Faktanya, sekitar 1 dari 10 orang mengalami sariawan atau luka yang menyakitkan yang terbentuk di dalam mulut. Pada anak-anak yang mengalami sariawan, luka di mulutnya tersebut tentu saja memengaruhi makan, minum, dan tidur si Kecil.
Kabar baiknya, sebagian besar sariawan pada anak bersifat ringan dan dapat sembuh tanpa obat. Namun, sariawan dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan bagi anak-anak dan mungkin dalam beberapa kasus perlu pengobatan khusus.
Penyebab sariawan pada anak
Sariawan muncul di mulut dalam bentuk bintik-bintik peradangan berwarna putih kemerahan di bibir atau di bagian dalam pipi. Lokasi paling sering munculnya sariawan adalah di area lidah dan mukosa bibir. Sangat jarang sariawan berkembang di area gusi atau langit-langit mulut.
Meskipun sariawan menyerang orang dewasa dan anak-anak, sebagian besar kasus terjadi pada usia dini. Periode puncak kemunculan sariawan adalah antara usia 10 hingga 19 tahun.
Menurut jurnal Research Gate (2023)


