Setiap kali bertemu dengan balita, hal yang paling umum dilakukan untuk menggodanya adalah dengan menggelitik anak tersebut. Sejak dulu, banyak orang tua menjadikan gelitikan sebagai bentuk kasih sayang dan permainan ringan di rumah.
Seperti yang dihasilkan dari penelitian di PubMed (2017) yang bertajuk “Development of mother–infant interaction in tickling play: The relationship between infants’ ticklishness and social behaviors” menyebutkan bahwa sensasi menggelitik pada bayi berkaitan dengan keterlibatan sosial, seperti kontak mata dan respons reflektif terhadap sentuhan ibu.
Interaksi tickling yang bersifat naratif dari ibu lebih sering terjadi pada usia 7 bulan dibanding 5 bulan, menunjukkan bahwa bentuk permainan ini dapat meningkat seiring perkembangan kognitif dan sosial bayi. Ini menunjukkan bahwa menggelitik bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari interaksi sosial yang dapat membantu bayi belajar komunikasi awal dan respons terhadap orang dewasa
Namun, tahukah Mums, di balik tawa yang terdengar ceria, muncul pertanyaan penting yang mengusik, apakah menggelitik anak selalu menyenangkan baginya?


