika suara tangis bayi pecah di ruang bersalin. Selain itu, nama bayi dibutuhkan untuk mengurus administrasi berupa Akta Kelahiran yang akan dibuat segera setelah dirinya lahir. 


Perawatan diri saat kehamilan trimester 3


Memasuki kehamilan trimester 3 memang bukan tahap yang mudah. Di saat kehamilan semakin membesar, munculnya berbagai keluhan, dan mesti menyiapkan diri menghadapi persalinan, semua itu membutuhkan fisik dan mental yang cukup. 


Karenanya, perawatan diri saat kehamilan trimester 3 tetap harus dilakukan. Karena hal ini juga sangat penting perannya dalam menjaga kehamilan tetap sehat, lancar, dan minim risiko. 


Berikut ini berbagai perawatan diri yang perlu dilakukan saat kehamilan memasuki fase trimester 3: 


1. Makanan bergizi seimbang 

Pastikan asupan nutrisi harian terpenuhi dengan baik. Konsumsi makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan ibu dan pertumbuhan janin. Jika perlu, tambahkan suplemen kehamilan sesuai rekomendasi dokter. 


2. Porsi makan 

Makanlah makanan dalam porsi kecil dan sering untuk membantu mencegah mulas. Cobalah untuk tidak berbaring segera setelah makan. Minumlah air di antara waktu makan. Jangan mengonsumsi gorengan, buah jeruk, cokelat, dan makanan pedas. Hindari minuman berkarbonasi. Jika sembelit, minumlah banyak cairan, dan lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Jangan minum obat sembelit seperti obat pencahar,  kecuali atas rekomendasi dokter. 


3. Aktivitas fisik 

Jangan mager, kehamilan bukan alasan untuk tidak bergerak. Tetap lakukan aktivitas fisik yang aman dan sesuai kondisi tubuh. Konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan, mana saja aktivitas fisik atau olahraga ringan yang boleh dilakukan dan tidak membahayakan kehamilan. Seperti jalan pagi, senam hamil atau pilates untuk memperkuat otot panggul dan memperlancar proses persalinan, juga meningkatkan stamina.  


4. Pijat dan relaksasi 

Lakukan pijat dan relaksasi untuk membuat tubuh lebih rileks dan nyaman dalam menyambut persalinan. Terutama pijat di area organ intim agar vagina dan anus. Tujuannya untuk melembutkan dan meregangkan bukaan vagina saat proses persalinan nanti. 


5. Jaga berat badan sehat 

Pastikan pertambahan berat badan tidak berlebihan agar tidak memicu timbulnya komplikasi kehamilan maupun komplikasi melahirkan. Karena itu, pantau kenaikan berat badan secara berkala dan konsultasikan dengan dokter kandungan. 


6. Istirahat cukup 

Setiap ada waktu untuk beristirahat, jangan sia-siakan itu. Sebab ibu butuh istirahat yang cukup untuk menjaga kehamilan tetap lancar. Apalagi menjelang melahirkan dan punya bayi, istirahat menjadi sesuatu yang cukup menantang. Jadi, sebelum persalinan, pastikan istirahat yang cukup agar fisik tidak terlalu lelah menjelang proses persalinan. 


Kesimpulan 


Mums, kehamilan trimester 3 memang penuh warna dan dinamika tersendiri. Kehamilan trimester 3 adalah masa krusial dan transformasional dalam sebuah perjalanan kehamilan. Di sini tubuh ibu mengalami adaptasi dan perubahan yang cukup signifikan untuk mendukung pertumbuhan janin yang pesat. 


Tidak hanya keluhan fisik, aspek emosional dan psikologis ibu hamil juga ikut terpengaruh. Kelelahan, kurang tidur, overthinking, dan menjadi lebih sensitif sangat mungkin dialami. Karena itu dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga medis yang kompeten sangat dibutuhkan sebagai sebuah support system penting bagi ibu hamil menjelang persalinan. 


Selain dukungan moral, langkah-langkah persiapan persalinan juga penting untuk memastikan proses persalinan berjalan lancar. Pemahaman menyeluruh serta persiapan fisik dan mental yang matang akan membantu ibu hamil melewati fase kehamilan trimester 3 dengan lebih kuat, lancar, dan percaya diri. 


Buat ibu hamil, jangan ragu untuk memotivasi diri sendiri dan menyiapkan mental juga fisik. Jika ada sesuatu yang dibutuhkan atau dikeluhkan, jangan berdiam diri. Konsultasikan dengan dokter atau bidan yang menangani. Begitu juga dengan keluhan psikologis atau mental, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada pasangan maupun keluarga. 


Sebab, problem psikologis yang diabaikan ketika hamil, apalagi menjelang persalinan, akan sangat memengaruhi proses persalinan dan penyembuhan pascapersalinan. Juga risiko komplikasi pascapersalinan seperti baby blues bisa saja terjadi. Karena itu, pastikan ibu hamil benar-benar siap fisik dan mental menjelang persalinan dan menyambut kehadiran si Buah Hati dengan penuh sukacita. 

Menurut dr. Darrell Fernando, SpOG, nyeri punggung, sesak napas, gangguan tidur, pembengkakan pada kaki merupakan sebagian masalah yang sering dialami di kehamilan trimester 3. Tonton video di bawah ini untuk tahu detailnya ya, Mums!


Referensi

MDPI. 2025. Cardiovascular and Respiratory Adaptations During Pregnancy and Exercise in Pregnancy 

PMC. 2021. A systematic review and meta-analysis of prevalence of insomnia in the third trimester of pregnancy 

Kasih Saran, Yuk!